Penguatan Indeks Hadang Peluang January Effect

Disponsori Kenaikan Harga Saham Gudang Garam Dan Bukit Asam

Selasa, 15 Januari 2013, 08:04 WIB
Penguatan Indeks Hadang Peluang January Effect
ilustrasi/ist
Kecil Besar
rmol news logo .Memasuki pekan kedua tahun ini, perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan diwarnai aksi jual. Di sisi lain, ada­nya sentimen negatif dari in­ternal berupa pelemahan rupiah, kian mempengaruhi penilaian pelaku pasar terhadap kinerja emi­­ten, terutama emiten yang me­miliki utang dalam dolar AS.

Kapala Riset Trust Securities Reza priyambada mengungkap­kan, sentimen negatif ini dapat meng­halau peluang January Effect (efek pelemahan indeks yang selalu terjadi di bulan Ja­nuari). IHSG diperkirakan be­rada pada support 4.285-4.310 dan resis­tance 4.315-4.345.

“IHSG masih bergerak turun menuju area over­sold, meski ma­sih dapat bertahan di atas level 4.300, perlu kiranya diwaspadai peluang untuk me­nuju support berikutnya,” kata Reza di Ja­kar­ta, kemarin.

Apa­lagi, lanjut Reza, hawa sen­­timen mulai mere­bak di pasar sehingga menjadikan IHSG me­miliki sedikit peluang kenaikan. Namun, diharap­kan bila adanya penurunan ter­hadap IHSG masih dapat terbatas penurunannya.

“Di sisi lain, be­lum adanya per­kembangan yang signifikan posi­tif di Eropa mem­buat nilai tukar euro pun juga tidak dapat meng­im­bangi laju dolar AS,” ungkap­nya.

Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level 4.377,14 (level tertinggi­nya) di awal sesi 1 dan menyen­tuh level 4.298,61 (level teren­dah­nya) je­lang akhir sesi II dan akhirnya ber­hasil bertengger di level 4.317,37. Volume per­da­ga­ngan dan nilai total transaksi ter­catat turun.

Investor asing men­­catatkan nett sell dengan penuru­nan nilai transaksi beli dan ke­nai­kan nilai transaksi jual. Inves­tor domes­tik menca­tat­kan net buy.

Aksi beli yang dilakukan in­ves­­tor pada saham-saham unggu­lan membuat seluruh sektor sa­ham dalam IHSG pada penutup­an perdagangan sesi I, menguat.

Senior Riset HD Capital Yuga­nur Wijanarko mengatakan, me­reda­nya tekanan jual memberikan sen­timen positif pada indeks. “Indeks berhasil rebound dan berada pada teritori positif,” kata­nya di Jakarta, kemarin.

Pada perdagangan sesi per­tama, IHSG ditutup naik 49,34 poin (1,15 persen) menjadi 4.355,25. Se­dangkan indeks sa­ham unggu­lan LQ45 menguat 11,01 poin (1,50 persen) menjadi 742,89. Sebanyak 141 saham naik, 77 saham turun dan sisa­nya 98 saham tidak bergerak.

Untuk saham yang mengalami kenaikan signifikan antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang menguat Rp 1.600 menjadi Rp 53.900 dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menanjak Rp 350 menjadi Rp 16.050. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA