Berita

Logo Kementerian Haji dan Umrah (Foto: RMOL/Reni Erina)

Nusantara

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

SENIN, 14 SEPTEMBER 2026 | 13:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memperketat pengawasan terhadap proses pemberangkatan 282 jemaah umrah yang sempat tertunda setelah menggunakan layanan PT AAT.

Keberangkatan para jemaah tersebut kini dijadwalkan kembali secara bertahap mulai 15 September 2026. Kemenhaj memastikan proses penyelesaian kasus akan terus dikawal hingga seluruh jemaah mendapatkan haknya.

Kepala Subdirektorat Pengawasan Umrah Kemenhaj, Andi Muhammad Taufik, mengatakan pengawasan terhadap Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) akan terus dilakukan, terutama dalam memastikan jemaah dapat diberangkatkan sesuai komitmen yang telah disepakati.


“Kemenhaj akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan kepada setiap PPIU dalam memberangkatkan jemaahnya,” ujar Andi dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Senin 14 September 2026.

Saat ini, Kemenhaj masih memantau proses penyelesaian keberangkatan 282 jemaah yang sebelumnya gagal berangkat ke Tanah Suci.

Persoalan tersebut bermula saat jemaah yang mengambil Paket Umrah Maulid dijadwalkan berangkat pada 30 Agustus 2026. Namun, keberangkatan tertunda akibat kendala penerbitan tiket penerbangan.

Mediasi yang dilakukan pada 31 Agustus 2026 sempat menghasilkan kesepakatan pemberangkatan secara bertahap hingga 5 September 2026. Namun, dalam evaluasi berikutnya, Kemenhaj menemukan sejumlah persoalan terkait operasional dan tata kelola penyelenggaraan perjalanan umrah PT AAT.

Temuan itu meliputi buruknya sistem administrasi dan tata kelola keuangan, penetapan harga paket di bawah batas rasional yang memunculkan dugaan adanya skema ponzi, serta belum adanya akad yang jelas dengan jemaah.

Kemenhaj juga menemukan penggunaan agen yang tidak memiliki ikatan kerja sama resmi dengan pihak penyelenggara.

Atas sejumlah temuan tersebut, Kemenhaj mendorong penanganan perkara ke tahap investigasi lebih lanjut. Pengawasan terhadap PT AAT pun diperketat agar penyelesaian persoalan tidak kembali menimbulkan kerugian bagi jemaah.

Kesepakatan Baru di Polres Bandara Soekarno-Hatta

Upaya memastikan kepastian keberangkatan 282 jemaah kemudian berlanjut melalui jalur kepolisian.

Pada Minggu dini hari, 13 September 2026 pukul 02.38 WIB, digelar penandatanganan Berita Acara Kesepakatan dan Surat Pernyataan Bersama di Polres Bandara Soekarno-Hatta.

Kesepakatan tersebut ditandatangani Direktur PT AAT, EKN, bersama perwakilan jemaah, H. Juhji dan Suparlan. Keduanya mewakili 282 jemaah yang terbagi dalam tujuh rombongan.

Proses tersebut turut disaksikan perwakilan Kemenhaj, yakni Andi Muhammad Taufik selaku Kepala Subdirektorat Pengawasan Umrah dan Edayanti Dasril selaku Kepala Subdirektorat Bina Umrah.

Dalam kesepakatan terbaru, pihak travel menyatakan komitmen untuk memberangkatkan seluruh jemaah berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan.

Rombongan 1, 2, dan 4 dijadwalkan berangkat pada 15 September 2026. Sementara rombongan 3 dan 5 dijadwalkan berangkat pada 17 September 2026.

Adapun rombongan 6 dan 7 dijadwalkan menyusul pada 18 September 2026.

Untuk keberangkatan gelombang pertama, pihak travel diwajibkan menyerahkan dokumen fisik berupa visa dan tiket penerbangan yang telah diterbitkan kepada jemaah paling lambat Senin, 14 September 2026 pukul 17.00 WIB.

Kesepakatan tersebut tidak hanya mengatur jadwal keberangkatan, tetapi juga disertai jaminan dari pihak travel.

Jika kembali gagal memenuhi jadwal yang telah disepakati, Direktur PT AAT menyatakan kesediaannya menyerahkan seluruh aset perusahaan maupun aset pribadinya sebagai jaminan dan/atau ganti rugi penuh kepada jemaah.

Pengawasan Berlangsung Real Time

Kemenhaj menegaskan pengawasan terhadap PT AAT akan dilakukan secara ketat hingga seluruh rangkaian perjalanan jemaah selesai.

“Proses pengawasan akan kami lakukan secara real-time hingga seluruh jemaah berangkat dan kembali ke Tanah Air,” tegas Andi.

Pengawasan tersebut akan dilakukan bersamaan dengan proses investigasi atas dugaan pelanggaran yang ditemukan dalam penyelenggaraan perjalanan umrah PT AAT.

Kemenhaj memastikan penegakan aturan tetap berjalan. Sanksi administratif, mulai dari pembekuan hingga pencabutan izin operasional, akan ditentukan berdasarkan hasil akhir investigasi.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah berjalan sesuai ketentuan sekaligus memberikan pelindungan maksimal kepada jemaah.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya