WIKA Kejar 60% Proyek Pemerintah Dan BUMN

Targetkan Kontrak Rp 38,87 Triliun

Selasa, 08 Januari 2013, 09:04 WIB
WIKA Kejar 60% Proyek Pemerintah Dan BUMN
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)
Kecil Besar

rmol news logo PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menargetkan total kontrak Rp 38,87 triliun pada 2013 atau naik 21,15 persen terhadap target 2012.

Total kontrak itu terdiri dari carry over tahun 2012 senilai Rp 18,12 triliun dan kontrak baru sekitar Rp 20,75 triliun. Komposisi perolehan kontrak baru WIKA pada 2013 masih akan tetap didominasi oleh induk perusahaan dengan kom­posisi anak usaha perusahaan sebesar 70:30 persen.

Sekretaris Perusahaan WIKA Natal Pardede mengatakan, proyek perseroan sekitar 60 persen berasal dari kontrak proyek pemerintah dan BUMN, sisanya swasta.

“Pemerintah menaikkan be­lanja modal infrastruktur pa­da 2013. Oleh karena itu kita da­pat memanfaatkan belanja mo­dal infrastruktur dari proyek pe­merintah,” ujar Natal, kemarin.

Perseroan juga menargetkan laba bersih Rp 555,06 miliar pada 2013 atau naik 28,88 per­sen dari target tahun 2012 se­besar Rp 430,68 miliar. Dengan laba usaha dan laba kotor di­targetkan naik masing-masing 27,98 persen menjadi Rp 1,24 triliun dan 26,23 per­sen men­jadi Rp 1,51 triliun.

“Adapun penjualan 2013 di­targetkan mencapai Rp 15,41 triliun, termasuk proyek joint operational Rp 3,5 triliun,” jelas Natal.

WIKA juga akan meng­ang­garkan belanja modal Rp 1,78 triliun pada 2013. Belanja mo­dal ini akan digunakan un­tuk pengembangan usaha Rp 898 miliar, akuisisi dan penyer­taan modal senilai Rp 213,6 miliar dan investasi tetap Rp 192,9 miliar.

“Dana belanja modal akan berasal dari kas internal dan pin­jaman bank,” cetusnya.

Sebelumnya, WIKA berha­rap dapat mencatatkan per­tum­­buh­an kinerja mencapai 20 persen pada 2013. Pertum­buh­an itu ter­masuk kontrak baru, pendapatan dan laba bersih.

“Kami mengharapkan pro­yek dari pemerintah dan BUMN dapat bertambah se­hingga menjadi 60 persen dan sisanya swasta,” kata Natal.

Untuk diketahui, perseroan telah menggarap proyek pem­bangkit listrik antara lain PLTA Bali sebesar 50 MW, Ambon 25 MW, Rengat 20 MW dan Bo­rang 30 MW.

Selain itu, perseroan telah memperoleh kontrak pemba­ngunan jalan Oksibil Dekay se­nilai Rp 206,68 miliar, proyek Betano di Timor Leste Rp93,81 miliar, proyek precast concrete piperack senilai Rp 81,72 miliar dan proyek pemba­ngunan Fa­kultas Ilmu Kepe­rawatan UI senilai Rp 36,53 miliar pada Ok­tober 2012. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA