AGRI Gandeng IKM Penuhi Pasokan Gula Rafinasi

Senin, 24 Desember 2012, 07:56 WIB
AGRI Gandeng IKM Penuhi Pasokan Gula Rafinasi
ilustrasi, gula
Kecil Besar
rmol news logo Asosiasi Gula Rafinasi Indo­nesia (AGRI) melakukan kerja sama dengan Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk meme­nuhi pasokan gula rafinasi.  Hal ini untuk menghindari kelang­kaan gula kristal putih di pasaran.

Apalagi, selama ini IKM men­jadi sorotan banyak pihak karena ditengarai sebagai pihak yang menjadi penyebab langkanya gu­la kristal putih di pasaran be­berapa waktu lalu. IKM di­tenga­rai menyedot gula kristal putih di pasaran sehingga gula yang di­peruntukkan buat rumah tangga itu tidak bisa memenuhi kebu­tuhan masyarakat.

Ketua AGRI Suryo Alam me­ngatakan, pihaknya sudah be­rusaha membantu mengatasi ma­salah itu dengan memberikan ke­mudahan kepada kalangan pe­ngusaha IKM untuk men­da­patkan bahan baku gula rafi­nasi untuk kegiatan usahanya.

“Salah satunya adalah mem­be­rikan fasilitas kepada koperasi dan himpunan pengusaha IKM di Yog­yakarta untuk mendapat­kan pa­sokan gula rafinasi lang­sung dari pabrik gula rafinasi di dalam ne­geri,” ujar Suryo di Ja­karta, kemarin.

Dengan kerja sama itu, para pelaku IKM akan mendapatkan pasokan gula rafinasi yang ber­kesinambungan. Selain itu, de­ngan adanya pembelian secara lang­sung, maka harga pembelian gula rafinasi akan lebih murah da­ri biasanya.

“Kegiatan kerja sama ini me­rupakan bagian dari upaya kami untuk mendorong pening­katan kinerja IKM di bidang ma­kanan dan minuman,” jelasnya.

Menurut Suryo, pihaknya ditu­gaskan pemerintah untuk menga­mankan pasokan dan distribusi gula rafinasi untuk kebutuhan in­dustri pengguna di dalam negeri. Hal ini tidak terlepas dari kemam­puan AGRI memproduksi dan men­distribusikan jenis gula tersebut.

Dia mengatakan, tahun 2012 AGRI dengan delapan anggo­tanya mendapatkan kuota impor raw sugar  bahan baku pembuat­an gula rafinasi sebanyak 2,1 juta ton. Sebe­nar­nya kuota im­por raw sugar yang bisa diper­oleh anggo­ta AGRI tahun ini mencapai 2,5 juta ton. Namun, pemerintah me­mang­kas seba­nyak 400.000 ton sebagai sanksi atas melubernya pere­daran gula rafinasi di pasar umum.

Suryo memprediksi kebutuhan gula rafinasi tahun depan akan berkisar 2,7-2,8 juta ton. “Ada ke­naikan sekitar 600.000-700.000 ton dari tahun ini,” jelasnya.

Pemilik CV Anugrah Sukses Mandiri yang bergerak di sektor minuman herbal Yogyakarta Mu­kh­lis Hari Nugroho mengaku sangat terbantu adanya kerja sama dengan AGRI dalam memenuhi kebutuhan gula rafinasinya.

Apalagi, kata dia, produk mi­numan herbal yang dipro­duksi­nya sangat membutuhkan gula rafinasi sebagai bahan baku.

“Gula jenis ini dipakai sebagai bahan baku karena kelebihan-kelebihan yang dimilikinya di­banding gula biasa,” katanya.

Menurut Mukhlis, pengguna­an gula rafinasi dalam produksi serbuk minuman herbal telah me­micu peningkatan permin­ta­an pasar. Tak heran jika omset yang diraih perusahaannya terus mengalami peningkatan, bah­kan bisa me­nem­bus pasar in­ternasional. Saat ini, omset yang diraihnya men­capai Rp 60 juta setiap bulannya.

“Pening­katan omset tentunya akan di­ikuti peningkatan pro­duk­si. Ka­mi tidak khawatir akan ke­kurangan pasokan bahan baku gula rafinasi,” cetusnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA