Duh, Developer Lokal Cuma Jago Kandang...

Pembelian Aset Properti Di Luar Negeri Terus Melonjak

Jumat, 28 September 2012, 08:26 WIB
Duh, Developer Lokal Cuma Jago Kandang...
ilustrasi/ist
Kecil Besar
rmol news logo .Para investor dalam negeri mulai mengincar aset properti di luar negeri. Tiga negara yang jadi sasaran adalah Australia, Singapura dan Malaysia. Pengusaha lokal kurang jeli memanfaatkan peluang investasi ritel kelas atas ini.               

Berdasarkan data dari situs bisnis iProperty Group terung­kap, 32 persen investor Indone­sia me­ngaku gemar menanam­kan mo­dal ke wilayah yang le­tak geo­grafis­nya tidak terlalu jauh dari Indo­nesia.

CEO iProperty Group Shaun Di Gregorio menu­turkan, tiga besar tujuan investa­si properti di luar negeri yang diin­car pen­du­duk Indonesia, yakni Si­nga­pura mencapai 49 persen, Aus­tralia dan Malaysia.

“Investor asal Indonesia masuk jajaran tiga besar investor Asia yang paling banyak berin­vestasi di sektor pro­perti. Jumlah itu (32 persen) ter­tinggi kedua setelah Singapura sebesar 43 per­sen,” ujarnya di Jakarta, ke­marin.

Pihaknya memprediksi, akan ada peningkatan investasi di pa­sar properti luar negeri yang dila­kukan oleh investor asal Indo­ne­sia. Terlebih jika investor me­ya­kini stabilitas politik dan ke­pas­tian ekonomi tetap terjaga.

“Saya kira mendekati pemilu 2014, kelompok menengah kaya akan berupaya mendiversifikasi rasio, maka kita mungkin bisa me­lihat peningkatan pembelian properti luar negeri,” prediksinya.

Menurut Gregorio, peraturan ke­pemilikan aset di dua negara yang ramah bagi warga asing se­perti di Singapura dan Malaysia menjadi daya tarik bagi investor Indonesia untuk berinvestasi.

Perlu diketahui, survei yang di­lakukan oleh iProperty dilakukan di kota-kota besar Benua Asia pada periode 1 Juli hingga 31 Agustus tahun ini. Sebanyak 9.805 responden berasal dari In­do­nesia. Secara keseluruhan ada 25.754 total responden terli­bat dalam survei berbasis Internet ter­sebut. Sebanyak 58 persen per­caya membeli properti di Singa­pura atau Malaysia memberi ha­ra­pan kembali modal lebih tinggi.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Pe­rumahan dan Permukiman Se­luruh Indonesia (APERSI) Edy Ganefo menuturkan, memang ada beberapa pengembang yang melakukan ekspansi usaha ke luar negeri. Tapi jumlahnya sangat mi­nim. “Tapi kalau masyarakat atau investor memang ba­nyak yang investasi di luar ne­geri. Mungkin karena gengsi, ke­bu­tuhan, alasan keamanan, jami­nan. Atau alasan keluarga yang men­jadikan banyaknya masyara­kat membeli properti dan tanam mo­dal di negara-negara lain. Seba­gian besar pengusaha properti masih enggan ekspansi ke luar negeri. Mereka masih takut untuk keluar kandang,” cetusnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA