Dikibulin Foxconn, Kepala BKPM Malah Tutup Mulut

Lahan Tersedia Tapi Investasi Rp 90 Triliun Belum Jelas

Kamis, 03 Januari 2013, 08:22 WIB
Dikibulin Foxconn, Kepala BKPM Malah Tutup Mulut
Foxconn
Kecil Besar
rmol news logo Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tidak mau menjelaskan alasan pabrik elektronik asal Taiwan, Foxconn, membatalkan investasinya di Indonesia.

Semula Foxconn dijadwalkan menanamkan investasi senilai 10 m­iliar dolar AS (Rp 94,8 T)dan mu­lai ber­pro­duksi pada 25 De­sem­ber 2012.

Menteri Perdagangan (Men­dag) Gita Wirjawan menjelaskan, ada beberapa corporate action Fox­conn yang membuat perusa­haan tersebut menunda investa­sinya. Salah satunya, akusisi pe­rusahaan elek­tronik terbesar di Jepang, Sharp. Selain itu, Fox­conn juga dikabarkan melaku­kan kon­so­li­dasi di China dan bebe­rapa ne­gara lainnya.

“Yang jelas mereka telah meng­­konfirmasi investasi mereka ke­pada Kepala BKPM, saya dan Menteri Perindustrian. Mereka saat ini sedang menyelesaikan dis­kusi kemitraan dengan mitra lokal,” ujar Gita kepada war­t­a­wan di Gedung Bursa Efek In­donesia (BEI) Jakarta, kemarin.

Bos Ancora Group ini men­ja­min Foxconn akan tetap mena­namkan investasinya di Indo­ne­sia. Sebab, negara ini sudah ma­suk dalam tujuan investasi pemasaran Fox­conn. Namun, ia enggan me­nye­butkan kapan investasi ter­sebut akan mulai masuk.

“Saya ti­dak bisa menyebut bu­lan sama tang­galnya. Kemarin mereka bi­lang ke saya Desember ternyata nggak jadi,” jelas Gita.

Namun, ketika Rakyat Mer­de­ka ingin  menanyakan lebih detail me­ngenai gagalnya investasi Fox­conn tersebut, Kepala BKPM Chatib Basri justru tutup mulut. Dia tidak mau menjelaskan alasannya.

“Saya tidak bisa bicara soal Foxconn. Saya hanya bisa bilang saat ini masih negosiasi,” kata Chatib dalam keterangan ter­tulis­­nya kepada Rakyat Merdeka di Ja­karta, kemarin.

Investasi produsen komponen elektronik asal Taiwan, Foxconn Technology Group semula di­tang­gapi serius oleh pemerintah Indo­nesia. Untuk mengakomodasi ke­butuhan investor itu, pemerintah menawarkan lokasi pabrik di tiga pulau yang ada di Indonesia.

Direktur Jenderal Industri Ung­gulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi mengatakan, pihaknya menawarkan lokasi di Sumatera, Jawa dan Bali. Perlu diketahui, Foxconn setidaknya me­m­bu­tuh­kan lahan seluas 1.000 hektare (ha) untuk mendirikan pabrik.

Walaupun sulit mencari areal lahan seluas itu, namun peme­rin­tah mengaku sudah memiliki la­han tersebut. Dari pe­nga­daan ta­nah sampai pem­ba­ngun pab­rik, Budi mem­prediksi akan mem­bu­tuhkan waktu hingga tiga ta­hun.

“Beli tanah saja tidak bisa se­bulan-dua bulan. Sekarang ka­mi sedang memas­tikan mereka bu­tuh berapa luas,” terang Budi.

Menteri Perindustrian (Men­pe­rin) MS Hidayat meng­aku, lah­an seluas 1.000 hek­tare untuk Fox­conn tersebut su­dah tersedia. Na­mun, Hidayat eng­gan me­nye­butkan lok­asinya.

“Antara Jawa dan Luar Jawa. Namun de­ngan total lahan seluas itu dan dukungan infrastruktur, maka ku­rang me­mungkinkan di­bangun di luar Jawa,” ujarnya.

Dia memprediksi, in­ves­tasi yang dibutuhkan Foxconn untuk membuat Indonesian Si­licon Valley bisa mencapai  8-10 miliar dolar AS atau sekitar Rp 90 tri­liun. Besaran investasi yang sama juga ditanamkan Foxconn di Brazil untuk proyek serupa.

Hidayat menegaskan, potensi investasi Foxconn di Indonesia sangat penting direa­li­sasikan. Pa­salnya, akan ada 1 juta la­­pa­ngan kerja yang tersedia bi­la in­­vestasi itu ditanamkan di Indo­ne­sia. “Yang penting in­ves­tasi ter­se­but membuka lapangan kerja yang besar di Indonesia,” papar politisi Golkar itu.

Di Taiwan, Foxconn telah me­nerima pesanan untuk mem­buat produk dari Apple hingga Mo­torola. Namun, khusus untuk in­vestasinya di Indonesia, belum ada keputusan pasti apakah Fox­conn akan membangun in­fra­struk­tur serupa dengan di Taiwan

Rencana kerja sama Foxconn dengan salah satu anak peru­sa­haan BUMN pun tidak ada ka­bar lebih lanjut. “Soal Foxconn itu belum jelas. Mereka saja su­dah tidak ada kabar apa-apa lagi ke kita,” kata Direktur Utama PT INTI Tikno Sutisna.

Menurut Tikno, keberadaan Foxconn yang belum jelas itu di­karenakan perusahaan pe­manu­faktur produk-produk Apple itu sedang didera masalah. Khu­sus­nya setelah Foxconn mem­be­rikan tekanan yang keras ke­pada peker­janya saat mem­pro­duksi iPad New, iPad 4 dan iPad mini. Apa­lagi, produk-produk baru dari Apple yang dirakit di Fox­conn ini dinilai ada kecacatan dalam be­berapa aplikasi. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA