Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty mengaÂtaÂkan, tambang perusahaan asal negaranya sudah berinvestasi di 120 proyek.
Menurutnya, perusahaan-peÂruÂÂsaÂhaan Australia telah berÂkonÂtriÂbusi dengan memberikan invesÂtasi dalam bentuk jangka panÂjang. Hal ini akan diupayaÂkan seÂcara berÂkelanjutan dengan prakÂtik-praktik pertambangan yang transparan di beÂbeÂrapa loÂkasi, seperti KalimanÂtan, MaluÂku, dan Jawa.
“Mereka menggunakan sumÂber daya manusia lokal untuk perÂkembangan industri pertambaÂngan. Bentuk investasi juga jangÂka panjang,†ujar Greg di Jakarta kemarin.
Untuk mendukung iklim invesÂtasi sektor pertambangan yang berkelanjutan, pihaknya akan mengÂÂgandeng Kementerian EnerÂgi dan Sumber Daya Mineral (ESÂDM) untk menggelar paÂmeran pertambaÂngan Australia terbesar, Ozmine 2012, di Hotel Shangri-La, JaÂkarta, sejak keÂmarin dan ditutup hari ini.
Sekedar informasi, lebih dari 100 perusahaan Australia yang terÂkait dengan pertambangan juga mengikuti pameran ini deÂngan mengÂhadirkan kualitas teknologi, peralatan, dan jasa dari sektor keÂlas dunia Australia.
Investasi Selandia Baru
Tidak mau kalah dengan AusÂtralia, pemerintah Selandia Baru juga terus menÂjalin kesepaÂkatan untuk percepat peningÂkatkan huÂbungan ekonomi. “Investasi SelanÂdia Baru di sini reÂlatif kecil, kita akan berbagi inÂforÂÂmasi peluÂang apa saja yang bisa ditingÂkatkan,†kata Presiden SBY.
Hal ini disampaikannya dalam sesi keterangan pers bersama Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, John Key.
“Saya ke sini bersama seÂjumÂlah pengusaha terkemuka yang ingin meningkatkan hubuÂnganÂnya dengan Indonesia. Saya yakin ada hasil yang signifikan daÂlam waktu dekat,†timpal John Key. [Harian Rakyat Merdeka]
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: