Gara-gara Kenaikan Listrik, 600 Ribu Buruh Di-PHK

Sabtu, 05 Januari 2013, 08:04 WIB
Gara-gara Kenaikan Listrik, 600 Ribu Buruh Di-PHK
ilustrasi/ist
Kecil Besar
rmol news logo .Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 15 persen bakal meng­hambat target pertumbuh­an eko­nomi. Wakil Ketua Umum Ka­mar Dagang dan Industri (Ka­din) Bidang Industri, Ri­set dan Teknologi Bambang Sujagad menyatakan, pesimis tar­get per­tumbuhan industri 2013 se­besar 7,1 persen tercapai karena sek­tor tersebut dibebani kenaikan TDL dan upah buruh.

Bambang menyoroti kebe­ra- daan industri padat karya yang ter­kena dampak langsung dari kebi­ja­kan pemerintah tersebut. Dikhawatirkan ke­bera­da­an in­dus­tri itu akan mele­mah dan me­rugikan pekerja serta per­tum­buhan ekonomi Indonesia.

“Saya kira target itu tidak akan ter­capai karena beban ke­naikan TDL dan upah bu­ruh akan sangat berpengaruh pa­da sektor industri, terutama indus­tri kecil mene­ngah dan padat kar­ya,” ujarnya kepada Rakyat Mer­deka, kemarin.

Dia mengatakan, sektor in­dus­tri akan mengalami kondisi yang sulit karena dihadapkan dengan ke­naikan TDL dan upah buruh. Ke­­dua hal itu akan mem­perham­bat pertumbuhan in­dustri tahun depan.

Ia men­con­tohkan, beban pro­duksi dari upah dan bahan ba­ku sudah mencapai 85 persen, se­hingga menurut Bam­­bang, ke­untungan yang di­da­pat­ pengu­saha sangat kecil ka­rena belum ditambah dengan biaya lain.

“Misalnya in­fra­struk­tur yang buruk dan masih adanya pu­ngu­tan liar bisa menurunkan da­ya saing. Jadi mana bisa di­tar­get­kan 7 persen,” kata Bambang.

Menurut Bambang, efek ke­naikan TDL akan terlihat pada kuar­tal kedua tahun 2013 de­ngan me­lemahnya daya saing produk in­dustri dalam negeri.

“Kalau se­ka­rang belum terli­hat dam­pak­nya. Nanti akan ke­lihatan di kuartal ke­dua 2013 se­kitar bulan Juni efek dari kenaik­an TDL dan upah,” katanya.

Menurutnya, tahun 2013 akan dibanjiri produk impor ka­rena da­ya saingnya lebih unggul di­ban­ding produk dalam ne­geri.

“Produk impor tidak di­pe­nga­ruhi kenaikan TDL dan upah, se­hingga harganya lebih murah dan bersaing. Lalu produk kita di­jual dengan harga tinggi tidak laku, tapi ongkos produksi me­ning­kat,” keluhnya.

Bambang memprediksi akan ter­jadi Pemutusan Hubungan Ke­r­ja (PHK) sekitar 600 ribu orang pada 2013 akibat kenaikan TDL dan upah buruh. Kondisi itu, menghambat per­tum­buhan in­dustri karena tidak da­pat menye­rap tenaga kerja ba­ru.

“Tenaga kerja baru tidak ter­serap dan yang sudah bekerja di­keluarkan sehingga kesempatan kerja tertutup,” tandasnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA