Kalau Byar Pet, PLN Harus Beri Kompensasi Ke Konsumen

Konsumsi Listrik Lebaran Turun 15 %, Pasokan Dijamin Aman

Sabtu, 18 Agustus 2012, 10:42 WIB
Kalau Byar Pet, PLN Harus Beri Kompensasi Ke Konsumen
ilustrasi

rmol news logo PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berani menjamin pasokan listrik selama Lebaran aman dan tidak ada lagi byar pet.  Konsumsi listrik masyarakat Indonesia bahkan diperkirakan turun sekitar 15 persen.

“Karena pabrik-pabrik tidak akan beroperasi selama beberapa hari. Begitu pula dengan gedung-gedung perkantoran yang diting­gal mudik para pekerjanya. Itu penyum­bang tenaga listrik yang sangat besar,” ujar Direktur Utama PLN, Nur Pamudji.

Nur menyatakan, pasokan te­naga listrik selama periode Le­baran tahun ini (H-3 sampai H+7) pada regional Jawa-Bali, regional Indonesia barat dan Indonesia timur berada pada kondisi cukup.

Menurutnya, daya mampu lis­trik Indonesia saat ini mencapai 30.931 megawatt, sedangkan kon­sumsi listrik selama Lebaran tu­run 15 persen menjadi 20.402 mega­watt. Jadi ada daya ca­dangan sebesar 10.529 megawatt.

Untuk wila­yah Indonesia barat, jelas Nur, daya mampu PLN sebesar 4.944 megawatt dan diperkirakan beban puncak men­capai 4.585 megawatt. Sehingga ada cadangan listrik 348 megawatt.

Untuk regional Jawa-Bali, daya mampu listrik PLN men­capai 23.640 megawatt, se­dang­kan beban puncak hanya 13.750 megawatt dan ada cadangan lis­trik sebesar 9.890 megawatt. Se­dangkan Indonesia Timur, da­ya mampu listrik PLN sebesar 2.358 megawatt sedangkan beban pun­caknya turun menjadi 2.067 me­ga­watt, sehingga ada cada­ngan listrik sebesar 291 megawatt.

“Berdasarkan pengalaman selama ini, beban puncak pada Le­­baran umumnya lebih rendah diban­ding beban puncak pada hari kerja. Kalau biasanya konsumsi BBM naik selama Lebaran, PLN justru kelebihan listrik,” ucap Nur.

Untuk menjaga paso­kan listrik aman dan lancar, PLN melakukan pemeliharaan jari­ngan dan menyiapkan petugas siaga jika sewaktu-waktu ter­jadi gangguan. “Jika terjadi gang­guan, petugas kami akan langsung mem­betulkan. Dampak listrik padam bisa diminimalisir, “ katanya.

Selain itu, PLN juga mening­katkan kesiagaan menjaga kean­dalan dan kualitas pasokan listrik, me­ningkatkan koordinasi dengan aparat terkait dan mengusahakan seminimal mungkin dampak sosial ke masya­rakat jika terjadi gang­guan yang mengakibatkan kon­disi defisit daya.

Selanjutnya, untuk sistem ke­listrikan dengan status siaga akan diupayakan dengan captive power. PLN juga terus meng­im­bau pelanggan tetap men­ja­lankan gerakan hemat listrik.

Anggota Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi salut, PLN punya nyali  menja­min keterse­diaan pasokan listrik selama Le­baran. Akan tetapi, jika nanti ter­jadi pemadaman bergilir atau gang­guan listrik lainnya, PLN harus memberikan kompen­sasi kepada konsumen.

“Perlu diukur kemampuan teknis PLN di lapangan. Jangan me­rasa yakin kalau kondisi di lapangannya tidak siap,” ucapnya.

Menurut Tulus, pelayanan PLN harus menguntungkan kon­sumen. Selama ini, gang­guan seperti pemadaman bergilir sangat merugikan masya­rakat. Dia me­min­ta PLN terus memperbaiki pela­yanan terhadap konsumen.

Anggota Komisi VII DPR, Dewi Aryani mengimbau stok listrik sebaiknya tidak hanya tersedia saat Lebaran. Karena listrik merupakan kebutuhan dasar manusia dalam berkehi­du­pan, dan menjadi fondasi semua ke­giatan dan proses perekonomian.

“Ketersediaan listrik mutlak harus ada sekarang, besok dan akan datang. Tidak hanya saat lebaran,” tegas politisi PDIP ini kepada Rakyat Merdeka.

Dewi mengusulkan, agar tidak terjadi pemadaman, ketersediaan listrik harus dihitung dengan cermat dan disesuaikan dengan pertumbuhan kebutuhan ma­syara­kat yang setiap waktunya bertambah. [HARIAN RAKYAT MERDEKA]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA