Pelaksana Harian Dirjen PeÂngolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP) Kementan BaÂnun Harpini mengatakan, maÂsÂyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan bahan pangan menjelang dan selama bulan puaÂsa serta Lebaran.
“Untuk menjamin keterÂseÂdiaÂan daging pemerintah telah meÂmaÂjukan kuota impor daÂging saÂpi untuk triwulan III dan IV tahun ini guna menganÂtiÂsipasi keÂÂlangÂkaan daging pada hari raÂya,†katanya di Jakarta, kemaÂrin.
Meski demikian, Banun meÂnyatakan, ada sejumlah komoÂditas pangan yang diperkirakan mengalami kenaikan harga menÂÂjelang puasa antara lain bawang putih dan cabe.
Namun demikian, kenaikan harga sejumlah komoditas paÂngan menjelang puasa tersebut relatif masih dalam taraf wajar karena sebagai dampak psiÂkoÂlogis meningkatnya permintaan di masyarakat.
Menyinggung masih renÂdahÂnya konsumsi daging di dalam negeri, Banun yang juga Kepala Badan Karantina Pertanian itu membenarkan hal tersebut. Menurutnya, konÂsumsi protein hewani maÂsyaÂrakat InÂdonesia seperti daging ayam, daging sapi, telur, susu dan lain-lain relatif juga masih rendah.
“Oleh karena itu perlu diÂupaÂyakan peningkatan konÂsumsi protein hewani tersebut karena hal itu juga akan menÂdorong peÂnambahan proÂdukÂsi,†katanya.
Saat ini, konsumsi daging ayam per kapita masyarakat Indonesia sebanyak 7 kiloÂgram/tahun, lebih rendah diÂbanÂdingÂkan Malaysia yang sudah menÂcapai 36 kiloÂgram/kapita/tahun.
Begitu konsumsi telur dalam negeri saat ini sebanyak 80 buÂtir/kapita/tahun masih di bawah Malaysia yang sudah mencapai 311 butir/kapita/tahun.
Menurut dia, seiring peÂningÂkatan kesejahteraan masyaraÂkat serta pertambahan jumlah penÂduduk, maka kebutuhan sumber protein hewani juga akan mengÂalami kenaikan.
“Hal ini menunjukkan bahwa industri peternakan ke depan seÂmakin memiliki prospek yang bagus,†katanya. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: