Nat Rothschild Sodorkan Adik Prabowo Jadi Direktur BUMI

Harga Batubara Jeblok, Tunda Investasi Conveyor Rp 2,7 Triliun

Rabu, 09 Januari 2013, 08:16 WIB
Nat Rothschild Sodorkan Adik Prabowo Jadi Direktur BUMI
Hashim Djojo­hadi­ku­sumo
Kecil Besar
rmol news logo Perusahaan kongsi Grup Bakrie-Nathaniel Rothschild, Bumi Plc, akan melakukan rapat pemegang saham Februari de­pan. Salah satu agendanya ada­lah pe­rombakan direksi.

Pe­rom­bakan direksi itu diusul­kan oleh Rothschild yang sudah meng­irim­kan tawaran kepada di­reksi dan komisaris untuk menu­runkan 12 anggota direksi dari total yang ada saat ini 14 direksi.

Beberapa direksi yang diminta lengser oleh Rothschild di anta­ranya CEO Nick von Schirnding dan Komisaris Utama Samin Tan. Rothschild yang punya 14,7 per­sen hak voting di Bumi Plc, me­ngusulkan mantan bos Leig­hton Holdings Ltd. (LEI) Wallace King sebagai Komisaris Utama.

Sementara Brock Gill ia usul­kan menjadi CEO dan Roths­child sendiri kembali menjadi Direktur Eksekutif. Ia juga menominasi­kan adik kan­dung kandidat bakal ca­lon Presiden Prabowo Su­bian­to, Hashim Djojo­hadi­ku­sumo, men­ja­di salah satu Di­rektur.

Calon direksi lain yang diu­sulkan Rothschild adalah Roger Davis, bekas anggota par­lemen dan Menteri Hukum Inggris Jonathan Djanogly dan Richard Gozney. Gozney sebe­lumnya per­nah menjabat sebagai Duta Besar Inggris untuk Indo­nesia.

“Pertemuan pemegang sa­ham ini akan memberikan pilihan yang jelas bagi para pemegang sa­ham dan anggota dewan dalam ren­cana pemisahan bisnis de­ngan Grup Bakrie. Pertemuan ini su­dah disepakati oleh para direk­tur independen, Nat Roth­schild be­serta koleganya,” kata Nick von Schirnding dalam kete­rangan tertulis yang dikutip Bloomberg, kemarin.

Selain mengocok direksi, Bumi Plc juga menunda investasi se­nilai 288 juta dolar AS atau se­kitar Rp 2,7 triliun tahun ini. Hal itu terjadi seiring melemah­nya harga batubara di pasar global.

“Sa­at ini, iklim bisnis batubara se­­dang tidak baik sehingga eks­pansi terpaksa ditunda. Prinsip­nya, eks­pans­i harus mengun­tung­­kan,” ujar von Schirnding.

Dia menjelaskan, dana itu se­mula untuk anak usaha per­se­roan, PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU). Yakni, mem­bangun ban ber­jalan (conveyor) sepanjang 42 kilometer (km) dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di tam­bang Binungan. Kapasitas pro­duksi Berau ditar­getkan naik men­jadi 30 juta ton setahun, se­iring adanya proyek itu.

Bumi Plc memiliki 85 persen saham Berau. Perusahaan in­ves­tasi pertambangan yang ter­catat di Bursa Efek London itu juga mengendalikan perusahaan batu­bara lainnya, PT Bumi Re­sour­ces Tbk (BUMI), dengan porsi saham 29 persen.

Bumi Plc, yang sebelumnya bernama Vallar Plc, didirikan oleh kongsi Grup Bakrie-Roth­schild di 2011 dengan nilai inves­tasi sekitar 3 miliar dolar AS atau Rp 28,5 triliun. Hubungan ke­dua­nya mulai memanas tak lama se­telah perusahaan tersebut lis­ting di bursa London. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA