Capital Inflow 2012 Anjlok 36 Persen

Kena Imbas Pelemahan Ekonomi Global

Kamis, 27 Desember 2012, 08:02 WIB
Capital Inflow 2012 Anjlok 36 Persen
ilustrasi/ist
Kecil Besar
rmol news logo .Secara umum, Indonesia me­mang tidak terkena dampak sig­ni­fikan pelambatan ekonomi du­nia. Tapi, dari segi aliran dana asing yang masuk (capital in­flow) se­cara kumulatif di 2012, terjadi pe­nurunan hingga 36,76 persen dibanding tahun 2011.

Data yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai akhir pe­kan kemarin memperlihatkan, total capital inflow hanya sebesar Rp 15,36 triliun. Padahal, pada 2011 modal aliran dana asing yang masuk mencapai Rp 24,29 triliun.

Kepala Divisi Riset BEI Poltak Hotradero mengatakan, perlam­bat­an ekonomi dunia menjadi pe­nye­bab utama turunnya aliran da­na asing ke pasar modal Indo­ne­sia. Pada kuartal pertama 2012, aliran dana asing sebenarnya ma­suk cukup deras dengan pem­be­lian bersih kumulatif (foreign net buy) sebesar Rp 10,02 triliun. Na­mun, di kuartal kedua terjadi jual bersih (foreign net sell) yang sig­nifikan senilai Rp 8,19 triliun.

Di kuartal tiga, aliran dana asing menguat menjadi Rp 14,35 tri­liun. Tapi, pada tiga bulan ter­akhir investor asing kembali mencatatkan penjualan bersih mes­kipun relatif tipis, yaitu se­nilai Rp 817,49 miliar.

Untuk 2013, Poltak yakin alir­an dana asing akan lebih baik. “Otoritas BEI menilai investor asing masih akan berinvestasi di Indonesia dalam jumlah besar. Sebab perekonomian dunia, ter­uta­ma di negara maju masih akan tertekan akibat krisis utang Eropa dan perlambatan pertum­buhan eko­nomi di India dan Ame­rika Serikat,” jelasnya.

Poltak melanjutkan, perlam­bat­an ekonomi dunia juga masih akan berdampak terhadap harga komoditas. Sehingga Bank Sen­tral di seluruh dunia masih akan tetap menjaga suku bunga di level ren­dah yang diperkirakan berlan­jut sampai 2014.

“Artinya, investor masih akan mencari alternatif investasi di ne­gara-negara emerging market, khu­susnya Indonesia. Oleh ka­re­na itu, aset Indonesia masih akan menarik minat investor asing,” katanya yakin.

Melihat kondisi ini, pengamat ekonomi Universitas Padjadja­ran Ina Primiana sedikit ke­ce­wa. Ka­ta dia, bukan hanya ke­cil, alir­an dana asing juga cuma berkutat di pasar modal, tidak masuk ke sektor ril.

“Kebanyakan dana asing ber­putar pada jangka pen­dek. Pena­naman dana asing ma­sih me­labuh ke pasar modal,” ujar Ina.

Karena itu, Ina menyarankan pemerintah membuat aturan agar investor bisa digiring ke inves­tasi jangka panjang. Dengan be­gitu, dana yang masuk akan le­bih op­timal dalam mendorong me­nye­rap tenaga kerja dan per­tum­buhan masyarakat. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA