Boediono Kandaskan Proyek Mobil Listrik

Lebih Tertarik Kembangkan Mobil Hibrida & Berbahan Bakar Gas

Sabtu, 22 September 2012, 08:32 WIB
Boediono Kandaskan Proyek Mobil Listrik
Boediono
Kecil Besar
rmol news logo Wakil Presiden (Wapres) Boediono ternyata lebih tertarik mengembangkan program mobil berbahan bakar gas dibandingkan proyek mobil listrik. Berdalih memanfaatkan pasokan gas yang melimpah.

Pemerintah sedang mendo­rong pemanfaatan gas dalam berbagai sektor, mulai dari kelis­tri­kan, industri, rumah tangga, hingga transportasi.

Boediono mendesak para pro­dusen mobil di Indonesia, se­ti­daknya tahun depan te­lah men­cip­takan mobil berbahan ba­kar gas. Sebab, selain lebih ramah ling­ku­ngan, bahan bakar alter­na­tif itu tersedia berlimpah di Tanah Air.

Berbicara saat membuka pa­me­ran Indonesia International Motor Show Ke-20 di Jakarta Inter­natio­nal Expo, ke­marin, Boe­diono me­nga­takan, pemerin­tah sedang men­­dorong pemanfaatan gas da­lam berbagai sektor, mulai dari ke­­­listrikan, industri, rumah tang­ga, hingga transportasi.

“Menurut saya, yang segera da­pat kita laku­kan adalah peme­rintah ingin men­dorong pemanfa­atan gas dalam berbagai sektor, ter­ma­suk industri otomotif,” papar Boediono.

Sementara untuk mobil listrik, Boediono tidak berharap mobil itu akan bisa diwujudkan dalam waktu dekat karena menurutnya masih membutuhkan persiapan yang lebih matang.

“Saya tidak harapkan (mobil listrik) terjadi da­lam waktu dekat. Biarkan pro­sesnya berjalan de­ngan alamiah, dengan irama yang bisa kita laku­kan bersama-sa­ma,” tukas bekas Gu­bernur BI ini.

Wapres menekankan, pe­ngem­bangan kendaraan berbahan ba­kar gas adalah prioritas bagi pe­me­rintah karena ketersediaan gas di Indonesia yang melimpah. Se­­men­tara bahan bakar minyak  se­makin menipis dan mem­be­bani keuangan peme­rin­tah.

“Karena gas ini banyak ter­sedia. Sumbernya tersedia begitu ba­nyak, jadi ini kompatibel de­ngan industri yang kita ingin­kan,” ce­tus bekas ekonom UGM itu.

Selain mendorong pengem­bangan mobil gas , Boediono ju­ga berusaha meyakinkan para  pelaku in­dustri otomotif Indo­nesia  mem­­produksi mobil hib­rida dan mobil listrik sebagai alternatif untuk kendaraan ber­bahan bakar minyak (BBM).

Sebelumnya, Menko Pereko­no­mian Hatta Rajasa menegas­kan, untuk mewujudkan mobil listrik yang ramah lingkungan, peme­rintah saat ini fokus pada tiga rencana pengembangan. Ke­bera­daan mobil listrik ini di­klaim da­pat mengurangi ketergantu­ngan terhadap BBM.

Hatta me­nga­takan, tiga fokus utama peme­rintah tersebut, yak­ni pengem­bangan desain, in­sentif yang akan diberikan dan produk­si massal.

Pengembangan desain, kata Hatta, sedang dikaji oleh Ke­men­terian Pendidikan dan Ke­bu­da­yaan. Sedangkan me­nge­nai in­sentif fiskal akan di­tangani oleh Kementerian Ke­uang­an.

“Untuk produksi massal, Ke­men­terian Perindustrian yang akan mengurus,” kata Hatta.

Proyek mobil lis­trik menjadi per­bincangan hangat setelah Men­­­teri BUMN Dahlan Iskan in­tensif menguji coba kendaraan ramah lingkungan itu. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA