“Pendapatan tidak kena pajak itu dari Rp 1,360 juta menjadi Rp 2 juta. Dengan demikian, banyak buruh yang bisa menikmati penÂdapatan secara utuh,†ujar MenÂteri Tenaga Kerja dan TransÂmigrasi (Menakertrans) MuhaiÂmin Iskandar di Jakarta, akhir pekan lalu.
Selain itu, kata dia, pemerintah juga akan mensosialisasikan bahÂwa upah minimum itu hanya unÂtuk pekerja lajang dengan masa kerÂja di bawah satu tahun. Jadi, seÂtelah berkeluarga atau lebih dari satu tahun kerja, buruh meÂmiliki hak untuk meminta keÂnaikan upah secara proporsional kepada perusahaan. Pihak perÂusaÂhaan harus mendengar dan membahas secara bersama-sama.
Terkait tuntutan buruh soal upah minimum, menurut MuÂhaimin, semua tuntutan itu bersifat nambah kesejahteraan. PemeÂrintah meÂmiÂliki komitmen yang sama. PaÂradigma keunggulan komÂparatif dari upah buruh untuk meÂnarik investasi sudah usang kaÂrena proÂduktivitas dan keseÂjahteraan justru memacu investasi.
“Soal tuntutan upah, hapuskan sistem kontrak semuanya menÂjadi perhatian utama pemerintah. HaÂnya saja, perlu bersabar sedikit kaÂrena ada prosedur yang harus dilalui. Yang jelas pemerintah menÂdukung kesejahteraan buruh,†jelasnya.
Selain soal upah, pemerintah juga telah meresmikan perumaÂhan untuk para buruh. berupa 14 twinblock rusunawa khusus buÂruh di Kawasan Kabil, Batam.
“ Alhamdulillah, sekitar 4.000 buÂruh bisa memanfaatkannya seÂcara bersama-sama,†ucap Muhaimin.
Untuk itu, pihaknya mengganÂdeng Kementerian Perumahan RakÂyat (Kemenpera) dan JamÂsostek dalam hal pembangunan ruÂsunawa. Selain di Batam, juga seÂdang dibangun di Jabodetabek, Jawa Tengah dan Jawa Timur. “KaÂlau sudah jadi, bisa menguÂrangi uang sewa dan uang transÂportasi buruh,†cetusnya.
Terkait uang muka perumahan dan uang muka sewa rumah, Muhaimin mengaku telah meÂmanggil pihak Jamsostek untuk memberikan pinjaman uang muka perumahan kepada buruh agar suatu saat buruh memiliki rumahnya sendiri. Sementara Kemenakertrans memberikan uang muka sewa rumah kepada buruh, meski jumlahnya terbatas tapi akan diperbesar pada tahun-tahun mendatang.
Ditanya soal persiapan Hari BuÂruh Internasional 1 Mei, bekas Wakil Ketua DPR ini memÂberikan wejangan. Dia mengaku memang kesejahteraan para buruh masih kurang tapi itu akan terus diperjuangkan.
“Jangan berhenti berjuang, tapi berjuang tidak dengan cara mengganggu kelompok masyaÂrakat lain. Lakukan peringatan 1 Mei ini dengan tertib dan saling mendukung,†jelasnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: