Agus Marto Depak 16 Calon Bos OJK

Tersandung Skandal Rekening Gelap

Jumat, 23 Maret 2012, 08:23 WIB
Agus Marto Depak 16 Calon Bos OJK
Agus Martowardojo

RMOL. Panitia Seleksi (Pansel) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya mendepak 16 kandidat di Dewan Komisioner (DK- OJK) dari proses seleksi kompetensi tahap empat. Kandidat yang terdepak itu diduga memiliki rekening gelap yang membuat rekam jejak keuangannya kurang baik.

Menurut Ketua Tim Pansel OJK Agus Martowardojo, pro­ses seleksi telah dilakukan se­cara selektif dan obyektif, tan­pa ada monopoli kelompok. Da­ri 37 kandidat yang lolos tes ke­se­­hatan, 16 kandidat ti­dak diloloskan dalam kom­pe­tensi tahap empat.

Sedangkan sisanya, 21 kan­didat telah diserahkan ke Pre­siden Susilo Bambang Yu­dho­yono (SBY) untuk diproses le­bih lanjut sebelum diserahkan ke DPR.

“Tidak lolosnya kandidat ter­sebut karena rekam jejak ke­uangannya kurang baik lantaran tersandung rekening men­cu­ri­gakan. Itu alasan utama Pansel mendepak kandidat tersebut,” ungkap Agus Marto saat me­ng­u­mumkan nama-nama kan­didat yang lolos menjadi DK di Ja­karta, kemarin.

Bekas Dirut Bank Mandiri ini mengakui, ada rekening gelap yang mengalir dalam seleksi kandidat DK OJK. Temuan itu dil­a­kukan atas kerja sama Pan­sel dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam pemilihan kan­didat DK OJK.

Ditanya nama kandidat yang terendus memiliki rekening ge­lap tersebut, Agus Mar­to meno-lak menyebutkan na­ma.

“Kami tidak bisa memberitau nama kandidat itu. Makanya mereka tidak diloloskan karena menyangkut integritas OJK sebagai lembaga pengawasan bank  nanti,” jelas Agus.

Dalam seleksi tahap empat ini, Agus telah menyerahkan 21 kandidat yang lolos di DK ke­pa­da Presiden SBY untuk di­seleksi kembali dan se­lanjut­nya akan dipilih menjadi 14 kan­didat yang akan di bawa ke DPR pada 5 April men­datang.

Ketua Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perba­nas) Sigit Pramono berharap, kan­didat dari perbankan bisa lolos di DK OJK nanti.

“Kami berharap kandidat yang direkomendasikan yak­ni Wakil Dirut Bank Mandiri  Ris­winandi dan Peter Benya­min Stok (Komisaris Utama BNI) bisa lolos karena mereka dinilai kompeten, berintegrasi tinggi, dan telah teruji memimpin suatu institusi. Dengan begitu, sta­bilitas industri keuangan bisa terjaga,” harap Sigit.

Wakil Ketua Komisi XI DPR Zul­kilfimansyah meminta Pan­sel tidak melakukan mono­poli kelompok dalam seleksi DK OJK. Presiden SBY juga harus selektif menentukan kandidat yang akan diplot menjadi bos OJK nanti.

“Dengan masuknya 21 kan­didat, DPR akan menunggu ha­sil dari presiden yang kemudian akan diseleksi lagi sesuai de­ngan kompetensi dan integritas para calon. Ya kita lihat saja nanti,” kata Zulkilfimansyah, kemarin.

Untuk kandidat yang di­ang­gap tepat memimpin OJK, Zul­kil­fimansyah melihat ada dua kan­didat kuat. Yaitu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Mu­liaman Darmansyah Hadad dan Peter Benyamin Stok. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA