RMOL. Panitia Seleksi (Pansel) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya mendepak 16 kandidat di Dewan Komisioner (DK- OJK) dari proses seleksi kompetensi tahap empat. Kandidat yang terdepak itu diduga memiliki rekening gelap yang membuat rekam jejak keuangannya kurang baik.
Menurut Ketua Tim Pansel OJK Agus Martowardojo, proÂses seleksi telah dilakukan seÂcara selektif dan obyektif, tanÂpa ada monopoli kelompok. DaÂri 37 kandidat yang lolos tes keÂseÂÂhatan, 16 kandidat tiÂdak diloloskan dalam komÂpeÂtensi tahap empat.
Sedangkan sisanya, 21 kanÂdidat telah diserahkan ke PreÂsiden Susilo Bambang YuÂdhoÂyono (SBY) untuk diproses leÂbih lanjut sebelum diserahkan ke DPR.
“Tidak lolosnya kandidat terÂsebut karena rekam jejak keÂuangannya kurang baik lantaran tersandung rekening menÂcuÂriÂgakan. Itu alasan utama Pansel mendepak kandidat tersebut,†ungkap Agus Marto saat meÂngÂuÂmumkan nama-nama kanÂdidat yang lolos menjadi DK di JaÂkarta, kemarin.
Bekas Dirut Bank Mandiri ini mengakui, ada rekening gelap yang mengalir dalam seleksi kandidat DK OJK. Temuan itu dilÂaÂkukan atas kerja sama PanÂsel dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam pemilihan kanÂdidat DK OJK.
Ditanya nama kandidat yang terendus memiliki rekening geÂlap tersebut, Agus MarÂto meno-lak menyebutkan naÂma.
“Kami tidak bisa memberitau nama kandidat itu. Makanya mereka tidak diloloskan karena menyangkut integritas OJK sebagai lembaga pengawasan bank nanti,†jelas Agus.
Dalam seleksi tahap empat ini, Agus telah menyerahkan 21 kandidat yang lolos di DK keÂpaÂda Presiden SBY untuk diÂseleksi kembali dan seÂlanjutÂnya akan dipilih menjadi 14 kanÂdidat yang akan di bawa ke DPR pada 5 April menÂdatang.
Ketua Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (PerbaÂnas) Sigit Pramono berharap, kanÂdidat dari perbankan bisa lolos di DK OJK nanti.
“Kami berharap kandidat yang direkomendasikan yakÂni Wakil Dirut Bank Mandiri RisÂwinandi dan Peter BenyaÂmin Stok (Komisaris Utama BNI) bisa lolos karena mereka dinilai kompeten, berintegrasi tinggi, dan telah teruji memimpin suatu institusi. Dengan begitu, staÂbilitas industri keuangan bisa terjaga,†harap Sigit.
Wakil Ketua Komisi XI DPR ZulÂkilfimansyah meminta PanÂsel tidak melakukan monoÂpoli kelompok dalam seleksi DK OJK. Presiden SBY juga harus selektif menentukan kandidat yang akan diplot menjadi bos OJK nanti.
“Dengan masuknya 21 kanÂdidat, DPR akan menunggu haÂsil dari presiden yang kemudian akan diseleksi lagi sesuai deÂngan kompetensi dan integritas para calon. Ya kita lihat saja nanti,†kata Zulkilfimansyah, kemarin.
Untuk kandidat yang diÂangÂgap tepat memimpin OJK, ZulÂkilÂfimansyah melihat ada dua kanÂdidat kuat. Yaitu, Deputi Gubernur Bank Indonesia MuÂliaman Darmansyah Hadad dan Peter Benyamin Stok. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.