Pemerintah akhirnya meÂmastikan bahwa tarif listrik untuk golongan 1.300 volt ampere (Va) ke atas pada Januari 2013 dinaikÂkan per tiga bulan (4,3 persen per bulan) deÂngan maksimal 15 perÂsen selama setahun. Kenaikan tersebut perlu diantisipas karena akan menjadi beban bagi penguÂsaha akibat kenaikan biaya proÂduksi yang diprediksi bisa menÂcapai 15 persen.
Industri yang paling terÂkena dampak dari kenaikan TDL di antaranya usaha yang berÂgerak di bidang katering, ritel, garÂmen, kaÂrena perusahaan terÂsebut adaÂlah para pengguna listrik dan gas.
Ketua Ikatan Wanita PenguÂsaha Indonesia (Iwapi) Nita Yudi menyatakan, kenaikan TDL akan memberatkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sebab, kaÂlau TDL naik, pasti akan membeÂbani biaya produksi. ImÂbasnya akan membuat biaya tingÂgi dan harga jual barang juga tinggi.
“Bagaimana produk-produk kita mau bersaing dengan produk dari China. Barang meÂreka yang masuk ke Indonesia seÂmakin baÂnyak dan harganya semakin muÂrah,†keluh Nita kepada Rakyat Merdeka, akhir pekan lalu.
Kata Nita, satu-satunya jalan adalah dengan memperpebaiki dan menambah infrastruktur. SeÂperti pembangunan PembangÂkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan jaringan listrik di setiap daeÂrah, harus dipercepat.
Informasi yang diÂterima Rakyat Merdeka, munÂculÂnya kenaikan TDL ini salah satuÂnya dipicu gaÂgalnya proyek listrik 10.000 mega watt (MW). Semula program ini jadi andalan bagi pemerataan listrik di Tanah Air.
PT PLN mengungkapkan, samÂpai dengan akhir tahun 2012 reaÂlisasi proyek 10.000 mega watt (MW) tahap pertama akan menÂcapai 64 persen atau 6.338 MW.
“Sampai dengan akhir tahun 2012 program 10.000 MW tahap perÂtama akan tercapai 6.338 MW, atau 64 persen,†kata Direktur Utama PLN Nur Pamudji.
Diakui Nur, proyek itu meÂmang terhambat pembangunanÂnya kaÂrena beberapa persoalan teknis seÂperti peralatan yang ruÂsak sebeÂlum digunakan dan lain-lain. KabarÂnya, jika ada salah satu baut di proyek itu rusak tiÂdak bisa langÂsung diganti karena baut tersebut diimpor dari China.
“Makanya kita akan evaluasi pada proyek 10.000 MW tahap kedua,†ujar Nur. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: