27 Juta Orang Miskin Belum Ter-cover Jamsos

Kamis, 13 September 2012, 08:00 WIB
27 Juta Orang Miskin Belum Ter-cover Jamsos
ilustrasi/ist
Kecil Besar
rmol news logo Pemerintah diminta me­naikkan anggaran penanganan kemiskinan, mengingat saat ini masih ada 27 juta lebih ma­syakat miskin yang belum ter­cover jaminan sosial (Jamsos).

Anggota Komisi VIII DPR Abdul Hakim mengatakan, dalam RAPBN 2013 peme­rin­tah hanya menganggarkan Rp 2,88 triliun untuk jami­nan so­sial bagi 2,4 juta ru­mah tang­ga sasaran miskin (RTSM) me­lalui program ban­tuan lang­sung tunai (BLT) bersyarat.

“Hingga 2013, pemerintah baru mampu meng-cover 8 persen dari jumlah penduduk mis­kin di Indonesia yang mencapai 30,02 juta per Maret 2011. Sisanya lebih dari 27 juta warga miskin belum men­dapatkan jaminan sosial be­rupa BLT bersyarat ini,” kata Hakim di Jakarta, kemarin.

Masih banyak masyarakat miskin yang belum ter-cover PKH itu sangat dikhawatir­kan, mengingat Undang-Un­dang No.13 tahun 2011 meng­ama­natkan penanganan untuk fa­kir miskin. Karena itu, ang­garan untuk BLT bersyarat harus te­rus dinaikkan karena pena­nganan masyarakat mis­kin ti­dak bisa ditunda-tunda.

“Orang miskin harus men­da­patkan penanganan prio­ritas. Mereka butuh makan, pa­kaian dan lapangan kerja agar bisa tetap hidup,” kata ang­gota Fraksi PKS ini.

Di tempat terpisah, Kemen­terian Kelautan Dan Per­ika­nan (KKP) menggandeng TNI Angkatan Darat mening­kat­kan pembangunan desa pesisir sekaligus mening­katkan ke­hidupan nelayan dan men­jauh­kan dari kemiskinan. Kerja sama ini merupakan du­­kungan kementerian ter­hadap program TNI Ma­nung­gal Ma­suk Desa (TMMD).

“Ada nilai strategis yang terkandung dalam kerja sama ini, yakni terbentuknya se­ma­ngat kebangsaan dan jiwa nasionalisme masyarakat,” kata Menteri Kelautan dan Per­ikanan Sharif Cicip Su­tardjo saat pembukaan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) TMMD ke-89, kemarin.

Cicip mengatakan, kerja sa­ma ini juga didasari KKP yang tak hanya bertang­gung jawab pada kegiatan nelayan di laut saja, tetapi juga ter­hadap ke­giatan petani tambak dan petani darat.

Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Pramo­no Edhie Wibowo menam­bah­kan, sasaran TMMD terdiri atas sasaran fisik dan non fi­sik. Sasaran fisik antara lain pembangunan dan rehabilitasi rumah tinggal sebanyak 133 unit, pembangunan dan reha­bilitasi jalan sepanjang 136.442 meter.

“KKP juga telah melakukan perluasan dan percepatan pe­ngentasan kemiskinan me­lalui program Peningkatan Ke­hidupan Nelayan (PKN). Upa­ya untuk meningkatkan ke­hidupan nelayan sebagai ba­gian dari program Pro-Rak­yat memiliki,” jelasnya.  [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA