Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

SENIN, 14 SEPTEMBER 2026 | 14:09 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Hong Kong selama ini dikenal sebagai benteng kukuh pusat keuangan global dan layanan profesional.

Namun, dinamika global menuntut evolusi. Di kawasan utara yang berbatasan langsung dengan Shenzhen, sebuah panggung transformasi masif tengah dibangun: Northern Metropolis seluas 30.000 hektare.

Berdasarkan laporan AFP pada Senin (14/9/2026), nilai investasi megaproyek ini menembus angka fantastis sekitar USD28,6 miliar atau setara kisaran Rp504 triliun.


Dana tersebut digelontorkan untuk merajut ekosistem terpadu, mulai dari perumahan modern, kawasan industri, pusat teknologi tinggi, fasilitas riset mutakhir, hingga infrastruktur logistik skala raksasa.

Pemerintah mematok target penyerapan yang masif. Kawasan penyangga baru ini dirancang mampu menampung sekitar 2,5 juta jiwa serta menyulap penciptaan 650.000 lapangan kerja baru. Langkah ini memuat pernyataan strategis perombakan struktur ekonomi daerah.

"Pembangunan tersebut dirancang untuk mengubah struktur ekonomi Hong Kong," demikian arah kebijakan utama yang diusung dalam rancangan besar kawasan ini.

Kedekatan geografis dengan Shenzhen dimanfaatkan secara agresif untuk memperkuat daya saing teknologi sekaligus merajut integrasi mendalam ke dalam Greater Bay Area.

Kendati demikian, megaproyek bernilai setengah ribuan triliun rupiah ini menyisakan pekerjaan rumah yang tidak kecil. Relokasi sejumlah perkampungan warga serta ancaman pengurangan lahan pertanian hingga habitat alami menjadi bayangan nyata di balik gemerlap cetak biru.

Keberhasilan jangka panjang pada akhirnya sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menarik perusahaan, investor, dan tenaga kerja agar kapasitas ekonomi raksasa ini benar-benar hidup bernyawa.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya