Selamatkan Indonesia dengan Membangun Trust

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 13 Desember 2012, 16:34 WIB
Selamatkan Indonesia dengan Membangun <i>Trust</i>
marketing/ist
Kecil Besar
rmol news logo faktor distrust atau ketidakpercayaan di Indonesia sangat
memprihatinkan. Bahkan, di berbagai tempat, faktor ini menyebabkan konflik yang serius.

"Distrust kepada pemerintah, distrust kepada legislatif dalam kasus tertentu, juga antar komponen masyarakat kita. Dan ini sungguh-sungguh memprihatinkan kita," kata Rektor President University Jababeka yang juga Anggota KPPU terpilih, Chandra Setiawan dalam keterangan pers kepada Rakyat Merdeka Online, hari ini (Kamis, 13/12). Pernyataan ini mengulangi pernyataan serupa saat Indonesia Marketing Day Forum yang digelar di Mid Plaza Hotel, beberapa waktu lalu.

Dalam kaitannya dengan marketing dan daya saing, lanjut Chandra, marketing bisa ikut membangun Indonesia ke depan bukan hanya kepercayaan produk tapi juga kepercayaan kepada Indonesia. Tanpa membangun kepercayaan kepada Negara kita, maka tentu saja kita akan mengalami kesulitan dalam mencapai kesejahteraan ekonomi.

"Bagaimana kita mau meyakinkan Negara lain kalau Negara kita tidak bisa dipercaya? Mengutip pernyataan pak Mahfud MD, kita harus menyelamatkan Indonesia, dengan membangun trust, itu sangat penting sekali," tegas DR Chandra Setiawan.

DR Chandra Setiawan mengatakan, kalau trust bisa terbangun, sebenarnya bisa mengurangi ketidakefisienan, Trust itu tidak ternilai harganya (costless). Kalau kita perhatikan quality misalnya itu salah satu kunci. Tapi perceived quality ada faktor trust-nya. Kalau kita tidak membangun trust bagaimana orang bisa mempersepsikan bahwa Indonesia produknya berkualitas?

Dalam kesempatan tersebut, DR Chandra Setiawan, juga meminta forum untuk memperjuangkan Modern Barter Exchange. Jadi orang bisa memasarkan barang dengan barter. Di Amerika Serikat, perdagangan dengan barter sudah mencapai 30 persen. Di negara-negara lain sudah dilakukan dan perdagangannya tidak terbatas pada satu negara melainkan global.

Di Indonesia penerapan Modern Barter sangat dimungkinkan karena kita mengenal falsafah gotong royong dan system IT yang sudah mendukung. Menurutnya, Modern Barter Exchange dapat membantu mendorong idle capacity dan optimalisasi terutama pada pelaku bisnis UMKM. Kalau ada optimalisasi pasti cost ekonomi akan turun.

“Oleh karena itu melalui forum ini mari kita sama-sama mendorong penerapan marketing dengan Modern Barter Exchange, kalau dinegara-negara lain bisa berjalan dengan baik, mengapa di Negara kita tidak?” tutup Chandra. [arp]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA