Gardu PLN Belum Aman Dari Banjir, Awas Pemadaman Bergilir

Sabtu, 29 Desember 2012, 07:55 WIB
Gardu PLN Belum Aman Dari Banjir, Awas Pemadaman Bergilir
ilustrasi, Gardu PLN
Kecil Besar
rmol news logo PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sudah pasti menaikkan Ta­rif Dasar Listrik (TDL) sebesar 4,3 persen setiap tiga bulan. Ke­bijakan tersebut akan dimulai pa­da 1 Januari 2013. Ironisnya, mes­­ki TDL pasti naik, namun mas­yarakat masih dihantui ke­mung­kinan adanya pemadaman listrik bergilir jika terjadi banjir besar.

Hal itu dikarenakan seba­gian posisi gardu di Jakarta lebih ren­dah sehingga terancam bisa ter­endam banjir. Kondisi itu bisa menggangu keterSediaan paso­kan listrik di Jakarta.

Direktur operasional PLN Ja­wa Bali Ngurah Adiyana me­nga­takan, untuk mengatasi hal ter­sebut, pihaknya sudah mela­ku­kan berbagai persiapan. Di­ antara­nya meninggikan tanggul dan me­nyiapkan pompa di setiap gardu yang berpotensi banjir.

“Untuk jaringan instalasi, di­lakukan pembentengan dengan tembok dan jalan masuknya di­naikkan. Kami juga menyiapkan dua unit perahu untuk mengan­tisi­pasi banjir yang diluar pre­diksi. Selain itu juga disiapkan kolam yang dilengkapi dengan pompa air,” katanya kepada war-ta­wan di gardu induk peng­gi­lingan, Jakarta, kemarin.

Pihaknya mengakui, kondisi yang bisa ditimbulkan oleh banjir tidak jauh berbeda dari tahun lalu. Padahal, untuk melakukan anti­sipasi banjir, PLN menye­dia­kan anggaran sekitar Rp 45 mi­liar gu­na mengurangi dampak risiko ter­hadap banjir di gardu distribusi yang ada di Jakarta.

“Dampak­nya akan diminim­kan. Karena tahun lalu ada se­kitar 54 gardu yang sempat pa­dam ter­en­dam banjir. Tentunya keja­dian itu jangan sampai ter­ulang kem­bali,” jelas Ngurah.

Sekedar informasi, PLN mem­perkirakan ada sekitar 13 gardu yang dikhawatirkan akan teren­dam banjir, yang tersebar di 5 wilayah Jakarta. Yaitu gar­du Ca­wang, Muara Karang, Mua­ra Ba­ru, Muara Angke, Kembangan, Gam­bir Baru, Pulogadung, Tan­jung Priok, Pegangsaan, Depok, Setiabudi, Karet Lama dan Peng­gilingan.

Dihubungi terpisah, Pengurus Harian Yayasan Lembaga Kon­sumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, kenaikan TDL yang dicanangkan oleh PLN belum tepat untuk diterap­kan. Sebab, pelayanan yang diberi­kan oleh PLN belumlah maksi­mal.

“Seharusnya PLN memberi­kan pelayanan yang maksimal kepada para konsumen jika me­nerapkan tarif baru. Salah satunya dengan meminimalisir dampak kematian listrik akibat terjadinya banjir,” cetusnya.

Dikatakan Tulus, pelayanan perusahaan pelat merah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya meski tidak terlalu signifikan. Di samping itu, pe­nga­­duan konsumen soal listrik se­lama tahun 2012 masih dalam lima besar permasalahan setelah perbankan, air dan telekomuni­kasi. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA