.Bak gayung bersambut, Menteri BUMN Dahlan Iskan menawarkan beberapa perusahaan pelat merah untuk terlibat proyek infrastruktur di DKI Jakarta. Diperlukan transparansi tender dan jaminan tidak kongkalikong di proyek tersebut.
Pengamat perkotaan Yayat Supriatna menyambut positif renÂcana Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengÂÂganÂdeng perusahaan BUMN daÂlam mengÂgarap proÂyek-proyek infrastruktur di Jakarta. MenuÂrutnya, selama ini banyak proÂyek yang belum terÂlakÂsana bahÂkan terbengkalai diÂseÂbabkan masalah pendanaan.
“Seperti proyek moÂnorel yang terbengkalai itu kan karena maÂsalah pendaÂnaan. Nah, kebetulan ada tawaran menarik dari MenÂteri BUMN untuk beÂkerja sama. ArtiÂnya akan ada sumber-sumber pendanaan baru selain dari APBD dan APBN,†ujarnya kepada RakÂyat MerÂdeka, kemarin.
Menurut Yayat, sudah sewajarÂnya perusahaan-perusahaan BUMN dilibatkan dalam proÂyek-proyek untuk kepenÂtingan publik. Dengan menganÂdeng leÂbih baÂnyak BUMN, akan memÂberikan peluang bagi perusahaan pelat merah ini untuk ikut berÂkonÂÂtriÂbusi pagi pelayanan publik.
“Memang idealnya proyek unÂtuk kepentingan masayarakat diserahkan kepada perusahaan BUMN. Misalnya penyediaan air minum, pembangunan jalan, peÂngelolaan sampah dan lainnya. Dengan begitu, secara tidak langÂsung masyarakat juga ikut terlibat dalam hal pendanaan,†jelasnya.
Dosen Universitas TriÂsakti ini mengungkapkan, banyak proyek yang mendesak harus seÂgera diÂlakukan Pemprov Jakarta. MenuÂrutnya, dengan menganÂdeng peÂrusahaan BUMN dihaÂrapÂkan proyek itu segera dapat diÂrealiÂsasikan. “Pembangunan moÂnorel harus dilanjutkan. KemuÂdian peÂngadaan bus tambahan untuk Transjakarta. Belum lagi masalah sanitasi seperti pengeÂlolaan samÂpah dan penyediaan air bersih yang masih menjadi perÂmasalaÂhan,†ungkap Yayat.
Sebelumnya, Dahlan Iskan mengÂÂajak sejumlah perusahaan BUMN untuk ikut bersama GuÂberÂnur DKI Jakarta Joko Widodo menyelesaikan perÂmasalahan infrastruktur di wilaÂyah Jakarta. Mulai dari sarana transportasi, pelabuhan hingga perumahan.
“BUMN punya banyak keÂmamÂpuan dan siap dalam mengaÂtasi berbagai kendala yang dihaÂdapi Pemprov Jakarta untuk meÂnyelesaikan sejumlah program pembangunan infrastruktur sebaÂgai solusi mengatasi kemacetan Jakarta,†ujar Dahlan saat meÂnerima kedatangan Jokowi di Kantor Kementerian BUMN, JaÂkarta, Selasa (16/10).
Dalam acara tersebut, Dahlan diÂdampingi sejumlah direksi dari BUMN Karya seperti PT Waskita Karya (Persero), PT Hutama Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) dan PT Pembangunan Perumahan (Persero). Sementara untuk transportasi, Dahlan meÂnyoÂdorkan PT Kereta Api IndoÂnesia (KAI) agar membeÂnahi jaÂlur kereta api di JabodeÂtabek. Tujuannya agar lebih baÂnyak mengangkut penumpang.
Pembicaraan kedua pejabat ini meliÂputi pemÂbanguÂnan kembali moÂnoÂrel yang mangÂkrak, peningÂkatan fasiÂlitas layanÂan kereta rel listrik (KRL), pembangunan ruÂmah susun di kawasan kumuh, pembangÂuÂnan jalan tol, proyek jalan khusus truk dari Bekasi hingga Tanjung Priok. Mengenai pemÂbangunan kembali monorel, Dahlan mengaÂtakan, Adhi Karya siap meÂnuntaskan proyek yang sempat terhenti tersebut.
Pengamat Ekonomi Didik J Rachbini mengatakan, kerja sama antara Pemprov Jakarta dengan perusahaan BUMN merupakan langkah yang perlu diapresiasi. Menurutnya, kerja sama itu bisa menjadi awal yang baik memÂperbaiki infrastruktur di Jakarta.
“Kita lihat saja nanti bagaimaÂna kerja sama tersebut bisa berÂmanÂfaat untuk masyarakat di Jakarta. Semoga beberapa proyek bisa seÂlesai sesuai kebutuhan masyaraÂkat,†ujar Didik kepada Rakyat MerÂdeka, kemarin.
Koordinator Divisi Monitoring Pelayanan Publik Indonesia CorrupÂtion Watch (ICW) Febri Hendri mengatakan, tidak masaÂlah jika proyek-proyek di Jakarta akan bekerja sama dengan peruÂsahaan BUMN. Menurutnya, yang harus diperhatikan dari proÂyek di Jakarta adalah tata keÂlolaÂnya yang selama ini dinilai kuÂrang baik.
“Selama ini mulai dari pengÂadaan hingga pertangÂgungÂjaÂwaban proyek di Jakarta tidak transÂÂparan dan akuntabel. Hal itu perÂlu diperbaiki supaya tidak terÂkesan ada bagi-bagi proÂyek saja di Jakarta,†ujarnya keÂpada Rakyat MerÂdeka, kemarin.
Menurut Febri, kesulitan pubÂlik mengakses dokumen proses proyek menyebabkan banyak terÂjadi kongkalikong proyek di lingÂkungan Pemprov Jakarta. Ia berÂharap, dengan adanya kepeÂmimÂpinan baru di Jakarta, angÂgaran bisa diakses ke publik.
Sebelumnya, Gubernur Jakarta Joko Widodo mengajak investor daÂÂlam negeri atau bersinergi deÂngan sesama BUMN untuk meÂngerÂjakan proyek infrastruktur baik monorel maupun kereta laÂyang. “Lebih baik lagi BUMN, maka kita akan lebih seÂnang. Artinya, semua dalam neÂgeri,†ujar Jokowi. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: