Australia Tergiur Manfaatkan Pasar Daging Sapi RI Rp 315 T

Kamis, 22 Maret 2012, 08:05 WIB
Australia Tergiur Manfaatkan Pasar Daging Sapi RI Rp 315 T
ilustrasi, daging sapi
RMOL.Pemerintah Australia akan menggenjot investasi sapi guna meningkatkan konsumsi daging di Indonesia. Menteri perda­gang­an Australia Craig Emerson me­nyatakan siap beker­ja sama seca­ra komprehensif dengan Indonesia.

Dengan kerja sama ini, tidak hanya bermanfaat untuk perusa­haan besar, tapi juga usaha kecil dan menengah (UKM). Men­teri Australia membawa de­legasi bisnis yang berminat me­lakukan perdagangan di bidang pe­ternakan.

Dalam skema CEPA (Compre­hensive Economic Partnership Agree­ment) Indonesia Australia (IA), Australia ber­ko­mitmen mem­berikan bantuan bagi pe­laku bis­nis agar dapat melakukan studi mengenai Indo­nesia Australia CEPA pada level swasta. Peme­rintah Indone­sia me­nyambut baik rencana itu se­bagai peran aktif swasta men­dukung IA CEPA yang maksimal.

Menteri Perda­gang­an Gita Wirjawan mengatakan, dalam waktu dekat, beberapa produsen daging sapi dari Aus­tralia akan segera masuk untuk menanam­kan investasinya di Indonesia.

“Tadi mereka (Aus­tralia) mem­­bawa 20 peternak sapi yang ter­besar disana. Mereka juga sudah terbuka matanya. Sa­ya juga je­las­kan kepada mereka akan me­ning­katkan konsumsi sa­pi,” ujar Gita di Jakarta, kemarin.

Dikatakan, konsumsi rata-rata daging sapi masyarakat Indonesia saat ini baru mencapai 2 kilogram (kg) per orang per tahun. Gita menjelaskan, peluang Australia besar jika konsumsi sapi di Indo­nesia bisa ditingkatkan menjadi 20 kg per orang per tahun.

“20 kilo dikalikan Rp 70 ribu per kilo dikalikan 250 juta orang. Itu per tahun bisa 35 miliar dolar AS. Dan mereka terbuka mata­nya. Tidak mungkin kita hanya makan 2 kilo per tahun,” jelasnya. Angka 35 miliar dolar AS ter­sebut setara Rp 315 triliun.

Gita optimistis, konsumsi da­ging sapi bisa ditingkatkan men­jadi 20 kg per orang per tahun da­lam waktu 10-15 tahun men­da­tang. Perhitungan itu baru pe­ningkatan konsumsi daging, be­lum termasuk susu dan lain-lain.

Saat ini, telah ada 124 proyek investasi Australia di Indonesia. Na­mun investasi di bidang pe­ternakan sapi belum terlalu ba­nyak. Padahal, sektor peterna­kan Australia sangat maju.

“Indo Beef sudah dicatat untuk mem­beri sapi. Mereka ju­ga komit dalam waktu dekat be­be­rapa pe­rusahaan sudah bisa me­lakukan investasi di sini. Nilainya kecil,” terang Gita.

Gita menuturkan, selain mem­bahas peluang investasi, perte­mu­an bilateral tersebut juga me­nyinggung soal hortikultura. Ber­dasarkan informasi dari ka­ran­tina, banyak ditemukan sa­yuran dan buah-buahan yang da­tang dari luar dan terbukti me­lang­gar peraturan. Saat ini, ter­dapat 19 kasus. Dia berjanji akan menyi­kapi hal tersebut.

“Dalam tiga bulan ke depan, kita harus memberi rumusan yang bisa dipertanggungjawabkan un­tuk membatasi jumlah pela­buhan. Kita juga harus objektif bahwa sa­yuran-sayuran dan buah-buah­an yang masuk adalah sehat,” tandas Gita. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA