Tudingan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) soal dugaan kartel bisnis kedelai tidak bisa dianggap enteng. Hanya Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) yang diperkirakan mampu mengimbangi peran dua imÂportir kakap kedelai, yakni PT Gerbang Cahaya Utama dan PT Cargill Indonesia.
Rencana pemerintah akan mengÂizinkan perajin tempe dan tahu untuk mengimpor langsung kedelai dari produsen di luar neÂgeri guna menekan kartel, tidak akan berjalan maksimal.
“Untuk bisa impor langsung kedelai memÂÂbutuhkan biaya yang besar, apalagi ada miniÂmum carÂgo,†kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah KementeÂrian PerÂindustrian Euis Saedah di Jakarta, kemarin.
Euis mengatakan, minimum cargo impor kedelai mencapai 80.000 ton. Aturan ini yang memÂbuat perajin tahu dan tempe tidak sanggup melakukan impor langÂsung karena membutuhkan biaya yang besar. Tidak heran, jika imÂpor kedelai hanya dikuasai oleh beberapa perusahaan besar saja.
Meski demikian, Kemenperin juga ingin agar kartel impor (doÂminasi pasar oleh beberapa imÂporÂtir) kedelai dihapus karena memÂbuat harga kedelai menjadi tinggi. Semua pihak harus turut berÂpartiÂsipasi membantu kegiÂatan impor langsung oleh perajin tempe agar harga kedelai bisa murah.
Sebelumnya, KPPU menÂsiÂnyaÂÂlir, melambungnya harga keÂdelai akibat langkanya komodiÂtas itu, karena praktik kartel daÂlam impor keÂdelai. Dua pemain besar yang terlibat kartel keÂdelai adalah PT Cargill Indo–nesia dan PT GerÂbang Cahaya Utama yang diÂsiÂnyaÂlir menguaÂsai pasar imÂpor kedelai di InÂdonesia seÂkitar 74 persen.
Ekonom Indef Enny Sri Hartati menuÂturÂkan, seÂbaiknya kebutuhÂan baÂhan pokok untuk kebutuhan maÂsyaÂrakat, mekaÂnisme imporÂtaÂsiÂnya diatur. Tidak boleh semÂbaÂrangan, baik dalam bentuk kuoÂta atau dari pihak yang berÂhak untuk melakuÂkan impor. DuÂlu, impor barang komoditas haÂnya Bulog yang diperbolehkan dan tidak diserahÂkan kepada meÂkaÂnisme pasar.
Menurut Enny, dengan mengÂikuti mekanisme pasar, maka orientasinye hanya keÂuntungan. Tidak memperhatikan kebutuhan masyarakat. Tapi kalau dipegang oleh negara, maka negara harus memperhatikan kepentingan anÂtara produsen dan konsumen.
“Dalam beberapa tahun terÂakhir, negara tidak melakukan konÂÂtrol yang baik terhadap imÂporÂÂtasi. Nah, ini yang menjadi perÂsoalannya, pemeÂrintah harus turun tangan mengurusi produk strategis kebuÂtuhan masyaraÂkat,†tegasnya kepada Rakyat MerÂdeka di Jakarta, kemarin.
Dikatakan, importir bisa menÂdominasi karena mekanisme peÂnunjukan bisnis kedelai tidak terÂbuka, sehingga hanya ada beÂbeÂrapa importir saja yang boleh meÂlakukan importasi. Padahal, kalau dibuka secara luas, perÂsaiÂngan paÂsar bisa sempurna.
“Ada beberapa importir besar yang kenÂdalikan harga, sehingga paÂsarÂnya menjadi oligopoli. KaÂlau jumlah importirnya banyak, pasti pasar akan balanÂcing (seÂimÂbang),†cetusnya.
Enny menyatakan, persoalan yang terjadi selama ini karena tata niaga yang kurang baik. Maka terjadi permainan kartel, sehingÂga pasar tidak sempurna. Ia menÂcontohkan, naiknya harga keÂbuÂtuÂhan pokok bukan hanya dari supply dan deÂmand, melainkan harga yang ditentukan oleh peÂngenÂdali harga.
“Kartel ini memÂpunyai keÂkuatÂÂan, jadi para proÂdusen dan petani hanya bisa meÂnerima harÂga yang mereka (kartel) tentuÂkan. Tidak bisa meÂnetukan harga sendiri,†ujar Enny.
Dihubungi terpisah, anggota Komisi VI DPR Sukur Nababan menegaskan, masalah utama caÂrut marutnya bahan pokok seÂperti kedelai, dikarenakan peÂmeÂrintah tidak punya buffer stock. Apabila negara tidak punya buffer stock dan tidak meÂlakukan impor langÂsung, tentu saja swasÂta akan mencari keunÂtungan seÂbeÂsar-besarnya.
“PengÂusaha bisa mainÂkan harÂga, konsumen dan produsen menÂjadi tidak terÂlindungi. Tapi, kita juga tidak boleh menyaÂlahÂkan paÂra pengÂusaha. Intinya peÂmeÂrinÂtah harus ikut terjun dalam melaÂkukan imÂportasi,†kata Sukur keÂpada Rakyat Merdeka, kemarin.
Perum Bulog meÂnyatakan siap menjadi staÂbiliÂsaÂtor harga kedeÂlai. Namun, diÂperÂluÂkan infraÂstruktur gudang peÂnyimÂpaÂnan tambahan apabila pemeÂrintah benar-benar mereÂalisasikan keÂinginannya terÂsebut. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: