.Industri otomotif mulai mengÂkalkulasi penurunan pasar mobil nasional. Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan mengatakan, efisienÂsi dan penurunan produksi jadi alÂterÂnatif kebijakan prinsipal mobil nasional tahun ini.
LangÂkah ini sebagai respons atas poÂtensi penyusutan pasar domestik melihat sangat sulit baÂgi para agen pemegang merek (APM) untuk mengÂulang kisah sukses penjualan 2012 yang menembus 1,1 juta unit.
Menurut Johnny, banyak fakÂtor eksternal dan internal yang sifatÂnya menghambat pertumÂbuhan industri otomotif nasional seÂhingga membuat pelaku berÂsikap hati-hati.
“Pasar mobil nasional tahun ini paling tinggi sama dengan tahun lalu. Tapi perkiraan saya akan turun ke kiÂsaran 900 ribu sampai 1 juta unit. Toyota sendiri kan market share-nya 36 persen, bisa diestimasi dari situ,†ujarnya.
Ketua III Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) ini melihat, perlamÂbatan usaha sudah mulai terlihat pada kuartal IV/2012. Saat itu, pasokan yang tinggi tak seimÂbang dengan turunnya permintaan.
Ada beberapa faktor yang diÂsinyalir menyebabkan perminÂtaan mobil menyusut. Antara lain kondisi makro ekonomi global yang memburuk akibat krisis kaÂwasan Eropa dan pelemahan ekoÂnomi Amerika Serikat serta peÂnuÂrunan harga komoÂditas dunia.
Selain itu, lanjut Johnny, munÂcul sejumlah kebijakan yang mengÂhambat dari dalam negeri, seperti kenaikan upah minimum secara signifikan, kenaikan tarif dasar listrik setiap kuartal, serta kenaikan batas minimal uang muka pemÂbiayaan syariah.
“BaÂnyak aturan yang belum jeÂlas, seperti aturan mengenai LCGC (Low Cost Green Car atau mobil murah dan ramah lingÂkungan) yang belum keluar samÂpai sekaÂrang. Juga faktor politik yaÂng mulai panas pada 2013,†katanya.
Untuk mempertahankan kesiÂnamÂbungan usaha, dia meliÂhat ada beberapa strategi bisnis yang mungkin diambil para APM. Yaitu, aktif meÂlakukan kampanye atau promosi hingga yang terÂburuk melakukan efisienÂsi atau mengurangi proÂduksi. “Karena cost meningkat, seÂmentara voÂlume penjualan tuÂrun, katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum GaiÂkindo Sudirman MR memÂprediksi, jumlah penjualan moÂbil tahun depan naik tipis sebesar 5 persen dari target satu juta unit. Hal itu dikarenakan IndoneÂsia maÂsih dihantui ketidakpastian ekonomi global dan domestik.
Dia mengaku target tersebut adaÂlah target pesimistis. Pasalnya maÂsih banyak tanda tanya meÂngeÂnai kondisi perekonomian duÂnia dan dalam negeri. PenjuaÂlan mobil diperkirakan mencapai 1.050.000 unit di tahun 2013.
“Gaikindo masih menunggu kejelasan peraturan Low Carbon Emission, kebijakan menyangkut BBM, uang muka, kenaikan tarif dasar listrik. Itu semua saling terÂkait. Tetapi mudah-mudahan staÂbilitas politik sama seperti saat ini dan kondisi makro ekonomi membaik,†harapnya. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: