.Presiden SBY meminta Rudi Rubiandini bisa menaikkan investasi migas. Rudi ditunjuk sebagai Kepala SK Migas menggantikan Menteri ESDM Jero Wacik.
Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo meÂÂnyatakan bahwa Wakil MenÂteri Energi, Rudi Rubiandini, diÂpilih oleh Presiden SBY sebaÂgai KeÂpala Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas.
“Saya dan Pak Wamen sudah diÂpanggil Presiden. Beliau meÂÂnuÂgaskan Pak Rudi sebagai KeÂpala SKK Migas,†kata Susilo di JaÂkarta, keÂmarin.
Sebelumnya, Rudi mengaku siap jika ditugaskan memimpin satuan yang rencananya akan diÂperkuat melalui peraturan preÂsiden menjadi satuan kerja khuÂsus tersebut. “Kalau memang tuÂgas negara, siap laksanakan,†tegas Rudi.
Dalam pertemuan tersebut, dia menuturkan, SBY dan Wakil PreÂÂsiden Boediono menginstrukÂsiÂkan beberapa hal. Pertama, menÂÂÂjaga integritas. Kedua, meÂlakuÂkan pembenahan.
Ketiga, menÂjaga iklim investaÂsi agar teÂtap kondusif bagi inÂvestor naÂsional maupun asing. Keempat, memÂberÂdayakan seluÂruh komÂponen bangsa dalam berÂkarya di industri migas.
Dengan penetapan Rudi sebaÂgai Kepala SKK Migas, maka ini kali keempat Gurus Besar InsÂtitut Teknologi Bandung (ITB) menjaÂbat jabatan baru seÂlama empat tahun. Ia mengawali kaÂrier di peÂmerintahan sebagai PeÂnasihat Ahli Kepala BP Migas (sekarang SKK Migas) pada 2009. KemuÂdian pada 2010, dia diÂtunjuk menjadi Sekretaris PimÂpinan BP Migas.
Rudi kemudian diangkat seÂbagai Deputi Pengendalian OpeÂrasi BP Migas sejak 18 Agustus 2011. Belum genap setahun di posisi ini, ia ditetapkan menjadi Wamen mengÂgantikan almarhum Widjajono Partowidagdo. Rudi meraih gelar sarjana dari jurusan Teknik PerÂminyakan Institut Teknolohi Bandung (ITB) pada 1985. Lelaki kelahiran TasikmaÂlaya tahun 1962 ini kemudian melanjutkan pendidiÂkan sampai meraih gelar doktor di TechnisÂche Universitaet ClausÂthal JerÂman pada 1991.
Menurut Rudi, lembaga yang akan ia pimpin akan mengalami perubahan mendasar. “Bukan hanya pergantian kata Sementara dan Khusus,†timpal dia.
SK Khusus Migas ini, lanjutÂnya, juga akan memiliki Komite Pengawas yang Menteri dan WaÂmen ESDM, Wamen Keuangan dan Kepala Badan Koordinasi PenaÂnaman Modal (BKPM). Ke deÂpan, ujar Rudi, dirinya juga akan memperjuangkan pembuatÂÂan petroleum fund. Ia menuturÂkan, data-data blok migas juga akan diperjuangkan.
Terkait apakah SKK MiÂÂgas akan menjadi lembaga perÂÂmaÂnen pengganti eks BP MiÂgas, Rudi tak menampik hal terÂseÂbut. PaÂsalnya, esensi dibentuknya SKK Migas adalah untuk meningÂkatÂkan keÂpercayaan investor yang khawatir dengan kata seÂmentara dalam SK Migas. Tapi ia tak menampik lemÂbaga itu flekÂsibel ketika revisi UU Migas selesai.
“Yang pasti lemÂbaga ini akan melaÂpor ke PreÂsiden dan di baÂwah KemenÂterian ESDM,†katanya.
Selain Rudi, SBY juga memilih Staf Khusus Menteri ESDM, yaitu Susilo Siswoutomo menÂjadi WaÂkil Menteri ESDM baru mengÂgantikan Rudi Rubiandini. Susilo mengatakan, dirinya samÂpai saat ini masih terdaftar seÂbagai peÂgaÂwai SK Migas. Di SK Migas, SuÂsilo menjabat sebagai Kepala PeÂngawas Proyek Inpex di blok MaÂsÂela.
“Lalu saya juga ditarik Pak Jero sebagai staf khusus memÂbanÂtu Menteri ESDM,†kata Susilo.
Dia mengakui, hubungannya dengan Jero Wacik sangat dekat sebagai sahabat. Keduanya menÂjadi sahabat di Fakultas Teknik ITB. Bahkan, kabarnya, Wacik dan Susilo teman satu kamar kost di Bandung. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: