Pendekatan One Health Diklaim Mampu Atasi Rabies

Minggu, 14 Oktober 2012, 09:42 WIB
One Heatlh
Kecil Besar

rmol news logo Koordinator Asian Rabies Expert Bureau (AREB) Betty Do­det mengatakan, penanganan rabies tak hanya dilakukan de­ngan memberikan vaksinasi. Tetapi juga diperlukan pen­de­katan de­ngan memberikan edu­kasi dan sosialisasi bersama stakeholder medis dan m­a­sya­rakat akan bahaya rabies.

“Pemerintah bersama se­jum­­­lah petugas medis harus me­­ning­kat­kan kesa­daran masya­rakat me­lalui pen­dekatan One Health se­hing­ga penanganan bisa lebih mak­si­mal,” kata Betty, Jumat (5/10).

Menurut Betty, konsep One Health merupakan suatu strategi untuk memperluas kolaborasi gu­na menekan penyebaran virus tersebut. “One Health akan meng­­gabungkan kedokteran manusia dan hewan dalam kolaborasi antara ilmuwan, dokter, dokter he­wan, perawat dan petugas ke­sehatan untuk mengendalikan rabies di Indonesia,” terangnya.

Dokter Hewan asal India Abdul Rahman percaya, pendekatan One Health menjadi semakin penting  dalam 10 tahun terakhir, terutama dengan mewabahnya virus H5N1 atau yang  biasa dikenal dengan Flu Burung.

“Sekitar 75 persen dari penya­kit yang diderita manusia dise­bakan oleh transmisi melalui bi­natang. Sekitar 99 persen kema­tian penyakit rabies disebabkan oleh gigitan anjing. Kami sedang menghitung populasi anjing, terutama yang liar untuk mela­kukan vaksinasi atau sterilisasi,” ungkap dokter hewan ini.

Direktur Pengen­da­lian Penya­kit Bersumber Bi­na­tang (P2B2) Kemenkes Rita Kus­riastuti me­ngatakan, me­nakar populasi an­jing bukanlah pekerjaan yang  mudah. Menurutnya, pendekatan One Health perlu dilakukan ka­rena Kemenkes dan Dirjen  Pe­ternakan dari Kementerian Perta­nian bekerja sangat erat da­lam  memerangi rabies.

Dia juga meminta,  pemimpin daerah ikut andil mengendalikan virus ini, karena masih banyak orang Indonesia yang  tidak me­nyadari pentingnya untuk mem­berikan vaksin bagi hewan pe­liharaan  mereka.

Kemenkes mencatat, terdapat 84.010 kasus rabies tahun lalu dan 184 di antaranya ber­aki­bat fatal. Tahun ini,  terdapat 44.981 kasus rabies berujung ke­pada ke­matian sebanyak 55 orang.

Bali, yang merupakan sa­lah satu dae­rah endemis rabies di Indonesia, telah berhasil  me­nu­runkan angka kematian rabies ke 23 orang ta­hun lalu dari 82 orang pa­da 2010. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA