Menjelang pergantian direksi pada Oktober, Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto terus memoles kinerja perusahaan dengan menargetkan proyek pembangunan sebanyak 100.000 unit rumah per tahun sampai 2013.
Program ini sekaligus memÂperkuat transformasi kedua bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini dengan stakeholder lain. Peningkatan peran PerumÂnas ini bertujuan untuk menekan angka pertumbuhan backlog (keÂkurangan rumah) hunian yang setiap tahun naik.
“Dibutuhkan political will peÂmerintah untuk mengÂgerakan sektor perumahan buat masyaÂrakat kecil. Jika itu ada, PerumÂnas bisa bangun rumah seharga Rp 70 juta dengan kualiÂtas baÂgus,†umÂbar Himawan di acara buka bersama dengan meÂdia massa di Jakarta, Jumat (10/8).
Perumnas mengaku, memÂbutuhkan suntikan dana dari peÂmerintah guna memperkuat cash flow perusahaan untuk meÂngÂakuisisi cadangan lahan dan konsÂÂtruksi rumah. Perusahaan peÂÂlat merah ini juga mengÂhaÂrapÂkan, dukungan kebijakan peÂmeÂrintah yang menugaskan PeÂrumÂnas sebagai lembaga peÂnyeÂdiaan hunian bagi masyarakat.
“Saat ini kami hanya fokus baÂgaimana proses transformasi keÂdua Perumnas dapat maksiÂmal dan dirasakan masyarakat luas. Kalaupun ada pergantian direksi, itu kewenangan pemeÂrinÂtah seÂbagai pemegang saÂham,†ujar Himawan.
Bagi Himawan, pergantian diÂreksi itu hal biasa. Namun, progÂram PeÂrumÂnas harus tetap berÂjalan seÂbagai BUMN yang baru sehat ini. Dia mengharapkan, siapaÂpun yang duduk di PerumÂnas nanti harus mampu mereaÂliÂsaÂsikan program rumah secara tepat dengan harga terjangkau bagi masyarakat kecil.
“Kalau saya dipercaya lagi oleh pemerintah, kenapa tidak. Yang jelas Perumnas harus tetap eksis menjalankan program peÂrumahÂan buat rakyat kecil,†katanya.
Pria berkacamata ini mengaÂku, telah melakukan kerja sama deÂngan BUMN PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan perusaÂhaÂan transÂportasi swasta untuk pengemÂbangan lahan di daerah.
“Kerja sama ini sangat penting untuk menambah lahan dan Insya Allah tahun ini bisa diÂrealisasikan untuk program perumahan,†ungkap Himawan.
Wakil Ketua Komisi V DPR bidang Perumahan Muhidin M Said mengatakan, Perumnas diÂanggap belum mampu meÂngaÂtasi ketersediaan rumah buat rakyat kecil. BUMN perumahan ini lebih memilih membangun huÂnian komersial.
“Belum ada prestasi baik buat Perumnas dalam pemenuhan keÂbutuhan masyarakat berpengÂhasilan rendah (MBR). AkiÂbatÂnya, angka backlog rumah terus mengalami kenaikan setiap taÂhun,†kritik Muhidin.
Muhidin mengungkapkan, saat ini angka backlog hunian ada 13,6 juta unit rumah. Tiap tahun angka ini terus naik. “Ke depan perlu ada evaluasi terÂhadap kiÂnerja Perumnas beserta stakeÂholder lainnya. Termasuk reguÂlasi perumahan, supaya backlog bisa ditekan dan masÂyarakat mudah mendapatkan rumah laÂyak huni,†pintanya.
Mengenai pergantian direksi Perumnas, Muhidin mengÂhaÂrapÂkan, direksi baru nanti harus meÂmiliki integritas di bidang perÂuÂmahan yang mampu menjadi peÂlaku utama penyedia peruÂmahan dan permukiman bagi keÂbutuhan Masyarakat BerÂpengÂhasilan RenÂdah (MBR).
“Diharapkan visi dan misi PeÂrumnas dapat lebih diopÂtiÂmalÂkan serta mampu memÂbaÂngun siÂnergi dengan Pemerintah, BUMN dan instansi lain dalam pemenuhan rumah bagi wong cilik,†tandasÂnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: