Produksi Domestik Terbatas Harga Buah Lokal Mahal

Pengetatan Impor Hortikultura

Kamis, 20 Desember 2012, 08:00 WIB
Produksi Domestik Terbatas Harga Buah Lokal Mahal
ilustrasi, buah-buahan
Kecil Besar
rmol news logo .Harga buah-buahan dan sa­yuran di dalam negeri mulai me­rangkak naik di pedagang. Ala­san­nya, produksinya terbatas se­dangkan permintaan terus naik dan produk impor dikurangi.

Ketua Asosiasi Eksportir Im­portir Buah dan Sayur Segar In­donesia Kafi Kurnia me­nga­takan, mahalnya harga buah lokal diban­ding impor karena di­pengaruhi ke­ter­batasan produksi dalam negeri.

Menurutnya, saat ini produksi buah nasional masih bergantung pada petani kecil yang terpencar-pencar. Apalagi jumlah per­ke­bunan komersial masih sangat sedikit, alhasil suplai buah ter­ken­dala. “Akibatnya, produk buah unggulan harganya cende­rung tinggi dibandingkan dengan buah impor,” ujarnya.

Hal itu ditambah dengan sema­kin sempitnya lahan perkebunan buah. Kondisi ini membuat in­ves­tasi di sektor ini terganggu.

Pemerintah sejak Oktober su­dah mengeluarkan kebijakan ku­ota impor buah dan sayur yang di­atur (tujuh jenis sayur, 10 jenis buah dan tiga jenis bunga serta tanaman hias).

Kementerian Pertanian hanya mengeluarkan rekomendasi im­por buah dan sayur segar untuk Oktober-De­sember 2012 seba­nyak 367.764 ton atau 5,5 persen dari total per­mohonan impor yang masuk dari 76 perusahaan importir sebanyak 6,7 juta ton.

Selama ini volume impor buah dan sayur setiap bulan mencapai 260.000 ton, sehingga untuk pe­riode Oktober-Desember tahun ini impor hortikultura seharusnya 780.000 ton.  Untuk impor jeruk Oktober-Desember 2012, Ke­men­tan hanya memberikan reko­mendasi 47.553 ton atau 3,5 per­sen dari permintaan importir se­besar 1,35 juta ton.

Sedangkan untuk impor apel periode Oktober-Desember 2012 Kementan hanya menyetujui 39.904 ton atau 1,6 persen dari per­­mintaan importir 2,46 juta ton.

Wakil Ketua Gabungan Impor­tir Hasil Bumi Indonesia (Gi­si­mindo) Bob B Budiman menga­takan, rata-rata impor sayur dan buah segar setiap bulan mencapai 260.000 ton. Namun, kebijakan pe­ngetatan impor hortikultura de­ngan sistem kuota membuat vo­lume impor buah dan sayur turun.

Akibatnya, penurunan volume impor itu membuat harga buah dan sayur di dalam negeri terus merangkak naik, sedangkan pe­me­rintah tidak punya parameter untuk menghitung supplay and demand hortikultura.

Untuk diketahui, permohonan impor buah 1.319 permohonan, sedangkan permohonan impor sayur 404 permohonan dari total perusahaan importir sebanyak 76 importir.  Untuk periode Oktober-Desember 2012, importir menga­jukan impor sayur 1,44 juta ton, tetapi hanya disetujui 108.315 ton. Sedangkan permintaan im­por buah 5,26 juta ton tetapi ha­nya disetujui 259.449 ton.

Selain itu, impor buah dan sa­yur untuk bahan baku industri diajukan oleh 23 perusahaan sebanyak 40.366 ton, tetapi ha­nya disetujui 31.524 ton. Adapun per­mohonan impor olahan kon­sumsi 1,04 juta ton oleh 8 peru­sahaan, tetapi hanya disetujui 985.612 ton. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA