Sebanyak 10 saham BaÂkrie Group bertumbangan pada perdaÂgangan saham di Bursa Efek InÂdonesia (BEI) kemarin, menyuÂsul aksi jual massif saham Bumi Plc di bursa London (London Stock Exchange) akhir pekan lalu.
“Saham Bumi Plc di London tuÂrun tajam, ini memberi damÂpak neÂÂÂgatif kepada anak usaha di lantai bursa,†ujar analis BNI SeÂcurities Viviet S Putri di JaÂkarta, kemarin.
Hingga sesi pertama perdaÂgaÂngan di BEI kemarin, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tuÂrun Rp 60 (7,14 persen) menÂjadi Rp 780 dari sebelumnya Rp 820, hal yang sama menimpa saham PT BaÂkrieland DevelopÂment Tbk (ELTY) turun Rp 5 (8,57 persen) menjadi Rp 54 dari Rp 59.
Berikutnya PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) turun Rp 5 (7,87 perÂsen) menjadi Rp 81 dari seÂbeÂlumnya Rp 89, di bidang perkeÂbunan saham PT Bakrie SumaÂtera Plantations Tbk (UNSP) amÂblas Rp 6 (4,11 persen) menjadi Rp 140 dari Rp 146.
Adapun saham kelompok afiÂliasi Grup Bakrie di bidang konÂtrakÂtor energi PT Energi Mega PerÂsada Tbk (ENRG) juga tergeÂrus Rp 4 (4,17 persen) menjadi Rp 92 dari sebelumnya Rp 96, saÂham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) di sektor pertambangan batubara bercokol di dasar batas miÂnimal harga saham yakni Rp 50 dengan frekuensi 18 kali.
Begitu juga dengan induk usaÂhaÂnya, PT Bakrie & Brothers, yang pada perdagangan hari ini tidak ditransaksikan. Adapun saÂham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) terÂgerus Rp 9 (4,39 persen) menjadi Rp 196 dari Rp 205, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) tertekan Rp 40 (7,02 persen) menjadi Rp 530 dari seÂbeÂlumnya Rp 570
Viviet mengungkapkan, pada perÂdagangan Jumat (21/9), saÂham Bumi Plc di bursa London terÂÂgerus 21 persen menÂjadi Rp 195,90 sen poundsterling dari poÂsisi sebeÂlumnya 250,10 sen poundÂsterling. Penurunan ini meruÂpakan level terendah seÂpanÂjang sejarah.
Dia mensinyalir, penurunan harga saham Bumi Plc juga tak leÂpas dari membumbungnya utang anak usahanya, Bumi ReÂsources, yang segera jatuh tempo. Utang jaÂtuh tempo Bumi ReÂsources taÂhun ini mencapai 638 juta dolar AS.
Sejumlah kabar menyebutkan, kejatuhan Bumi Plc karena tidak adanya kejelasan nasib penjualan Fajar Bumi Sakti yang diharapÂkan mencapai 200 juta dolar AS untuk membayar sebagian kecil utangÂnya.
Bumi Plc merupakan induk usaha Bumi Resources dan Berau Coal Energy yang dibentuk pada 28 Juni 2011 bersama Nathaniel Rothschild. Perusahaan ini meÂruÂpakan salah satu eksportir batu bara terbesar di dunia termasuk China, India dan Jepang. [Harian Rakyat Merdeka]
BERIKUTNYA >
BERITA TERKAIT: