.Harga buah-buahan dan saÂyuran di dalam negeri mulai meÂrangkak naik di pedagang. AlaÂsanÂnya, produksinya terbatas seÂdangkan permintaan terus naik dan produk impor dikurangi.
Ketua Asosiasi Eksportir ImÂportir Buah dan Sayur Segar InÂdonesia Kafi Kurnia meÂngaÂtakan, mahalnya harga buah lokal dibanÂding impor karena diÂpengaruhi keÂterÂbatasan produksi dalam negeri.
Menurutnya, saat ini produksi buah nasional masih bergantung pada petani kecil yang terpencar-pencar. Apalagi jumlah perÂkeÂbunan komersial masih sangat sedikit, alhasil suplai buah terÂkenÂdala. “Akibatnya, produk buah unggulan harganya cendeÂrung tinggi dibandingkan dengan buah impor,†ujarnya.
Hal itu ditambah dengan semaÂkin sempitnya lahan perkebunan buah. Kondisi ini membuat inÂvesÂtasi di sektor ini terganggu.
Pemerintah sejak Oktober suÂdah mengeluarkan kebijakan kuÂota impor buah dan sayur yang diÂatur (tujuh jenis sayur, 10 jenis buah dan tiga jenis bunga serta tanaman hias).
Kementerian Pertanian hanya mengeluarkan rekomendasi imÂpor buah dan sayur segar untuk Oktober-DeÂsember 2012 sebaÂnyak 367.764 ton atau 5,5 persen dari total perÂmohonan impor yang masuk dari 76 perusahaan importir sebanyak 6,7 juta ton.
Selama ini volume impor buah dan sayur setiap bulan mencapai 260.000 ton, sehingga untuk peÂriode Oktober-Desember tahun ini impor hortikultura seharusnya 780.000 ton. Untuk impor jeruk Oktober-Desember 2012, KeÂmenÂtan hanya memberikan rekoÂmendasi 47.553 ton atau 3,5 perÂsen dari permintaan importir seÂbesar 1,35 juta ton.
Sedangkan untuk impor apel periode Oktober-Desember 2012 Kementan hanya menyetujui 39.904 ton atau 1,6 persen dari perÂÂmintaan importir 2,46 juta ton.
Wakil Ketua Gabungan ImporÂtir Hasil Bumi Indonesia (GiÂsiÂmindo) Bob B Budiman mengaÂtakan, rata-rata impor sayur dan buah segar setiap bulan mencapai 260.000 ton. Namun, kebijakan peÂngetatan impor hortikultura deÂngan sistem kuota membuat voÂlume impor buah dan sayur turun.
Akibatnya, penurunan volume impor itu membuat harga buah dan sayur di dalam negeri terus merangkak naik, sedangkan peÂmeÂrintah tidak punya parameter untuk menghitung supplay and demand hortikultura.
Untuk diketahui, permohonan impor buah 1.319 permohonan, sedangkan permohonan impor sayur 404 permohonan dari total perusahaan importir sebanyak 76 importir. Untuk periode Oktober-Desember 2012, importir mengaÂjukan impor sayur 1,44 juta ton, tetapi hanya disetujui 108.315 ton. Sedangkan permintaan imÂpor buah 5,26 juta ton tetapi haÂnya disetujui 259.449 ton.
Selain itu, impor buah dan saÂyur untuk bahan baku industri diajukan oleh 23 perusahaan sebanyak 40.366 ton, tetapi haÂnya disetujui 31.524 ton. Adapun perÂmohonan impor olahan konÂsumsi 1,04 juta ton oleh 8 peruÂsahaan, tetapi hanya disetujui 985.612 ton. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: