Wakil Presiden (Wapres) Boediono ternyata lebih tertarik mengembangkan program mobil berbahan bakar gas dibandingkan proyek mobil listrik. Berdalih memanfaatkan pasokan gas yang melimpah.
Pemerintah sedang mendoÂrong pemanfaatan gas dalam berbagai sektor, mulai dari kelisÂtriÂkan, industri, rumah tangga, hingga transportasi.
Boediono mendesak para proÂdusen mobil di Indonesia, seÂtiÂdaknya tahun depan teÂlah menÂcipÂtakan mobil berbahan baÂkar gas. Sebab, selain lebih ramah lingÂkuÂngan, bahan bakar alterÂnaÂtif itu tersedia berlimpah di Tanah Air.
Berbicara saat membuka paÂmeÂran Indonesia International Motor Show Ke-20 di Jakarta InterÂnatioÂnal Expo, keÂmarin, BoeÂdiono meÂngaÂtakan, pemerinÂtah sedang menÂÂdorong pemanfaatan gas daÂlam berbagai sektor, mulai dari keÂÂÂlistrikan, industri, rumah tangÂga, hingga transportasi.
“Menurut saya, yang segera daÂpat kita lakuÂkan adalah pemeÂrintah ingin menÂdorong pemanfaÂatan gas dalam berbagai sektor, terÂmaÂsuk industri otomotif,†papar Boediono.
Sementara untuk mobil listrik, Boediono tidak berharap mobil itu akan bisa diwujudkan dalam waktu dekat karena menurutnya masih membutuhkan persiapan yang lebih matang.
“Saya tidak harapkan (mobil listrik) terjadi daÂlam waktu dekat. Biarkan proÂsesnya berjalan deÂngan alamiah, dengan irama yang bisa kita lakuÂkan bersama-saÂma,†tukas bekas GuÂbernur BI ini.
Wapres menekankan, peÂngemÂbangan kendaraan berbahan baÂkar gas adalah prioritas bagi peÂmeÂrintah karena ketersediaan gas di Indonesia yang melimpah. SeÂÂmenÂtara bahan bakar minyak seÂmakin menipis dan memÂbeÂbani keuangan pemeÂrinÂtah.
“Karena gas ini banyak terÂsedia. Sumbernya tersedia begitu baÂnyak, jadi ini kompatibel deÂngan industri yang kita inginÂkan,†ceÂtus bekas ekonom UGM itu.
Selain mendorong pengemÂbangan mobil gas , Boediono juÂga berusaha meyakinkan para pelaku inÂdustri otomotif IndoÂnesia memÂÂproduksi mobil hibÂrida dan mobil listrik sebagai alternatif untuk kendaraan berÂbahan bakar minyak (BBM).
Sebelumnya, Menko PerekoÂnoÂmian Hatta Rajasa menegasÂkan, untuk mewujudkan mobil listrik yang ramah lingkungan, pemeÂrintah saat ini fokus pada tiga rencana pengembangan. KeÂberaÂdaan mobil listrik ini diÂklaim daÂpat mengurangi ketergantuÂngan terhadap BBM.
Hatta meÂngaÂtakan, tiga fokus utama pemeÂrintah tersebut, yakÂni pengemÂbangan desain, inÂsentif yang akan diberikan dan produkÂsi massal.
Pengembangan desain, kata Hatta, sedang dikaji oleh KeÂmenÂterian Pendidikan dan KeÂbuÂdaÂyaan. Sedangkan meÂngeÂnai inÂsentif fiskal akan diÂtangani oleh Kementerian KeÂuangÂan.
“Untuk produksi massal, KeÂmenÂterian Perindustrian yang akan mengurus,†kata Hatta.
Proyek mobil lisÂtrik menjadi perÂbincangan hangat setelah MenÂÂÂteri BUMN Dahlan Iskan inÂtensif menguji coba kendaraan ramah lingkungan itu. [Harian Rakyat Merdeka]
BERIKUTNYA >
BERITA TERKAIT: