Komisi VII DPR RI akhirnya menyepakati usul pemerintah jika PSO (public service obligations) atau BBM Bersubsidi tahun 2011 sebanyak 38.591 juta kiloliter (KL). Angka tersebut merupakan angka medium setelah sebelumnya muncul usulan 36.770 juta KL dan 39.234 juta KL. "Kalau 36.770 itu pengawasannya fuel effort, berat banget. Kalau 39.234 low effort. Akhirnya kita sepakati dengan medium effort," aku Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak Dan Gas Bumi (BPH Migas), Tubagus Haryono kepada wartawan di sela-sela Raker dengan Komisi VII DPR RI, di gedung DPR/MPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis Petang (23/9).
Dasar pijakan yang digunakannya, sebut Tubagus, kebutuhan PSO tahun 2011 tidak akan jauh dari kebutuhan PSO tahun lalu, dimana realisasi sampai dengan bulan Juli, dengan pertimbangan trend konsumsi yang sama sebesar 38.571 juta kiloliter.
"Berdasarkan pengalaman yang kita lakukan angka itu adalah angka maksimum," pungkasnya sambil tergesa-gesa meninggalkan wartawan karena mau gunakan masa skors sidangnya untuk shalat maghrib. [guh]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: