Investor Minta Calon Bos SK Migas Sosok Kredibel

Bakal Teken Kontrak Investasi Miliaran Dolar AS

Kamis, 10 Januari 2013, 09:10 WIB
Investor Minta Calon Bos SK Migas Sosok Kredibel
SK Mi­gas
Kecil Besar

rmol news logo Pemerintah diminta lebih cer­das dalam memilih calon Ke­pala Satuan Kerja Sementara Pe­lak­sana Kegiatan Usaha Hulu Mi­nyak dan Gas Bumi (SK Mi­gas). Hal ini penting, karena lem­­baga ini ikut mengelola dan men­jaga investasi asing di bi­dang migas.

Pengamat dari Reforminer Ins­titute Pri Agung Rakhmanto  me­min­ta pemerintah tidak meng­ulang kesalahan Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (BP Mi­gas), maka pemerintah mesti le­bih fokus kepada status SK Migas yang saat ini tidak per­manen.

“Akibatnya SK Migas tidak punya power membenahi bisnis migas di Indonesia. Untuk itu, pe­merintah bisa melakukan pe­­ngu­atan intitusi dengan mem­per­jelas status SK Migas ter­ma­suk me­milih calon Kepala SK Mi­­gas yang kredibel di mata pe­la­­ku industri migas,” kata Pri.

Seperti diketahui, bursa calon Ke­pala SK Migas sedang di­go­dok oleh Tim Penilai Akhir (TPA). Banyak ka­langan mendesak, yang men­du­duki kursi Kepala SK Mi­gas ha­ruslah orang yang be­nar-be­nar mum­puni, baik dari penga­lam­an dan pengetahuan­nya di sektor migas.

“Setidaknya yang akan men­jabat menjadi Kepala SK Migas nanti haruslah orang yang per­nah bekerja di sektor mi­gas,” sa­ran anggota Komisi VII DPR Dewi Aryani.

Untuk itu, politisi PDIP ini men­­­­desak pemerintah agar se­rius me­nempatkan orang yang kre­di­bel dalam memimpin sek­tor hu­lu migas, yakni SK Migas. “In­dus­­tri hulu migas pe­nyum­bang ter­­besar untuk APBN nega­ra ini, ma­ka itu tempatkan orang yang berkualitas,” desak Dewi.

Bekas Kepala BP Migas Kar­da­ya Warnika me­ngatakan, nega­ra bisa merugi Rp 1 triliun setiap ha­ri akibat pembu­bar­an BP Mi­gas. “Jangan sampai stag­nan. Jika terus mundur, kali­kan saja ke­ru­giannya per hari,” katanya.

Kardaya menyebutkan, kontrak yang ditandatangani BP Migas merupakan kontrak-kontrak ber­nilai besar. “Kontrak yang di­tan­dangani eks BP Migas bernilai 300 juta dolar AS, bahkan ber­mi­liar-miliar dolar AS,” ujar Kardaya.

Seperti diketahui, sempat ber­edar kabar bahwa Menteri ESDM Jero Wacik tengah me­­nyiapkan dua nama peng­gan­tinya sebagai Kepala SK Migas untuk diusul­kan dan dibahas di TPA. Kedua calon itu adalah Wakil Menteri ESDM Rudi Rub­i­andini dan Staf Ahli Menteri ESDM Susilo Sis­woutomo.

Saat dikonfirmasi, Su­silo hanya menyebut hal itu ma­­sih wacana dan enggan untuk berkomentar lebih jauh. “Saya baru dengar, sepertinya itu baru wacana saja, belum tahu, Pak Menteri belum memberi tahu saya,” ujarnya.

Sementara Rudi hanya me­ne­gaskan, siapapun Kepala SK Mi­gas yang baru akan mengemban tugas sangat berat. Pasalnya, harus mengelola sekitar 350 kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), men­jaga proyek pembangunan fasilitas migas dan mendorong investor tetap mau mengambil resiko pada kegiatan eksplorasi.

Presiden Indonesian Petroleum Association (IPA) Lukman Mah­foedz menegaskan agar SK Mi­gas terus didukung dan tidak di­bubarkan lagi. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA