Kementan Menjamin Ketersediaan Daging

Jelang Puasa Dan Lebaran

Kamis, 05 Juli 2012, 08:00 WIB
Kementan Menjamin Ketersediaan Daging
ilustrasi, daging
RMOL.Kementerian Pertanian (Ke­mentan) menjamin keter­se­diaan daging maupun kebu­tuh­an pa­ngan lain menjelang bulan puasa hingga Lebaran 2012.

Pelaksana Harian Dirjen Pe­ngolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP) Kementan Ba­nun Harpini mengatakan, ma­s­yarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan bahan pangan menjelang dan selama bulan pua­sa serta Lebaran.

“Untuk menjamin keter­se­dia­an daging pemerintah telah me­ma­jukan kuota impor da­ging sa­pi untuk triwulan III dan IV tahun ini guna mengan­ti­sipasi ke­­lang­kaan daging pada hari ra­ya,” katanya di Jakarta, kema­rin.

Meski demikian, Banun me­nyatakan, ada sejumlah komo­ditas pangan yang diperkirakan mengalami kenaikan harga men­­jelang puasa antara lain bawang putih dan cabe.

Namun demikian, kenaikan harga sejumlah komoditas pa­ngan menjelang puasa tersebut relatif masih dalam taraf wajar karena sebagai dampak psi­ko­logis meningkatnya permintaan di masyarakat.

Menyinggung masih ren­dah­nya konsumsi daging di dalam negeri, Banun yang juga Kepala Badan Karantina Pertanian itu membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kon­sumsi protein hewani ma­sya­rakat In­donesia seperti daging ayam, daging sapi, telur, susu dan lain-lain relatif juga masih rendah.

“Oleh karena itu perlu di­upa­yakan peningkatan kon­sumsi protein hewani tersebut karena hal itu juga akan men­dorong pe­nambahan pro­duk­si,” katanya.

Saat ini, konsumsi daging ayam per kapita masyarakat Indonesia sebanyak 7 kilo­gram/tahun, lebih rendah di­ban­ding­kan Malaysia yang sudah men­capai 36 kilo­gram/kapita/tahun.

Begitu konsumsi telur dalam negeri saat ini sebanyak 80 bu­tir/kapita/tahun masih di bawah Malaysia yang sudah mencapai 311 butir/kapita/tahun.

Menurut dia, seiring pe­ning­katan kesejahteraan masyara­kat serta pertambahan jumlah pen­duduk, maka kebutuhan sumber protein hewani juga akan meng­alami kenaikan.

“Hal ini menunjukkan bahwa industri peternakan ke depan se­makin memiliki prospek yang bagus,” katanya. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA