Emas spot naik 0,5 persen ke level 4.496,09 Dolar AS per ons, mencatat kenaikan mingguan sebesar 3,9 persen. Futures emas AS untuk pengiriman Februari ditutup naik 0,9 persen menjadi 4.500,90 Dolar AS.
Penguatan ini dipengaruhi oleh data tenaga kerja (Nonfarm Payrolls) yang hanya mencapai 50.000, di bawah ekspektasi pasar. Kondisi ini memperkuat peluang The Fed untuk menurunkan suku bunga setidaknya dua kali tahun ini.
Ketegangan di Iran, perang Rusia-Ukraina, hingga isu sensitif terkait Greenland dan penangkapan Presiden Venezuela menciptakan ketidakpastian tinggi yang memicu investor beralih ke aset aman (safe haven).
Metals Focus memprediksi emas bisa menembus 5.000 pada 2026 akibat tren de-dolarisasi dan risiko tarif dagang global di era Donald Trump.
Bukan hanya emas, logam mulia lainnya juga menunjukkan performa impresif pekan ini.
Harga perak melonjak 3,5 persen ke 79,56 Dolar AS (naik 9,7 persen sepekan). Platinum dan Paladium masing-masing kompak menguat berkat revisi naik proyeksi harga dari Bank of America akibat ketatnya pasokan fisik dan permintaan dari China.
Kombinasi kebijakan moneter longgar dan gejolak politik global menjadikan logam mulia sebagai "bintang" di pasar komoditas saat ini.
BERITA TERKAIT: