PLN Didesak Perbaiki Jaringan Gardu Induk

Selasa, 02 Oktober 2012, 08:27 WIB
PLN Didesak Perbaiki Jaringan Gardu Induk
PT PLN (Persero)
Kecil Besar

rmol news logo Pemerintah menargetkan tahun depan susut jaringan lis­trik hanya 8,5 persen. “Untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah oleh PLN untuk men­capai target tersebut. Di anta­ranya memperbaiki jaringan dan peralatan di gardu induk,” ujar Dirjen Listrik Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman, kemarin.

Menurutnya, susut jaringan merupakan kerugian energi akibat masalah teknis dan non teknis. Masalah teknis umum­nya disebabkan kualitas daya hantar listrik. Sedangkan susut non teknis umumnya diakibat­kan rusaknya instalasi di ja­ringan maupun dalam rumah yang tidak standar (akibat pen­curian) maupun menggunakan peralatan yang tidak sesuai.

“Losses di distribusi terbagi menjadi dua, pertama loses tek­nis dan kedua non teknis. Di transmisi umumnya semuanya sudah losses teknis dengan be­saran 2,1-2,2 persen. Sisanya losses di distribusi yang antara lain disebabkan jaringan dan perlengkapan yang sudah tua dan pencurian,” jelas Jarman.

Oleh karena itu, dia meminta PLN menurunkan losses dengan memperbaiki jaringan yang ada dan menekan losses non teknis akibat pencurian listrik.

Pasalnya, jika losses sema­kin rendah akan menurunkan Biaya Pokok Produksi (BPP) karena perhitungan BPP ada­lah besar kwh yang terjual di­bagi jumlah konsumen.

Sebelumnya, akan ada tam­bahan 2,9 juta rumah tangga di Indonesia teraliri listrik karena tarif dasar listrik (TDL) dinaik­­kan tahun depan. Tarif listrik dipastikan naik 15 persen de­ngan kenaikan bertahap sebe­sar 4,3 persen per triwulan.

Menteri ESDM Jero Wacik mengungkapkan, 2,9 juta calon pelanggan PLN tersebut seba­gian besar merupakan golo­ngan R1 dan R2.

“Sebanyak 1,3 juta lebih ada­lah calon pelanggan untuk go­longan R1/450 VA dan 1,07 juta lebih calon pelanggan PLN dari golongan R1/900 VA,” kata Wacik.

Di tahun 2013, PLN menar­getkan 3,18 juta pelanggan di mana 2,9 juta di antaranya sek­tor rumah tangga. Sisanya go­longan bisnis, industri dan pemerintah. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA