Pemerintah menargetkan tahun depan susut jaringan lisÂtrik hanya 8,5 persen. “Untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah oleh PLN untuk menÂcapai target tersebut. Di antaÂranya memperbaiki jaringan dan peralatan di gardu induk,†ujar Dirjen Listrik Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman, kemarin.
Menurutnya, susut jaringan merupakan kerugian energi akibat masalah teknis dan non teknis. Masalah teknis umumÂnya disebabkan kualitas daya hantar listrik. Sedangkan susut non teknis umumnya diakibatÂkan rusaknya instalasi di jaÂringan maupun dalam rumah yang tidak standar (akibat penÂcurian) maupun menggunakan peralatan yang tidak sesuai.
“Losses di distribusi terbagi menjadi dua, pertama loses tekÂnis dan kedua non teknis. Di transmisi umumnya semuanya sudah losses teknis dengan beÂsaran 2,1-2,2 persen. Sisanya losses di distribusi yang antara lain disebabkan jaringan dan perlengkapan yang sudah tua dan pencurian,†jelas Jarman.
Oleh karena itu, dia meminta PLN menurunkan losses dengan memperbaiki jaringan yang ada dan menekan losses non teknis akibat pencurian listrik.
Pasalnya, jika losses semaÂkin rendah akan menurunkan Biaya Pokok Produksi (BPP) karena perhitungan BPP adaÂlah besar kwh yang terjual diÂbagi jumlah konsumen.
Sebelumnya, akan ada tamÂbahan 2,9 juta rumah tangga di Indonesia teraliri listrik karena tarif dasar listrik (TDL) dinaikÂÂkan tahun depan. Tarif listrik dipastikan naik 15 persen deÂngan kenaikan bertahap sebeÂsar 4,3 persen per triwulan.
Menteri ESDM Jero Wacik mengungkapkan, 2,9 juta calon pelanggan PLN tersebut sebaÂgian besar merupakan goloÂngan R1 dan R2.
“Sebanyak 1,3 juta lebih adaÂlah calon pelanggan untuk goÂlongan R1/450 VA dan 1,07 juta lebih calon pelanggan PLN dari golongan R1/900 VA,†kata Wacik.
Di tahun 2013, PLN menarÂgetkan 3,18 juta pelanggan di mana 2,9 juta di antaranya sekÂtor rumah tangga. Sisanya goÂlongan bisnis, industri dan pemerintah. [Harian Rakyat Merdeka]
BERIKUTNYA >