Bumi Plc Ogah Lepas Berau Ke Bakrie Group

Jumat, 19 Oktober 2012, 08:20 WIB
Bumi Plc Ogah Lepas Berau Ke Bakrie Group
Bumi Plc
Kecil Besar
RMOL.Rencana Bakrie Group untuk keluar dari jajaran pemegang saham Bumi Plc berjalan alot. Pemegang saham Bumi Plc dikabarkan me­nye­wa penasihat investasi guna mempelajari proposal Bakrie yang bakal keluar dari perusahaan asal Inggris ini.

Pihak Bumi Plc dikabarkan ti­dak akan melepas PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) ke­pada Bak­rie. Perusahaan batu­bara yang tercatat di bursa London itu, sudah menunjuk penasihat ke­uangan untuk mem­pelajari pro­posal Bakrie soal pem­belian kem­bali 29 persen saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

“Bumi Plc telah menyewa satu bank investasi untuk mempelajari proposal Grup Bakrie,” ujar sum­ber yang mengetahui transaksi ter­sebut seperti dikutip kantor be­rita asing di Jakarta, kemarin.

Sumber itu menyatakan, pe­­na­sihat keuangan tersebut ber­a­sal dari Rotschild Group. Sa­yang­nya, dia tidak menye­but­kan detail hasil ka­jian propo­sal ter­sebut. Namun, dia menya­ta­kan, Bumi Plc dika­barkan me­nolak men­jual saham PT Berau Coal Energy.

“Sam­pai saat ini belum mem­pertim­bang­­kan penjualan saham Be­rau,” katanya, kemarin.

Sebelumnya, Grup Bakrie be­ren­cana menukar 23,8 persen sa­ham Bumi Plc dengan 10,3 per­sen saham BUMI. Selanjut­nya, Bakrie akan membeli 18,9 persen saham BUMI dan 84,7 persen saham BRAU dari Bumi Plc de­ngan dana tunai 278 juta dolar AS (Rp 2,6 triliun) yang diharap­kan selesai sebelum Natal 2012.

Sedangkan untuk membeli 84,7 persen saham BRAU, Grup Bakrie siap menggelontorkan dana 937 juta dolar AS (Rp 8,9 tri­­liun) dan dilakukan dalam wak­tu enam bulan ke depan se­hing­ga total dana men­capai 1,2 mi­liar dolar AS.

Langkah itu terpaksa di­tempuh Grup Bakrie supaya bisa lepas dari Bumi Plc. Saat ini, Nathaniel Roth­schild memiliki 11 persen saham Bumi Plc, perusa­haan yang semula ber­nama Vallar Plc.

Ke­pemilikan Rothschild lebih kecil dibanding­kan Grup Bakrie dan Samin Tan yang masing-ma­sing sebesar 23,8 persen. Se­lain itu, Grup Recapital memiliki 9,8 persen saham Bumi Plc. Sisanya 31,6 persen saham dimiliki pu­blik. Kepemilikan Samin Tan di Bumi Plc melalui PT Bor­neo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN).

Porsi yang sama (23,8 persen) juga dimiliki Grup Bakrie melalui PT Bakrie & Bro­thers Tbk (BNBR) dan Long Haul Holdings Ltd. Dengan de­mi­kian, Grup Bak­rie dan Samin Tan adalah pe­me­gang saham ter­besar Bumi Plc, induk usaha BUMI dan Be­rau Coal. Total ke­pemilikan sa­ham ke­duanya sebe­sar 47,6 per­sen. Bela­kangan, Natha­­niel Rots­child me­nyatakan mun­dur dari jajaran di­reksi Bumi Plc menyu­sul kon­flik yang sema­kin mema­nas dengan keluarga Ba­krie.

Jual Utang

Sementara itu, Stanchart beren­cana mengubah status pinjaman itu menjadi pinjaman sindikasi Standard Chartered Bank (Stan­chart) berencana menjual (sell down) pinjaman senilai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 9 triliun yang diberikan kepada BORN. Langkah tersebut untuk meng­urangi risiko gagal bayar.

Pinjaman yang diberikan seta­hun lalu itu digunakan Borneo untuk membeli 23,8 persen sa­ham Bumi Plc milik Grup Bakrie senilai 1 miliar dolar AS. Saat ini, nilai investasi Borneo pada Bumi Plc terus merosot, seiring ter­pang­­­kas­nya harga saham Bumi Plc yang tercatat di Bursa Efek London.

Koreksi itu dipicu beberapa fak­tor, seperti pelemahan harga batubara dan konflik antarpe­me­gang saham. Hal itu diperparah dengan langkah Bumi Plc yang melakukan investigasi dugaan pe­nyimpangan pengelolaan ke­uang­an di dua anak usahanya BUMI dan BRAU. Sepanjang ta­hun ini, saham Bumi Plc sudah anjlok 72 persen. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA