Revitalisasi Pabrik Gula Omdo Bikin Seret Produksi

Kamis, 13 Desember 2012, 08:31 WIB
Revitalisasi Pabrik Gula Omdo Bikin Seret Produksi
ilustrasi, Produksi gula nasional
Kecil Besar

rmol news logo Produksi gula nasional ta­hun ini kembali tidak tercapai. Soalnya, produksi dalam negeri hanya 2,58 juta ton atau 95,6 persen dari target pemerintah 2,7 juta ton. Alasannya, karena ke­sulitan lahan

Padahal target produksi gula tahun ini sudah direvisi oleh Kementerian Pertanian (Ke­men­tan) dari 4,4 juta ton men­jadi 2,6 juta ton. Produksi tahun depan juga direvisi dari 4,9 juta ton menjadi 2,8 juta ton, se­dangkan pada 2014 target pro­duksi 5,7 juta ton diturunkan menjadi 3,1 juta ton.

Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Arum Sabil mengatakan, ka­pasitas produksi 62 pabrik gula yang kini beroperasi masih bisa dioptimalkan hingga 3 juta ton untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi secara nasional.

Karena itu, pemerintah me­ningkatkan program revita­lisasi untuk memaksimalkan kapa­sitas terpasang pabrik gula, terutama yang dikelola BUMN. “Saya melihat prog­ram revi­ta­lisasi yang dija­lan­kan pe­me­rintah masih sete­ngah hati,” kritiknya.

Padahal, para petani dan pabrik gula sudah melakukan upaya-upaya perbaikan dari sisi budidaya tanaman. Arum me­ngatakan, produksi gula na­sional pada tahun ini mencapai hampir 2,6 juta ton atau me­ningkat dibanding 2011 yang hanya sekitar 2,2 juta ton.

Faktor peningkatan produksi dipengaruhi pola tanam yang baik dan dukungan iklim yang cukup bagus sepanjang 2012. Selain itu, rendemen sebagian besar pabrik gula juga naik, seperti di PTPN X dan XI. Ke­naikan produksi itu juga di­im­bangi membaiknya harga gula selama musim giling se­hingga menguntungkan kalangan petani.

Dirjen Perkebunan Ke­men­terian Pertanian Gamal Nasir mengatakan, tidak tercapainya target produksi gula tahun ini 2,7 juta ton karena tidak ada tambahan lahan baru untuk perkebunan tebu.

Ditambah lagi, program revi­ta­lisasi pabrik gula juga tidak berjalan baik, sehingga ren­de­men belum optimal. Kendati begitu, dia optimistis target pro­duksi gula tahun depan 2,8 juta ton bisa terwujud.

Untuk stok, Gamal mengakui, pemerintah memiliki lebih dari 1 juta ton gula guna mencukupi kebutuhan pada Januari-Mei 2013. Stok gula itu berasal dari impor gula mentah (raw sugar) yang dilakukan BUMN gula dan beberapa perusahaan swas­ta sebanyak 260.000 ton pada pertengahan tahun ini.

General Manajer Pengem­bangan Usaha PTPN XI Adig Suwandi menambahkan, pro­duksi gula PTPN XI tahun ini meningkat, dari sebelumnya hanya 316.000 ton menjadi sekitar 410.000 ton, termasuk kenaikan dari sisi rendemen yang mendekati delapan persen.

“Secara kapasitas, produksi pabrik gula milik BUMN se­benarnya masih bisa digenjot melalui program revitalisasi. Diharapkan target swasembada gula (konsumsi) pada 2014 bisa tercapai,” katanya.

Adig mengatakan, harga gula sedang baik. Membaiknya harga gula kali ini juga tidak lepas dari rendahnya peredaran gula ra­finasi di pasar bebas. “Bahkan harga lelang gula lokal sempat menembus angka Rp 11.500 per kilogram,” ucapnya.

Untuk diketahui, kebutuhan gula konsumsi di dalam negeri setiap tahun 2,7 juta ton. Pro­duksi gula di dalam negeri se­lama ini hanya untuk kebutuhan konsumsi masyarakat, se­dang­kan kebutuhan gula untuk industri dipasok oleh industri gula rafinasi.  [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA