PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berani menjamin pasokan listrik selama Lebaran aman dan tidak ada lagi byar pet. Konsumsi listrik masyarakat Indonesia bahkan diperkirakan turun sekitar 15 persen.
“Karena pabrik-pabrik tidak akan beroperasi selama beberapa hari. Begitu pula dengan gedung-gedung perkantoran yang ditingÂgal mudik para pekerjanya. Itu penyumÂbang tenaga listrik yang sangat besar,†ujar Direktur Utama PLN, Nur Pamudji.
Nur menyatakan, pasokan teÂnaga listrik selama periode LeÂbaran tahun ini (H-3 sampai H+7) pada regional Jawa-Bali, regional Indonesia barat dan Indonesia timur berada pada kondisi cukup.
Menurutnya, daya mampu lisÂtrik Indonesia saat ini mencapai 30.931 megawatt, sedangkan konÂsumsi listrik selama Lebaran tuÂrun 15 persen menjadi 20.402 megaÂwatt. Jadi ada daya caÂdangan sebesar 10.529 megawatt.
Untuk wilaÂyah Indonesia barat, jelas Nur, daya mampu PLN sebesar 4.944 megawatt dan diperkirakan beban puncak menÂcapai 4.585 megawatt. Sehingga ada cadangan listrik 348 megawatt.
Untuk regional Jawa-Bali, daya mampu listrik PLN menÂcapai 23.640 megawatt, seÂdangÂkan beban puncak hanya 13.750 megawatt dan ada cadangan lisÂtrik sebesar 9.890 megawatt. SeÂdangkan Indonesia Timur, daÂya mampu listrik PLN sebesar 2.358 megawatt sedangkan beban punÂcaknya turun menjadi 2.067 meÂgaÂwatt, sehingga ada cadaÂngan listrik sebesar 291 megawatt.
“Berdasarkan pengalaman selama ini, beban puncak pada LeÂÂbaran umumnya lebih rendah dibanÂding beban puncak pada hari kerja. Kalau biasanya konsumsi BBM naik selama Lebaran, PLN justru kelebihan listrik,†ucap Nur.
Untuk menjaga pasoÂkan listrik aman dan lancar, PLN melakukan pemeliharaan jariÂngan dan menyiapkan petugas siaga jika sewaktu-waktu terÂjadi gangguan. “Jika terjadi gangÂguan, petugas kami akan langsung memÂbetulkan. Dampak listrik padam bisa diminimalisir, “ katanya.
Selain itu, PLN juga meningÂkatkan kesiagaan menjaga keanÂdalan dan kualitas pasokan listrik, meÂningkatkan koordinasi dengan aparat terkait dan mengusahakan seminimal mungkin dampak sosial ke masyaÂrakat jika terjadi gangÂguan yang mengakibatkan konÂdisi defisit daya.
Selanjutnya, untuk sistem keÂlistrikan dengan status siaga akan diupayakan dengan captive power. PLN juga terus mengÂimÂbau pelanggan tetap menÂjaÂlankan gerakan hemat listrik.
Anggota Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi salut, PLN punya nyali menjaÂmin keterseÂdiaan pasokan listrik selama LeÂbaran. Akan tetapi, jika nanti terÂjadi pemadaman bergilir atau gangÂguan listrik lainnya, PLN harus memberikan kompenÂsasi kepada konsumen.
“Perlu diukur kemampuan teknis PLN di lapangan. Jangan meÂrasa yakin kalau kondisi di lapangannya tidak siap,†ucapnya.
Menurut Tulus, pelayanan PLN harus menguntungkan konÂsumen. Selama ini, gangÂguan seperti pemadaman bergilir sangat merugikan masyaÂrakat. Dia meÂminÂta PLN terus memperbaiki pelaÂyanan terhadap konsumen.
Anggota Komisi VII DPR, Dewi Aryani mengimbau stok listrik sebaiknya tidak hanya tersedia saat Lebaran. Karena listrik merupakan kebutuhan dasar manusia dalam berkehiÂduÂpan, dan menjadi fondasi semua keÂgiatan dan proses perekonomian.
“Ketersediaan listrik mutlak harus ada sekarang, besok dan akan datang. Tidak hanya saat lebaran,†tegas politisi PDIP ini kepada Rakyat Merdeka.
Dewi mengusulkan, agar tidak terjadi pemadaman, ketersediaan listrik harus dihitung dengan cermat dan disesuaikan dengan pertumbuhan kebutuhan maÂsyaraÂkat yang setiap waktunya bertambah. [HARIAN RAKYAT MERDEKA]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: