SBY Tunjuk Sohib Wacik Sebagai Wamen ESDM

Rudi Ngebet Bikin Petroleum Fund & Data Blok Migas

Sabtu, 12 Januari 2013, 08:33 WIB
SBY Tunjuk Sohib Wacik Sebagai Wamen ESDM
Rudi Rubiandini
Kecil Besar
rmol news logo .Presiden SBY meminta Rudi Rubiandini bisa menaikkan investasi migas. Rudi ditunjuk sebagai Kepala SK Migas menggantikan Menteri ESDM Jero Wacik.

Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo me­­nyatakan bahwa Wakil Men­teri Energi, Rudi Rubiandini, di­pilih oleh Presiden SBY seba­gai Ke­pala Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas.

“Saya dan Pak Wamen sudah di­panggil Presiden. Beliau me­­nu­gaskan Pak Rudi sebagai Ke­pala SKK Migas,” kata Susilo di Ja­karta, ke­marin.

Sebelumnya, Rudi mengaku siap jika ditugaskan memimpin satuan yang rencananya akan di­perkuat melalui peraturan pre­siden menjadi satuan kerja khu­sus tersebut. “Kalau memang tu­gas negara, siap laksanakan,” tegas Rudi.

Dalam pertemuan tersebut, dia menuturkan, SBY dan Wakil Pre­­siden Boediono menginstruk­si­kan beberapa hal. Pertama, men­­­jaga integritas. Kedua, me­laku­kan pembenahan.

Ketiga, men­jaga iklim investa­si agar te­tap kondusif bagi in­vestor na­sional maupun asing. Keempat, mem­ber­dayakan selu­ruh kom­ponen bangsa dalam ber­karya di industri migas.

Dengan penetapan Rudi seba­gai Kepala SKK Migas, maka ini kali keempat Gurus Besar Ins­titut Teknologi Bandung (ITB) menja­bat jabatan baru se­lama empat tahun. Ia mengawali ka­rier di pe­merintahan sebagai Pe­nasihat Ahli Kepala BP Migas (sekarang SKK Migas) pada 2009. Kemu­dian pada 2010, dia di­tunjuk menjadi Sekretaris Pim­pinan BP Migas.

Rudi kemudian diangkat se­bagai Deputi Pengendalian Ope­rasi BP Migas sejak 18 Agustus 2011. Belum genap setahun di posisi ini, ia ditetapkan menjadi Wamen meng­gantikan almarhum Widjajono Partowidagdo. Rudi meraih gelar sarjana dari jurusan Teknik Per­minyakan Institut Teknolohi Bandung (ITB) pada 1985. Lelaki kelahiran Tasikma­laya tahun 1962 ini kemudian melanjutkan pendidi­kan sampai meraih gelar doktor di Technis­che Universitaet Claus­thal Jer­man pada 1991.

Menurut Rudi, lembaga yang akan ia pimpin akan mengalami perubahan mendasar. “Bukan hanya pergantian kata Sementara dan Khusus,” timpal dia.

SK Khusus Migas ini, lanjut­nya, juga akan memiliki Komite Pengawas yang Menteri dan Wa­men ESDM, Wamen Keuangan dan Kepala Badan Koordinasi Pena­naman Modal (BKPM). Ke de­pan, ujar Rudi, dirinya juga akan memperjuangkan pembuat­­an petroleum fund. Ia menutur­kan, data-data blok migas juga akan diperjuangkan.

Terkait apakah SKK Mi­­gas akan menjadi lembaga per­­ma­nen pengganti eks BP Mi­gas, Rudi tak menampik hal ter­se­but. Pa­salnya,  esensi dibentuknya SKK Migas adalah untuk mening­kat­kan ke­percayaan investor yang khawatir dengan kata se­mentara dalam SK Migas. Tapi ia tak menampik lem­baga itu flek­sibel ketika revisi UU Migas selesai.

“Yang pasti  lem­baga ini akan mela­por ke Pre­siden dan di ba­wah Kemen­terian ESDM,” katanya.

Selain Rudi, SBY juga memilih Staf Khusus Menteri ESDM, yaitu Susilo Siswoutomo men­jadi Wa­kil Menteri ESDM baru meng­gantikan Rudi Rubiandini. Susilo mengatakan, dirinya sam­pai saat ini masih terdaftar se­bagai pe­ga­wai SK Migas. Di SK Migas, Su­silo menjabat sebagai Kepala Pe­ngawas Proyek Inpex di blok Ma­s­ela.

“Lalu saya juga ditarik Pak Jero sebagai staf khusus mem­ban­tu Menteri ESDM,” kata Susilo.

Dia mengakui, hubungannya dengan Jero Wacik sangat dekat sebagai sahabat. Keduanya men­jadi sahabat di Fakultas Teknik ITB. Bahkan, kabarnya, Wacik dan Susilo teman satu kamar kost di Bandung. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA