KPPU: Kartel Impor Kedelai Libatkan Pengusaha Kakap

Semester Pertama Impornya Mencapai Rp 4,8 Triliun

Jumat, 03 Agustus 2012, 08:19 WIB
KPPU: Kartel Impor Kedelai Libatkan Pengusaha Kakap
ilustrasi, kedelai
rmol news logo Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akhirnya mem­bentuk tim investigasi untuk me­nyelidiki adanya dugaan penya­lahgunaan posisi dominan dan sistem kartel dalam impor ke­delai di Indonesia. Dalam sistem kar­tel, beberapa pengusaha bisa me­ng­endalikan dan memainkan harga produk di pasaran.

“KPPU akan mengambil hak inisiatifnya yang diatur dalam un­dang-undang untuk meng­in­ves­tigasi masalah ini,” kata Ko­mi­sioner Komisi Pengawas Per­sai­ngan Usaha (KPPU) Benny Pa­saribu di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan, saat ini ada dugaan pasar impor kedelai ke Indonesia dikuasai satu pengu­saha besar. Hal ini menyebabkan pe­ngusaha besar mengatur harga dan pengusaha kecil hanya me­ngikuti harga ter­sebut.

Menurut dia, para pe­da­gang kecil impor kedelai sebenar­nya bisa menjual harga di bawah har­ga sekarang, namun hal itu tidak bisa dilakukan. “Di dalam hu­kum persaingan usaha, itu bisa diduga melakukan konste­lasi kar­tel,” ujar Benny.

Bekas politisi PDIP ini me­nga­kui, harga kedelai di Amerika Serikat mengalami kenaikan ka­rena kekeringan. Dia men­con­tohkan, dari bulan Januari hingga Juli kenaikkannya hanya 30 per­sen dari harga normal di pasar inter­nasional. Namun, pihaknya ter­kejut ketika di Indonesia ke­naikan harganya bisa mencapai 60 persen lebih. Dia menduga ada ben­tuk kartel dalam praktik im­por kedelai tersebut.

Ketua KPPU Tajuddin Noer Said pernah menyebut, ada dua  penguasa kedelai impor, yaitu PT Gerbang Cahaya Utama (GCU) dan PT Cargill Indonesia. GCU menguasasi pasar impor kedelai dalam negeri mencapai 47 persen dan Cargill mencapai 28 persen.

Sementara pengusaha impor kedelai lainnya berdasar­kan data 2008 antara lain PT Citra Bakhti Mu­lia mengusai pasar kedelai impor sebesar empat persen dan PT Alam Agriasi Perkasa sebesar 10 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi impor kedelai selama semester pertama 2012 ini sebanyak 893.000 ton dengan nilai 511,1 juta dolar AS atau ku­rang lebih Rp 4,8 triliun.

Vo­lume impor kedelai yang men­capai 893.000 ton ini, kurang le­bih sama dengan produksi ke­delai dalam negeri selama se­tahun.  [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA