.Ada beberapa persoalan domestik yang perlu dibereskan agar Indonesia bisa menangguk untung di balik kelonggaran anggaran Amerika.
Ekonom BNI Ryan Kiryanto mengatakan, transisi perbaikÂan ekonomi Indonesia terjadi melaÂlui pasar keuangan, di mana bursa saham akan bergairah dan nilai tukar rupiah akan menguat karena banjirnya dolar AS ke inÂvesÂtasi AS ke negara-negara berÂkemÂbang (emerging economies).
“Arus investasi AS ke emerÂging economies, termasuk InÂdoÂneÂsia akan membesar sehingga pemerintah harus bisa mencipÂtaÂkan iklim yang kondusif. SeÂperti persoalan buruh harus bisa diÂselesaikan secepatnya,†kaÂtanya, akhir pekan lalu.
Menurut Ryan, transmisi juga terjadi melalui perdagangan di mana ekspor ke AS akan memÂbaik sehingga berdampak positif untuk neraca perdagangan IndoÂnesia. Selain itu, perdagangan InÂÂdonesia ke negara-negara lain juÂga akan membaik karena sentiÂmen positif dari membaiknya atas outlook ekonomi AS.
Untuk itu, kalangan pengusaÂha nasional perlu segera meÂnyiapÂÂkan diri mendekteksi keÂbuÂtuhan barang ekspor apa saja yang bisa masuk ke Amerika.
“Negara-neÂgara mitra dagang AS juga perlu diidentifikasi unÂtuk diÂjadikan negara-negara baru tuÂjuan ekspor produk nasional. KaÂlau tidak, Indonesia tidak memÂÂperoleh peÂluang apapun dari UnÂdang-UnÂdang perbaikan angÂgaran di AS tadi,†jelasnya.
Wakil Ketua Umum Kamar DaÂÂgang dan Industri (Kadin) BiÂdang Moneter, Fiskal dan KeÂbijakan Publik Hariyadi SuÂkamÂdani mengaku belum meÂnyiapÂkan langkah antisipasi atas keÂbijakan AS dalam menghindari jurang fiskal (fiscal cliff).
“Selama kondisi industri daÂlam negeri tiÂdak diÂperbaiki, maÂka suÂlit meÂningkatÂkan ekspor IndoÂnesia ke Negeri Paman Sam,†kata Hariyadi.
Menteri Keuangan Agus MarÂtoÂwardojo menegaskan, pemeÂrinÂtah pada 2013 akan meÂnumÂbuÂhkan ekonomi nasional seÂcara inklusif sebagai wujud anÂtisipasi jurang fiskal di AS.
Agus menjelaskan, pertumÂbuhan ekoÂnomi inklusif akan meÂrangsang masuknya investasi berkelanÂjutan. Untuk itu, diperÂluÂkan perbaikan infrastruktur.
“Yang kami maksud infraÂstrukÂtur tentu dalam arti luas sehingga meliputi juga masalah energi dan masalah pendukung lainnya,†ujar Menkeu di kantornya.
Ekonom dari The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri HarÂtati meyakinkan, dampak dari jurang fiskal AS berpengaÂruh terÂhadap ekonomi Indonesia. DamÂpaknya antara lain ekspor IndoÂnesia ke AS akan meÂlamÂbat.
SeÂmentara dampak tidak langÂsungnya, Indonesia akan diÂbanjiri produk impor AS dan negara maju lainÂnya karena AmeÂrika juga menÂjadi tujuan ekspor dari berbagai Negara di dunia.
“Karena Amerika sedang goÂyah, negara lain akan alihkan eksÂpornya ke Indonesia. Karena market di Indonesia sangat besar sekali. Ini akan menyebabkan peÂÂnetrasi impor ke Indonesia seÂmakin membesar. Ekspor meÂlamÂbat, ini akan memperberat neraca perdagangan kita,†ujar Enny keÂpada Rakyat Merdeka.
Direktur Utama Bursa Efek InÂdonesia (BEI) Ito Warsito menuÂturkan, fiscal cliff di AS memÂbawa efek positif keÂpada perÂtumÂbuhan ekonomi Indonesia.
“Kalau AS baik, otomatis pasar modal kita ikut baik. Itu jadi senÂtimen positif bagi pertumÂbuhan saham di dunia,†tukas Ito. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: