Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Moneter, Fiskal dan KeÂbijakan Publik HariÂyadi SukamÂdani mengataÂkan, tidak ada kaitÂan langsung dari kebijakan AmeÂrika Serikat (AS) menghindari jurang fiskal terhadap kinerja ekspor IndoneÂsia. Menurutnya, selama kondisi industri dalam negeri tidak diÂperbaiki, maka suÂlit meningkatÂkan ekspor IndoÂnesia ke Negeri Paman Sam ini.
“Trend ekspor Indonesia ke AS selama ini cenderung membaik. Hal itu terutama disebabkan muÂlai membaiknya perekonomian di AS. Sementara kondisi industri di dalam negeri kita saat ini kurang mendukung,†ujarnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Hariyadi mengungkapkan, banyak hal yang harus diperbaiki guna meningkatkan kinerja eksÂpor Indonesia. Ironisnya, kebijaÂkan yang dibuat pemerintah belaÂkangan ini dinilai justru meÂnyuÂlitÂkan industri dalam negeri untuk berkembang. Baginya, jiÂka ingin meningkatkan kinerja ekspor, pemerintah harus fokus memÂbeÂnahi berbagai hambatan industri di dalam negeri.
“Kebijakan pemerintah yang tidak mendukung industri daÂlam negeri sangat memberatÂkan, terÂuÂÂtama bagi industri paÂdat karya seperti garmen yang beroÂrientasi ekspor. Kalau meÂreka dipersulit dengan beban upah yang terlalu tinggi serta kenaiÂkan tarif listrik, rasanya sulit menggenjot ekspor bahkan bisa turun,†jelas Hariyadi.
Hariyadi memperkirakan, keÂnaikan upah buruh serta tarif daÂsar listrik (TDL) sepanjang taÂhun 2013 akan berdampak pada meÂningkatnya biaya produksi. KeÂnaikan biaya produksi itu memÂÂÂbuat pelaku usaha melakuÂkan efisiensi internal dan penyeÂsuaian harga jual.
Anggota Lembaga Pengkajian Peneliti dan PengemÂbangan EkoÂnomi (LP3E) Kadin Ina PriÂmiaÂna mengataÂkan, sektor inÂdustri perlu mendaÂpat dukungÂan meÂngÂingat kinerja ekspor inÂdustri meÂnurun dibanÂdingkan tahun lalu.
Ekspor sektor industri menuÂrun 4,64 persen dari 112,262 miÂliar dolar AS menjadi 107,48 miliar. Menurutnya, eksÂpor inÂdustri turun disebabkan pasar ekspor sedang buruk dan pabrik di dalam negeri mengÂalami unÂder capacity.
“Industri kini serba salah kaÂrena pasar ekspor belum memÂbaik. Konsumsi domestik kini malah diisi barang-barang imÂpor. Industri harus dibantu bagaiÂmana caranya agat tidak terjadi PHK baik oleh investor asing maupun lokal,†kata Ina.
Ina mengatakan, iklim doÂmestik harus diperbaiki. Iklim tersebut, menurutnya, banyak dipengaruhi demonstrasi buruh. Kenaikan upah yang terlalu tinggi memÂbuat pengusaha melakukan PHK agar bisa bertahan. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: