.Secara umum, Indonesia meÂmang tidak terkena dampak sigÂniÂfikan pelambatan ekonomi duÂnia. Tapi, dari segi aliran dana asing yang masuk (capital inÂflow) seÂcara kumulatif di 2012, terjadi peÂnurunan hingga 36,76 persen dibanding tahun 2011.
Data yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai akhir peÂkan kemarin memperlihatkan, total capital inflow hanya sebesar Rp 15,36 triliun. Padahal, pada 2011 modal aliran dana asing yang masuk mencapai Rp 24,29 triliun.
Kepala Divisi Riset BEI Poltak Hotradero mengatakan, perlamÂbatÂan ekonomi dunia menjadi peÂnyeÂbab utama turunnya aliran daÂna asing ke pasar modal IndoÂneÂsia. Pada kuartal pertama 2012, aliran dana asing sebenarnya maÂsuk cukup deras dengan pemÂbeÂlian bersih kumulatif (foreign net buy) sebesar Rp 10,02 triliun. NaÂmun, di kuartal kedua terjadi jual bersih (foreign net sell) yang sigÂnifikan senilai Rp 8,19 triliun.
Di kuartal tiga, aliran dana asing menguat menjadi Rp 14,35 triÂliun. Tapi, pada tiga bulan terÂakhir investor asing kembali mencatatkan penjualan bersih mesÂkipun relatif tipis, yaitu seÂnilai Rp 817,49 miliar.
Untuk 2013, Poltak yakin alirÂan dana asing akan lebih baik. “Otoritas BEI menilai investor asing masih akan berinvestasi di Indonesia dalam jumlah besar. Sebab perekonomian dunia, terÂutaÂma di negara maju masih akan tertekan akibat krisis utang Eropa dan perlambatan pertumÂbuhan ekoÂnomi di India dan AmeÂrika Serikat,†jelasnya.
Poltak melanjutkan, perlamÂbatÂan ekonomi dunia juga masih akan berdampak terhadap harga komoditas. Sehingga Bank SenÂtral di seluruh dunia masih akan tetap menjaga suku bunga di level renÂdah yang diperkirakan berlanÂjut sampai 2014.
“Artinya, investor masih akan mencari alternatif investasi di neÂgara-negara emerging market, khuÂsusnya Indonesia. Oleh kaÂreÂna itu, aset Indonesia masih akan menarik minat investor asing,†katanya yakin.
Melihat kondisi ini, pengamat ekonomi Universitas PadjadjaÂran Ina Primiana sedikit keÂceÂwa. KaÂta dia, bukan hanya keÂcil, alirÂan dana asing juga cuma berkutat di pasar modal, tidak masuk ke sektor ril.
“Kebanyakan dana asing berÂputar pada jangka penÂdek. PenaÂnaman dana asing maÂsih meÂlabuh ke pasar modal,†ujar Ina.
Karena itu, Ina menyarankan pemerintah membuat aturan agar investor bisa digiring ke invesÂtasi jangka panjang. Dengan beÂgitu, dana yang masuk akan leÂbih opÂtimal dalam mendorong meÂnyeÂrap tenaga kerja dan perÂtumÂbuhan masyarakat. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: