tudingan itu dilontarkan InÂdonesia Corruption Watch (ICW). Mereka menilai, jaringan Bank Mandiri mendominasi proses seleksi DK OJK. Para pejabat akÂtif maupun bekas pejabat Bank Mandiri bertaburan, baik di paÂnitia seleksi maupun pada kanÂdidat yang lolos seleksi.
Divisi Korupsi Politik IndoÂnesian Corruption Watch (ICW) Apung Widadi menuding ada konflik kepentingan pada Bank Mandiri. Misalnya saja, Pansel DK-OJK dipimpin Menteri KeÂuangan Agus MartÂoÂwarÂdojo, bekas DiÂrut Bank Mandiri.
“Anggota Pansel lainnya, seÂperti Gunarni Soeworo dan MahÂmudin Yasin adalah Komisaris Bank Mandiri. Sedangkan DarÂmin Nasution bekas Komisaris Bank Mandiri,†beber Apung kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Sedangkan di formasi kandidat DK OJK, Apung mencontrengi nama-nama yang berasal dari Bank Mandiri. Sebut saja I Wayan Agus Mertayasa yang bekas Wadirut Bank Mandiri dan RisÂwinandi yang kini masih menjabat Wakil Dirut Bank Mandiri.
Tak hanya itu, ICW juga menÂcatat 20 calon anggota DK OJK bermasalah, karena pernah terliÂbat beberapa kasus industri keÂuangan di masa lalu. Dan lima calon di antaranya dianggap terÂlalu tua dan harusnya pensiun.
Dikonfirmasi masalah ini, Ketua Tim Pansel DK OJK Agus Martowardojo menyambut baik penilaian terhadap 37 calon DK OJK tersebut.
“Kalau masukan itu bukan hanya dari ICW, dari regulator, dari komÂponen masyarakat, dari indusÂtri, dari asosiasi, itu semua kita terima dan kita validasi. Kita meyakinkan keÂbenarannya dan akan menjadi perÂtimbangan final nantinya,†kata Agus di Jakarta, Jumat (16/3).
Agus berjanji Pansel akan transÂparan dan menÂjunÂjung tingÂgi inÂtegritas dalam meÂmilih calon bos OJK ini. “Kita transÂpaÂran soal itu semua,†tegas Agus.
Anggota Pansel Fuad RahÂmany memilih tidak memberiÂkan komentar terkait tuduhan ICW. “Maaf, tudingan seperti seÂbaikÂnya tidak perlu saya tangÂgapi,†kata Dirjen Pajak itu singkat via SMS kepada RakÂyat Merdeka, Jumat (16/3).
Anggota Komisi XI DPR Arif Budimanta menilai, asumÂsi-asumsi negatif yang berÂkemÂbang di masÂyarakat tak perÂlu ditangÂgapi seriÂus. “Pansel suÂdah berÂbuat fair, muÂlai dari proses pembukaan calon OJK hingga taraf pemilihan calon,†katanya kepada Rakyat Merdeka.
Menyoal banyaknya calon dan panitia seleksi dari Bank ManÂdiri, Arif menilai hal itu hanya keÂÂbeÂtulan. Karena, besar keÂmungÂkinÂan putra-putri terbaik Pansel serta DK OJK berasal dari Bank Mandiri. “Bukan berÂmakÂsud menÂdisÂkreÂditkan bank yang lain. Tapi, memang kita semua tahu bahwa lembaga perÂbankan yang saat ini mempuÂnyai kredibiÂlitas yang baik adaÂlah Bank ManÂdiri,†tandasnya.
Pendapat berbeda diutarakan pengamat ekonomi Yanuar RizÂky. Dia adalah salah satu yang keceÂwa terhadap proses reÂkÂrutmen calon DK OJK.
Yanuar menuding calon peÂmiÂlihan bos OJK sudah diÂranÂcang seÂdemikian rupa dan sarat deÂngan keÂpentingan politik.
“Saya tidak melihat adanya transparansi saat saya ikut menÂdaftar menjadi calon DeÂwan KoÂmisioner OJK,†tandasnya.
Yanuar lalu meramalkan, caÂlon Komisioner OJK nantinya hanya akan diisi oleh orang-orang yang sudah dekat dengan panitia seÂleksi. Yanuar menyeÂbutÂnya deÂngan istilah “4 L†alias Lu Lagi Lu Lagi. “Saya yakin itu. Pasti wajahnya tidak akan asing lagi di mata masyarakat kita saat ini,†ujarnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: