Mau Kurangi Pemakaian BBM, PLN Ngerengek Tambahan Gas

Kamis, 03 Mei 2012, 08:11 WIB
Mau Kurangi Pemakaian BBM, PLN Ngerengek Tambahan Gas
PT Perusahaan Lis­trik Negara (PLN)
RMOL.Dalam beberapa tahun ter­akhir, pemerintah berencana me­ngurangi penggunaan Bahan Ba­kar Minyak (BBM) yang di­gu­nakan oleh PT Perusahaan Lis­trik Negara (PLN). Dijadwalkan pada pertengahan 2012 seluruh pem­bangkit listrik di Jawa tidak akan menggunakan BBM. Di­ha­rapkan, langkah itu bisa meng­he­mat pengeluaran PLN untuk membeli BBM.

 Direktur Operasi Jawa-Bali PLN Ngurah Adnyana menje­las­kan, beberapa tempat di Jawa, pembangkit PLN tidak lagi meng­­­gunakan BBM. Di Jawa ada dua pembangkit yang masih meng­gunakan BBM, yakni Unit Pem­bangkitan (UP) Gresik dan Pem­bangkit Listrik Tenaga Gas Mua­ra Tawar di Bekasi, Jawa Barat.

Menurutnya, BBM hanya di­per­lukan untuk menaikkan te­ga­ngan listrik pada pembangkit yang menggunakan bahan bakar gas maupun batubara.

“Terutama pembangkit listrik PLTU (pem­bangkit listrik tenaga uap) yang menggunakan batubara tetap ha­rus menggunakan minyak un­tuk menaikkan tegangan hing­ga 20 persen. Setelah mencapai 20 per­sen, lalu batubara masuk, jadi tidak bisa seluruhnya batu­bara, gas pun begitu juga,” kata Ad­nyana di Jakarta, kemarin.

Makanya, perusahaan setrum pelat merah itu mematok target peng­­gunaan BBM akan turun men­jadi 5,6 persen pada tahun ini. Pada 2011, penggunaan BBM masih sekitar 14,7 persen. Dia me­negaskan harus ada ja­min­an terhadap pasokan Liquefied Na­tural Gas (LNG) dari floating storage and regasitification (FSRU) sebesar 7.381 Gigawatt Hour (GWh) atau 5,1 persen.

“Saat ini pasokan gas masih ku­rang, akan tetapi kami akan ber­usaha menurunkan peng­gu­naan BBM hanya mencapai 6,5 persen saja atau sebesar 2.974 GWh. Hal ini dikarenakan ada be­berapa pembangkit PLTU su­dah bisa dioperasikan,” cetusnya.

Secara keseluruhan, total ka­pasitas terpasang sampai dengan April 2012 di Jawa Bali adalah se­besar 28.070 Megawatt. Terdiri dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA), pembangkit listrik te­naga uap (PLTU), pembangkit listrik tenaga gas (PLTG), pem­bangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU), pembangkit listrik te­naga diesel (PLTD) dan pem­bang­kit listrik panas bumi (PLTP). Sedangkan untuk akhir De­sember 2012, ditargetkan 29.570 MW.

Sebelumnya, anak usaha PLN yaitu PT Pembangkit Jawa Bali (PJB), berupaya menurunkan kon­sumsi BBM dan diganti de­ngan gas. Konsumsi BBM untuk PJB mencapai 1,5 Juta kiloliter dan akan diturunkan menjadi 500 ribu kiloliter.

Direktur Utama PT PJB Su­santo Purnomo menga­ta­kan, ta­hun ini konsumsi BBM di­kurangi sebesar satu juta liter. “Otomatis biaya untuk BBM da­pat ditekan sebesar Rp 10 triliun. Dari Rp 15 triliun menjadi Rp 5 triliun,” kata Susanto

Ia menjelaskan, konsumsi gas untuk pembangkit di Jawa Timur sangat fluktuatif tergantung pa­sokan. Sementara dalam tiga ta­hun ke depan konsumsi gas akan mengalami kenaikan. Sebab, ada sumber pasokan gas baru dari lapangan migas di Pulau Ka­ngean yang kemudian dikelola oleh PT Kangean Energy.

“Se­luruh pembangkit di Jawa sebe­nar­nya sudah siap untuk tidak menggunakan BBM. Na­mun ka­rena keterbatasan pasok­an gas, maka beberapa pem­bang­kit ter­pak­sa menggunakan BBM,” ung­kap Susanto.

Untuk diketahui, efisiensi peng­gunaan BBM untuk seluruh pem­bangkit listrik PLN, akan di­la­kukan secara bertahap. Pasokan gas untuk FSRU PT Nusantara Re­gas, akan digunakan untuk men­dukung pengoperasian PLTGU Muara Karang dan PLTGU Tan­jung Priok. PLN menargetkan mulai Juni 2012 tidak ada lagi pembangkit listrik di Jawa yang meng­gunakan BBM. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA