Australia Kerek Nilai Investasi Tambang 11%

Janji Gunakan Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 18 April 2012, 08:12 WIB
Australia Kerek Nilai Investasi Tambang 11%
ilustrasi, tambang
RMOL.Nilai investasi perusahaan tam­bang Australia di Indonesia saat ini mencapai 5,3 miliar dolar Aus­tralia. Angka ini naik 11 persen dari 2009 sampai dengan 2011. Se­dang­kan nilai perdagangan kedua negara dari pertambangan diper­kirakan menembus 13,8 miliar dolar Australia.

Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty menga­ta­kan, tambang perusahaan asal negaranya sudah berinvestasi di 120 proyek.

Menurutnya, perusahaan-pe­ru­­sa­haan Australia telah ber­kon­tri­busi dengan memberikan inves­tasi dalam bentuk jangka pan­jang. Hal ini akan diupaya­kan se­cara ber­kelanjutan dengan prak­tik-praktik pertambangan yang transparan di be­be­rapa lo­kasi, seperti Kaliman­tan, Malu­ku, dan Jawa.

“Mereka menggunakan sum­ber daya manusia lokal untuk per­kembangan industri pertamba­ngan. Bentuk investasi juga jang­ka panjang,” ujar Greg di Jakarta kemarin.

Untuk mendukung iklim inves­tasi sektor pertambangan yang berkelanjutan,  pihaknya akan meng­­gandeng Kementerian Ener­gi dan Sumber Daya Mineral (ES­DM) untk menggelar pa­meran pertamba­ngan Australia terbesar, Ozmine 2012, di Hotel Shangri-La, Ja­karta, sejak ke­marin dan ditutup hari ini.

Sekedar informasi, lebih dari 100 perusahaan Australia yang ter­kait dengan pertambangan juga mengikuti pameran ini de­ngan meng­hadirkan kualitas teknologi, peralatan, dan jasa dari sektor ke­las dunia Australia.

Investasi Selandia Baru

Tidak mau kalah dengan Aus­tralia, pemerintah Selandia Baru juga terus men­jalin kesepa­katan  untuk percepat pening­katkan hu­bungan ekonomi. “Investasi Selan­dia Baru di sini re­latif kecil, kita akan berbagi in­for­­masi pelu­ang apa saja yang bisa diting­katkan,” kata Presiden SBY.

Hal ini disampaikannya dalam sesi keterangan pers bersama Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, John Key.

“Saya ke sini bersama se­jum­lah pengusaha terkemuka yang ingin meningkatkan hubu­ngan­nya dengan Indonesia. Saya yakin ada hasil yang signifikan da­lam waktu dekat,” timpal John Key. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA