.Memasuki pekan kedua tahun ini, perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan diwarnai aksi jual. Di sisi lain, adaÂnya sentimen negatif dari inÂternal berupa pelemahan rupiah, kian mempengaruhi penilaian pelaku pasar terhadap kinerja emiÂÂten, terutama emiten yang meÂmiliki utang dalam dolar AS.
Kapala Riset Trust Securities Reza priyambada mengungkapÂkan, sentimen negatif ini dapat mengÂhalau peluang January Effect (efek pelemahan indeks yang selalu terjadi di bulan JaÂnuari). IHSG diperkirakan beÂrada pada support 4.285-4.310 dan resisÂtance 4.315-4.345.
“IHSG masih bergerak turun menuju area overÂsold, meski maÂsih dapat bertahan di atas level 4.300, perlu kiranya diwaspadai peluang untuk meÂnuju support berikutnya,†kata Reza di JaÂkarÂta, kemarin.
ApaÂlagi, lanjut Reza, hawa senÂÂtimen mulai mereÂbak di pasar sehingga menjadikan IHSG meÂmiliki sedikit peluang kenaikan. Namun, diharapÂkan bila adanya penurunan terÂhadap IHSG masih dapat terbatas penurunannya.
“Di sisi lain, beÂlum adanya perÂkembangan yang signifikan posiÂtif di Eropa memÂbuat nilai tukar euro pun juga tidak dapat mengÂimÂbangi laju dolar AS,†ungkapÂnya.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level 4.377,14 (level tertinggiÂnya) di awal sesi 1 dan menyenÂtuh level 4.298,61 (level terenÂdahÂnya) jeÂlang akhir sesi II dan akhirnya berÂhasil bertengger di level 4.317,37. Volume perÂdaÂgaÂngan dan nilai total transaksi terÂcatat turun.
Investor asing menÂÂcatatkan nett sell dengan penuruÂnan nilai transaksi beli dan keÂnaiÂkan nilai transaksi jual. InvesÂtor domesÂtik mencaÂtatÂkan net buy.
Aksi beli yang dilakukan inÂvesÂÂtor pada saham-saham ungguÂlan membuat seluruh sektor saÂham dalam IHSG pada penutupÂan perdagangan sesi I, menguat.
Senior Riset HD Capital YugaÂnur Wijanarko mengatakan, meÂredaÂnya tekanan jual memberikan senÂtimen positif pada indeks. “Indeks berhasil rebound dan berada pada teritori positif,†kataÂnya di Jakarta, kemarin.
Pada perdagangan sesi perÂtama, IHSG ditutup naik 49,34 poin (1,15 persen) menjadi 4.355,25. SeÂdangkan indeks saÂham ungguÂlan LQ45 menguat 11,01 poin (1,50 persen) menjadi 742,89. Sebanyak 141 saham naik, 77 saham turun dan sisaÂnya 98 saham tidak bergerak.
Untuk saham yang mengalami kenaikan signifikan antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang menguat Rp 1.600 menjadi Rp 53.900 dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menanjak Rp 350 menjadi Rp 16.050. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: