Pemerintah belum menyerah minta harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dinaikkan. Padahal, DPR telah menolaknya mentah-mentah.
Usulan kenaikan BBM subsiÂdi kali ini disampaikan Wakil MenÂteri Energi dan Sumber Daya MiÂneral (ESDM) Rudi RuÂbianÂdini. Dia mengusulkan keÂnaikan harÂga bensin dilakukan secara berÂtahap per tiga bulan sekali, seÂÂperti forÂmula rencana kenaikÂan tarif dasar listrik (TDL).
Untuk besarannya, bekas DeÂputi Pengendalian Operasi BaÂdan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (BP Migas) itu meÂnguÂsulÂkan kenaikan harga bensin Rp 500 per liter per tiga buÂlan. SeÂÂlama setahun kenaikan itu biÂsa mencapai Rp 1.500 per liter.
“Langkah jangka panjangnya sesuaikan harga premium Rp 500 per liter tiap triwulan selama tiga kali sampai tercapai harga preÂmium Rp 6.000 per liter. SeÂlain memperkecil disparitas harÂga, kenaikan Rp 500 per liter juga tidak akan terlalu membeÂratkan masyarakat,†kata Rudi di kanÂtornya, kemarin.
Menurutnya, jika disparitas harga BBM subsidi dengan non subÂsidi masih tinggi seperti seÂkaÂrang, akan sulit untuk mengÂhemat kuota bensin subsidi. SoalÂnya, orang lebih tertarik meÂmaÂkai preÂmium karena harganya jauh lebih murah dan target pengÂÂhematan sulit tercapai.
Apalagi saat ini 77 persen penggunaan BBM subsidi jatuh ke tangan yang tidak berhak seÂperti golongan mampu maupun industri.
Dengan kenaikan Rp 500 per tiga bulan dalam setahun, neÂgara dapat menghemat Rp 40-45 triÂliun. Sementara jika langÂsung diÂnaikkan dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000 per liter, neÂgara bisa heÂmat Rp 56 triliun. Anggaran pengÂhematannya akan dialihÂkan unÂtuk pembaÂnguÂnan inÂfraÂstrukÂtur dan keseÂjahteraan rakyat.
Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) juga mengaku, jebolnya kuota BBM subsidi di beberapa daerah banyak disebabÂkan penyelundupan.
Direktur BBM BPH Migas Djoko Iswanto pun mengusulkan harga BBM subsidi dinaikkan untuk menekan penyelundupan.
“Kuota (BBM subsidi) DKI jeÂbol bukan hanya karena konÂsumsi kenÂdaraan, tetapi banyak juga yang dicuri,†kata Djoko.
Menurut Djoko, modus penyeÂlundupan BBM DKI mengisi deÂngan menggunakan truk boks tingÂgi yang di dalamnya berisi drum-drum. Jadi, kalau dari samÂping kanan kiri tidak terlihat kaÂrena tertutup badan truk, tapi daÂri atas terlihat isinya drum-drum.
Drum itu kemudian ditampung hingga banyak. Tapi, ada juga yang dikirim langsung. Dikirim ke mana, Djoko mengatakan, ke industri-industri yang ada di TaÂngerang dan perkebunan di SuÂmatera. “Kegiatan ini kan ada yang membekingi,†katanya.
Direktur Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan LegisÂlatif (Majelis) Sugiyanto meÂnyangÂkan langkah pemerintah yang mengusulkan adanya pemÂbatasan pembelian BBM subÂsidi untuk menjaga kuota.
“Kalau penyebab jebolnya kuoÂta BBM subsidi itu karena penyelundupan, maka kegiatan itu yang harus ditindak. BukanÂnya masyarakat yang harus diÂbebankan dengan pengaturan itu,†kritik Sugiyanto.
Dia juga menilai, usulan peÂmerintah menaikkan BBM Rp 500 per liter per tiga bulan sekali selama setahun sulit terealisasi. Sebab, tekanan poliÂtisnya akan sangat kuat. “ArguÂmen pemeÂrintah apapun untuk menaikkan harga BBM subsidi pasti akan ditolak, karena tahun depan suÂdah masuk tahun politik. DPR akan menÂjaga citranya seÂmuaÂnya,†sindirnya. [Harian Rakyat Merdeka]
BERIKUTNYA >
BERITA TERKAIT: