Berita

Ketua Adat Wanam, Yohanis Agabi Mahuze (tengah). (Foto: Istimewa)

Nusantara

Ketua Adat Wanam:

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

MINGGU, 13 SEPTEMBER 2026 | 05:16 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketua Adat Wanam, Yohanis Agabi Mahuze mengajak seluruh masyarakat adat untuk tetap menjaga dan memegang teguh nilai-nilai adat Malind Maklew di Merauke sebagai bagian dari identitas serta kekayaan bersama.

Menurut Yohanis, adat tidak seharusnya hanya dipahami sebagai pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Lebih dari itu, nilai-nilai adat perlu dihormati, diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, serta dijaga keberlangsungannya agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.

"Adat adalah kekayaan kita bersama. Karena itu, adat bukan hanya untuk diketahui, tetapi harus dijaga, dihormati, dijalankan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya," ujar Yohanis dalam diskusi yang digelar oleh Merah Pusaka Strategik Indonesia (MPSI) bertajuk 'Diskusi Kelompok Terpumpun Sejarah Kampung dan Penelusuran Pohon Silsilah Marga Sub-Suku Malind Maklew Wanam' di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, seperti dikutip Sabtu malam, 12 September 2026.


Ia juga menilai pemahaman terhadap sejarah masyarakat adat memiliki peran penting dalam mempertahankan jati diri warga Wanam. Pengetahuan mengenai asal-usul marga hingga hubungan kekerabatan dinilai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.

"Kalau kita memahami sejarah, asal-usul marga, dan hubungan kekerabatan, kita akan lebih mengenal siapa diri kita dan bagaimana hubungan kita sebagai satu keluarga besar masyarakat adat," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yohanis turut menyampaikan susunan Pengurus Inti Adat Mayo Bodol periode 2026-2031. Kepengurusan itu telah ditetapkan pada 1 September 2026 di Kampung Wanam.

Adapun susunan pengurus inti tersebut yakni Yohanis Agabi Mahuze sebagai ketua adat, Marianus Magaepe Moiwen sebagai wakil ketua adat, Jalentinus Gewa Moiwen sebagai sekretaris, serta Heribertus Mbilike Moiwen yang dipercaya menduduki posisi bendahara.

Penetapan kepengurusan tersebut menjadi salah satu langkah dalam memperkuat kelembagaan adat di Kampung Wanam. Struktur tersebut diharapkan dapat memperjelas pembagian tanggung jawab dalam berbagai urusan yang berkaitan dengan kehidupan adat.

Selain menjalankan fungsi kelembagaan, pengurus adat juga memiliki peran dalam mengawal proses musyawarah, mendokumentasikan sejarah masyarakat adat, serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan adat di Kampung Wanam.

Yohanis berharap keberadaan kepengurusan baru dapat menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga warisan adat agar tidak terputus di tengah perubahan zaman.

"Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga adat ini agar tetap hidup. Bukan hanya untuk generasi kita sekarang, tetapi juga untuk anak dan cucu kita di masa yang akan datang," tandasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Wamenko Dradjad: Penilaian MSCI Tidak Selalu Benar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:23

Trump Bicara Soal Denuklirisasi dengan Rusia dan Tiongkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:43

PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:22

Kawasan Industri Diajak Cak Imin Bantu Korban Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:11

OJK Denda DSSA, BREN, CUAN Rp2,1 Triliun, Sanksi 835 Pihak Tembus Rp390 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:03

DIM RUU Migas Hampir Rampung 90 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:00

Airlangga Heran MSCI Mendadak Ancam Cabut Status Emerging Market RI Usai Bertemu Menkeu-BI di Bangkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:52

Pimpin Nasdem Garut, Lola Nelria: Partai Harus Hadir dalam Kehidupan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:46

Houthi Serang Istana Presiden Yaman, Lima Meninggal Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:41

Kopdes Butuh Talenta Utuh agar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:34

Selengkapnya