Aturan Mobil Murah Nggak Jelas, Pasar Otomotif Langsung Goyah

Senin, 07 Januari 2013, 08:02 WIB
Aturan Mobil Murah Nggak Jelas, Pasar Otomotif Langsung Goyah
ilustrasi/ist
Kecil Besar
rmol news logo .Industri otomotif mulai meng­kalkulasi penurunan pasar mobil nasional. Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan mengatakan, efisien­si dan penurunan produksi jadi al­ter­natif kebijakan prinsipal mobil nasional tahun ini.

Lang­kah ini sebagai respons atas po­tensi penyusutan pasar domestik melihat sangat sulit ba­gi para agen pemegang merek (APM) untuk meng­ulang kisah sukses penjualan 2012 yang menembus 1,1 juta unit.

Menurut Johnny, banyak fak­tor eksternal dan internal yang sifat­nya menghambat pertum­buhan industri otomotif nasional se­hingga membuat pelaku ber­sikap hati-hati.  

“Pasar mobil nasional tahun ini paling tinggi sama dengan tahun lalu. Tapi perkiraan saya akan turun ke ki­saran 900 ribu sampai 1 juta unit. Toyota sendiri kan market share-nya 36 persen, bisa diestimasi dari situ,” ujarnya.

Ketua III Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) ini melihat, perlam­batan usaha sudah mulai terlihat pada kuartal IV/2012. Saat itu, pasokan yang tinggi tak seim­bang dengan turunnya permintaan.

Ada beberapa faktor yang di­sinyalir menyebabkan permin­taan mobil menyusut. Antara lain kondisi makro ekonomi global yang memburuk akibat krisis ka­wasan Eropa dan pelemahan eko­nomi Amerika Serikat serta pe­nu­runan harga komo­ditas dunia.

Selain itu, lanjut Johnny, mun­cul sejumlah kebijakan yang meng­hambat dari dalam negeri, seperti kenaikan upah minimum secara signifikan, kenaikan tarif dasar listrik setiap kuartal, serta kenaikan batas minimal uang muka pem­biayaan syariah.

“Ba­nyak aturan yang belum je­las, seperti aturan mengenai LCGC (Low Cost Green Car atau mobil murah dan ramah ling­kungan) yang belum keluar sam­pai seka­rang. Juga faktor politik ya­ng mulai panas pada 2013,” katanya.

Untuk mempertahankan kesi­nam­bungan usaha, dia meli­hat ada beberapa strategi bisnis yang mungkin diambil para APM. Yaitu, aktif me­lakukan kampanye atau promosi hingga yang ter­buruk melakukan efisien­si atau mengurangi pro­duksi. “Karena cost meningkat, se­mentara vo­lume penjualan tu­run, katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Gai­kindo Sudirman MR mem­prediksi, jumlah penjualan mo­bil tahun depan naik tipis sebesar 5 persen dari target satu juta unit. Hal itu dikarenakan Indone­sia ma­sih dihantui ketidakpastian ekonomi global dan domestik.

Dia mengaku target tersebut ada­lah target pesimistis. Pasalnya ma­sih banyak tanda tanya me­nge­nai kondisi perekonomian du­nia dan dalam negeri. Penjua­lan mobil diperkirakan mencapai 1.050.000 unit di tahun 2013.

“Gaikindo masih menunggu kejelasan peraturan Low Carbon Emission, kebijakan menyangkut BBM, uang muka, kenaikan tarif dasar listrik. Itu semua saling ter­kait. Tetapi mudah-mudahan sta­bilitas politik sama seperti saat ini dan kondisi makro ekonomi membaik,” harapnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA