.Pemerintah akan meningÂkatÂÂkan industri ekspor rotan yang meÂmiliki nilai tambah. Karena itu, diÂperlukan berbagai kebijaÂkan unÂtuk mengamankan pasokÂan rotan mentah di dalam negeri. BerÂÂbagai aksi ekspor rotan seÂtengah jadi mesti dicegah.
Dirjen Bea Cukai Agung KusÂwandono mengatakan, Kantor PeÂlayanan Utama Bea Cukai TanÂjungÂpriok Jakarta Utara baru saja menggagalkan penyelunduÂpan rotan asalan dan setengah jadi seÂnilai Rp 2,55 miliar. Barang sitaan yang dikumpulkan sejak Juli hingga Agustus lalu terdiri dari 17 kontainer berukuran 40 kaki.
Menurut dia, modus ekspor illeÂgal ini dengan menggunakan perusahaan milik orang lain. PeÂmilik perusahaan yang namanya dicatut melapor pada polisi atas dugaan penyalahgunaan nama. Rotan ini rencananya dikirim ke Singapura, China, Filipina, ThaiÂÂland, dan Jerman.
Berdasarkan informasi, para pelaku diduga mengurus ekspor roÂtan asalan dan setengah jadi dengan mengajukan 10 PembeÂriÂtahuan Ekspor Barang (PEB) seÂbanyak 17 kontainer ukuran 40 kaki yang terindikasi melanggar kepabeanan dengan negara tujuan pengiriman ke Singapura, China, Filipina, Thailand, India dan JerÂman. Pelaku menjalankan modus menggunakan perusahaan milik orang lain sebagai eksportir, yakni PT SJS, PT WIE, CV KS, PT PPA dan PT KID.
Pada manifes PEB, pelaku juga memalsukan nama jenis barang yang akan dikirim berupa Plastic Furniture, Plastic Scrap, Baby Crib White dan Baby Crip NatuÂral, Viscose Yarn (benang), Vinyl ExaÂmination Glove Powder Free, Paper Core dan Mug Set.
Sedangkan pihak KemenÂterian Perindustrian (KemenpeÂrin) meÂnargetkan ekspor produk rotan pada 2013 mencapai 230 juta dolar AS. Pangsa pasar yang diÂbidik adalah Amerika Serikat (AS) dan Eropa. “Semester II-2012 kinerja ekspor mebel dan keÂrajinan rotan di AS dan Eropa menduduki posisi ke enam di baÂwah China dan Vietnam,†kata Direktur Hasil Hutan dan PerkeÂbunan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Aryan Warga di JaÂkarta, kemarin.
Ketua Umum AsoÂsiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI) SoeÂnoto mengatakan, minimnya baÂhan baku membuat utilitas produÂsen rotan mencapai 20 persen, setara dengan nilai ekspor sekitar 100 juta dolar AS per tahun.
“Selama ini kapasitas produkÂsi peÂlaku usaha rotan di dalam neÂgeri sangat besar,†ujarnya.
Berbekal perlindungan bahan baku rotan oleh pemerintah, meÂnurut Soenoto, industri penghasil produk rotan secara bertahap meÂnargetkan ekspor senilai 400-500 juta dolar AS dalam lima tahun mendatang.
“Untuk tahap awal, pelaku usaha di dalam negeri akan meÂmeÂlihara kapasitas dalam negeri serta meÂningkatkan utilitas peruÂsahaan doÂmestik. Dalam lima taÂhun dihaÂrapkan kinerja inÂdustri rotan terus stabil,†paÂparÂnya. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: