Bea Cukai Gagalkan Ekspor Rotan Setengah Jadi 2,55 Miliar

Pengusaha Minta Jaminan Pasokan Di Dalam Negeri

Sabtu, 20 Oktober 2012, 08:11 WIB
Bea Cukai Gagalkan Ekspor Rotan Setengah Jadi 2,55 Miliar
ilustrasi, rotan
Kecil Besar
rmol news logo .Pemerintah akan mening­kat­­kan industri ekspor rotan yang me­miliki nilai tambah. Karena itu, di­perlukan berbagai kebija­kan un­tuk mengamankan pasok­an rotan mentah di dalam negeri. Ber­­bagai aksi ekspor rotan se­tengah jadi mesti dicegah.

Dirjen Bea Cukai Agung Kus­wandono mengatakan, Kantor Pe­layanan Utama Bea Cukai Tan­jung­priok Jakarta Utara baru saja menggagalkan penyelundu­pan rotan asalan dan setengah jadi se­nilai Rp 2,55 miliar. Barang sitaan yang dikumpulkan sejak Juli hingga Agustus lalu terdiri dari 17 kontainer berukuran 40 kaki.

Menurut dia, modus ekspor ille­gal ini dengan menggunakan perusahaan milik orang lain. Pe­milik perusahaan yang namanya dicatut melapor pada polisi atas dugaan penyalahgunaan nama. Rotan ini rencananya dikirim ke Singapura, China, Filipina, Thai­­land, dan Jerman.

Berdasarkan informasi, para pelaku diduga mengurus ekspor ro­tan asalan dan setengah jadi dengan mengajukan 10 Pembe­ri­tahuan Ekspor Barang (PEB) se­banyak 17 kontainer ukuran 40 kaki yang terindikasi melanggar kepabeanan dengan negara tujuan pengiriman ke Singapura, China, Filipina, Thailand, India dan Jer­man. Pelaku menjalankan modus menggunakan perusahaan milik orang lain sebagai eksportir, yakni PT SJS, PT WIE, CV KS, PT PPA dan PT KID.

Pada manifes PEB, pelaku juga memalsukan nama jenis barang yang akan dikirim berupa Plastic Furniture, Plastic Scrap, Baby Crib White dan Baby Crip Natu­ral, Viscose Yarn (benang), Vinyl Exa­mination Glove Powder Free, Paper Core dan Mug Set.

Sedangkan pihak Kemen­terian Perindustrian (Kemenpe­rin) me­nargetkan ekspor produk rotan pada 2013 mencapai 230 juta dolar AS. Pangsa pasar yang di­bidik adalah Amerika Serikat (AS) dan Eropa. “Semester II-2012 kinerja ekspor mebel dan ke­rajinan rotan di AS dan Eropa menduduki posisi ke enam di ba­wah China dan Vietnam,” kata Direktur Hasil Hutan dan Perke­bunan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Aryan Warga di Ja­karta, kemarin.

Ketua Umum Aso­siasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI) Soe­noto mengatakan, minimnya ba­han baku membuat utilitas produ­sen rotan mencapai 20 persen, setara dengan nilai ekspor sekitar 100 juta dolar AS per tahun.

“Selama ini kapasitas produk­si pe­laku usaha rotan di dalam ne­geri sangat besar,” ujarnya.

Berbekal perlindungan bahan baku rotan oleh pemerintah, me­nurut Soenoto, industri penghasil produk rotan secara bertahap me­nargetkan ekspor senilai 400-500 juta dolar AS dalam lima tahun mendatang.

“Untuk tahap awal, pelaku usaha di dalam negeri akan me­me­lihara kapasitas dalam negeri serta me­ningkatkan utilitas peru­sahaan do­mestik. Dalam lima ta­hun diha­rapkan kinerja in­dustri rotan terus stabil,” pa­par­nya. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA