Dahlan Tidak Tahu Direktur PGN Dicopot Mendadak

Harga Sahamnya Sempat Merosot

Rabu, 25 Januari 2012, 08:00 WIB
Dahlan Tidak Tahu Direktur PGN Dicopot Mendadak
Michael Baskoro Palwo Nug­roho
RMOL.Secara mendadak, kemarin PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memberhentikan se­men­tara Direktur Pengusahaan Michael Baskoro Palwo Nug­roho. “Terhitung mulai 20 Ja­nuari 2012, Dewan Komisaris memberhentikan sementara Sdr. Michael Baskoro Palwo Nugroho sebagai Direktur Pe­ngusahaan PGN,” cetus Sek­retaris Perusahaan PGN Heri Yu­sup dalam keterbukaan in­for­masi di Jakarta, kemarin.

Heri menerangkan, pember­hen­tian sementara itu di­anggap sudah sesuai Anggaran Da­sar PGN pasal 11 ayat (15) hu­­ruf (a) dan Pasal 15 ayat (7) hu­­ruf (a). Untuk selanjutnya, tu­gas Di­rek­tur Pengusahaan akan di­ambil alih oleh Direksi PGN.

Menurut Heri, surat pember­hentian itu merujuk kepada Su­rat Ke­­putusan Dewan Ko­mi­saris Pe­rusahaan Gas Negara No. Kep-01/DKOM/2012.

PGN dimiliki oleh pemerin­tah dengan porsi saham men­ca­pai 56,96 persen. Sedangkan ke­pemilikan publik mencapai 43,04 persen. PGN dipimpin oleh Direktur Utama Hendi Prio San­toso dengan Komisaris Uta­ma Tengku Nathan Machmud.

Menteri BUMN Dahlan Is­kan mengaku tidak tahu me­nahu soal pemberhentian se­men­tara Direktur Pengusa­haan PGN Michael Baskoro Palwo Nu­groho oleh komi­saris perse­roan.

“Aku belum tahu masalah itu (pemberhentian sementara Direktur PGN). Sudah dulu ya aku mau memimpin rapat dulu. Nanti juga mau rapat sama Wap­res masalah (kereta api) double track,” ucap Dahlan usai pertemuan dengan para di­rut BUMN di Jakarta, kemarin.

Saat dikonfirmasi, Mi­chael tidak mau berandai-andai kena­pa hal ini dilakukan dewan ko­misaris PGN. Ia menya­ran­kan agar bertanya langsung ke­pa­da pembuat surat. “Lebih baik ta­nyakan ke orang yang me­ner­­bit­kan surat tersebut. Ka­lau saya, juga tidak tahu. Kalau surat itu kan ada masa (periode ber­laku) segala macem,” tuturnya.

Sampai kuartal III-2011, PGN mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 14,2 triliun de­ngan laba operasi  Rp 6,07 tri­­liun. Penu­runan pen­da­patan diaki­batkan pe­nurunan vo­lume distribusi gas akibat di­alo­kasi­kannya pasokan gas dari Grissik ke Duri untuk ke­perluan produk­si minyak oleh pemerintah sejak tahun 2010 yang masih berpe­ngaruh sam­pai per­teng­ahan tahun 2011.

Penurunan ini juga dipicu pe­ningkatan beban po­kok diaki­bat­kan oleh ke­naikan harga beli gas dari per­pan­jangan kontrak dan kontrak gas baru. Se­lama sembilan bulan tahun 2011, PGN mencatatkan se­besar Rp 4,51 triliun. Sementara harga saham PGAS sempat berteng­ger di level Rp 3.500 per saham pada Jumat (21/1). Kemarin di­tutup di level Rp 3.450. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA