Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tidak mau menjelaskan alasan pabrik elektronik asal Taiwan, Foxconn, membatalkan investasinya di Indonesia.
Semula Foxconn dijadwalkan menanamkan investasi senilai 10 mÂiliar dolar AS (Rp 94,8 T)dan muÂlai berÂproÂduksi pada 25 DeÂsemÂber 2012.
Menteri Perdagangan (MenÂdag) Gita Wirjawan menjelaskan, ada beberapa corporate action FoxÂconn yang membuat perusaÂhaan tersebut menunda investaÂsinya. Salah satunya, akusisi peÂrusahaan elekÂtronik terbesar di Jepang, Sharp. Selain itu, FoxÂconn juga dikabarkan melakuÂkan konÂsoÂliÂdasi di China dan bebeÂrapa neÂgara lainnya.
“Yang jelas mereka telah mengÂÂkonfirmasi investasi mereka keÂpada Kepala BKPM, saya dan Menteri Perindustrian. Mereka saat ini sedang menyelesaikan disÂkusi kemitraan dengan mitra lokal,†ujar Gita kepada warÂtÂaÂwan di Gedung Bursa Efek InÂdonesia (BEI) Jakarta, kemarin.
Bos Ancora Group ini menÂjaÂmin Foxconn akan tetap menaÂnamkan investasinya di IndoÂneÂsia. Sebab, negara ini sudah maÂsuk dalam tujuan investasi pemasaran FoxÂconn. Namun, ia enggan meÂnyeÂbutkan kapan investasi terÂsebut akan mulai masuk.
“Saya tiÂdak bisa menyebut buÂlan sama tangÂgalnya. Kemarin mereka biÂlang ke saya Desember ternyata nggak jadi,†jelas Gita.
Namun, ketika Rakyat MerÂdeÂka ingin menanyakan lebih detail meÂngenai gagalnya investasi FoxÂconn tersebut, Kepala BKPM Chatib Basri justru tutup mulut. Dia tidak mau menjelaskan alasannya.
“Saya tidak bisa bicara soal Foxconn. Saya hanya bisa bilang saat ini masih negosiasi,†kata Chatib dalam keterangan terÂtulisÂÂnya kepada Rakyat Merdeka di JaÂkarta, kemarin.
Investasi produsen komponen elektronik asal Taiwan, Foxconn Technology Group semula diÂtangÂgapi serius oleh pemerintah IndoÂnesia. Untuk mengakomodasi keÂbutuhan investor itu, pemerintah menawarkan lokasi pabrik di tiga pulau yang ada di Indonesia.
Direktur Jenderal Industri UngÂgulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi mengatakan, pihaknya menawarkan lokasi di Sumatera, Jawa dan Bali. Perlu diketahui, Foxconn setidaknya meÂmÂbuÂtuhÂkan lahan seluas 1.000 hektare (ha) untuk mendirikan pabrik.
Walaupun sulit mencari areal lahan seluas itu, namun pemeÂrinÂtah mengaku sudah memiliki laÂhan tersebut. Dari peÂngaÂdaan taÂnah sampai pemÂbaÂngun pabÂrik, Budi memÂprediksi akan memÂbuÂtuhkan waktu hingga tiga taÂhun.
“Beli tanah saja tidak bisa seÂbulan-dua bulan. Sekarang kaÂmi sedang memasÂtikan mereka buÂtuh berapa luas,†terang Budi.
Menteri Perindustrian (MenÂpeÂrin) MS Hidayat mengÂaku, lahÂan seluas 1.000 hekÂtare untuk FoxÂconn tersebut suÂdah tersedia. NaÂmun, Hidayat engÂgan meÂnyeÂbutkan lokÂasinya.
“Antara Jawa dan Luar Jawa. Namun deÂngan total lahan seluas itu dan dukungan infrastruktur, maka kuÂrang meÂmungkinkan diÂbangun di luar Jawa,†ujarnya.
Dia memprediksi, inÂvesÂtasi yang dibutuhkan Foxconn untuk membuat Indonesian SiÂlicon Valley bisa mencapai 8-10 miliar dolar AS atau sekitar Rp 90 triÂliun. Besaran investasi yang sama juga ditanamkan Foxconn di Brazil untuk proyek serupa.
Hidayat menegaskan, potensi investasi Foxconn di Indonesia sangat penting direaÂliÂsasikan. PaÂsalnya, akan ada 1 juta laÂÂpaÂngan kerja yang tersedia biÂla inÂÂvestasi itu ditanamkan di IndoÂneÂsia. “Yang penting inÂvesÂtasi terÂseÂbut membuka lapangan kerja yang besar di Indonesia,†papar politisi Golkar itu.
Di Taiwan, Foxconn telah meÂnerima pesanan untuk memÂbuat produk dari Apple hingga MoÂtorola. Namun, khusus untuk inÂvestasinya di Indonesia, belum ada keputusan pasti apakah FoxÂconn akan membangun inÂfraÂstrukÂtur serupa dengan di Taiwan
Rencana kerja sama Foxconn dengan salah satu anak peruÂsaÂhaan BUMN pun tidak ada kaÂbar lebih lanjut. “Soal Foxconn itu belum jelas. Mereka saja suÂdah tidak ada kabar apa-apa lagi ke kita,†kata Direktur Utama PT INTI Tikno Sutisna.
Menurut Tikno, keberadaan Foxconn yang belum jelas itu diÂkarenakan perusahaan peÂmanuÂfaktur produk-produk Apple itu sedang didera masalah. KhuÂsusÂnya setelah Foxconn memÂbeÂrikan tekanan yang keras keÂpada pekerÂjanya saat memÂproÂduksi iPad New, iPad 4 dan iPad mini. ApaÂlagi, produk-produk baru dari Apple yang dirakit di FoxÂconn ini dinilai ada kecacatan dalam beÂberapa aplikasi. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: