Ekonom Ferry Latuhihin menyarankan masyarakat memilih dolar Amerika Serikat (AS) sebagai aset paling aman untuk satu tahun ke depan di tengah tekanan terhadap perekonomian global dan kenaikan harga minyak dunia.
Ferry mengatakan, salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah pembengkakan defisit transaksi berjalan. Kondisi tersebut dipicu tingginya kebutuhan impor minyak ketika harga minyak dunia berada di atas 100 dolar AS per barel.
"Pembengkakan defisit transaksi berjalan kalau dilihat pada bulan Juni lalu itu current account deficit 12,4 miliar dolar AS," kata Ferry lewat kanal Youtube Forum Keadilan TV, Senin, 14 Septemeber 2026.
Pelebaran defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) yang tengah dialami Indonesia berisiko makin membebani pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Diketahui transaksi berjalan Indonesia pada kuartal II-2026 mencatatkan defisit sebesar US$ 12,5 miliar atau setara 3,3% PDB. Melebar dibanding catatan pada kuartal I-2026 yang sebesar US$ 3,6 miliar atau 1% PDB.
Menurutnya, ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak menjadi salah satu faktor yang memperbesar tekanan terhadap transaksi berjalan. Kenaikan harga minyak secara langsung meningkatkan nilai tagihan impor migas dan kebutuhan dolar AS di dalam negeri.
"Ini disebabkan karena kita masih mengimpor minyak. Minyak bertahan di atas 100 dolar per barrel memperbesar tagihan impor migas secara drastis sehingga permintaan pasar domestik terhadap dolar AS naik," ujarnya.
Ferry menilai kondisi tersebut membuat dolar AS menjadi pilihan aset yang perlu dipertimbangkan bagi masyarakat yang ingin menjaga nilai asetnya dalam jangka satu tahun ke depan.
"Sebab itu saya katakan aset yang paling aman saat ini bukan saham, bukan obligasi, bukan emas, itu nomor dua lah ya. Tapi yang paling utama kalau Anda mau aman setahun ke depan itu dolar AS," tegasnya.
Selain dolar AS, Ferry menyebut dolar Australia dan dolar Singapura sebagai alternatif mata uang yang dapat dipertimbangkan.
"Kedua mungkin Anda bisa pilih Australian dollar, yang ketiga Singapura dollar," tandasnya.