Kualitas Pertumbuhan Ekonomi Stagnan

Jumat, 17 Juni 2011, 04:17 WIB
Kualitas Pertumbuhan Ekonomi Stagnan
ilustrasi, Pertumbuhan Ekonomi
RMOL. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Melchias Mar­cus Me­keng me­ngatakan, saat ini kualitas per­tumbuhan eko­nomi Indonesia ti­dak ber­jalan memuaskan dan mak­simal. Boleh dibilang, per­tumbuhan stagnan.

Menurut dia, biang keladi bu­ruknya pertumbuhan eko­nomi disebabkan rendahnya daya serap anggaran Ke­men­terian dan Lem­baga (K/L). Ren­dahnya daya serap ini ba­nyak disebabkan oleh pera­turan perundang-undangan yang membuat para pe­ngam­bil ke­putusan harus segera mem­pro­ses tender pembangunan.

“Yang terjadi saat ini adalah tender baru dilakukan pada per­tengahan tahun,” ujarnya ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.

Kevakuman itu, kata Me­keng, menjadi penghambat per­tum­buhan ekonomi. Ia men­con­toh­kan, pemerintah menargetkan defisit pada 2010 sebesar 2,1 per­sen, namun yang terserap hanya 0,6 per­sen. Ini artinya, banyak ang­garan pembangunan yang ti­dak terserap oleh K/L.

“Ada perencanaan yang ti­dak matang. Seharusnya de­fisit ber­korelasi dengan per­tum­buhan eko­­nomi. Saya jadi curiga, ja­ngan-jangan pertum­buhan eko­nomi yang dilapor­kan BPS sebe­narnya tidak se­gitu. Karena rea­lisasi defi­sitnya ren­dah, kok per­tum­­buhannya terca­pai,” ujarnya.

Faktor lain adalah buruknya infrastruktur. Saat ini fasilitas transportasi sangat buruk yang menyebabkan biaya eko­nomi tinggi. Oleh karena itu, dia berharap, ke depan per­tum­buhan ekonomi harus rele­van dengan kondisi di lapangan.

Saat ini, masyarakat belum me­nikmati pertumbuhan eko­nomi yang diklaim oleh pe­merintah.

Untuk meningkatkan per­tum­buhan ekonomi, peme­rintah harus menyelesaikan masalah hambatan penyerap­an anggaran K/L mulai dari per­baikan UU sampai pe­lak­­sa­­naan tendernya.

Kepala Badan Kebijakan Fis­kal (BKF) Kementerian Ke­uangan Bambang Bro­jo­ne­goro mengakui kualitas per­tum­bu­han ekonomi In­donesia be­lum me­muaskan sejak kri­sis 1998, meski angka peng­ang­guran dan ke­miskinan menurun.

“Saat ini ekonomi dido­mi­nasi oleh konsumsi masya­ra­kat. Padahal, sebelumnya per­tum­buhan ekonomi di­dorong oleh investasi dan pro­duksi manufaktur,” katanya.   [rm]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA