Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

SABTU, 12 SEPTEMBER 2026 | 02:25 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah memastikan kondisi fiskal masih cukup kuat untuk menghadapi kenaikan harga minyak dunia yang kembali menembus level 100 dolar AS per barel.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, ruang fiskal masih tersedia karena perhitungan APBN telah memperhitungkan skenario harga minyak yang tinggi.

"Anggarannya masih cukup seperti yang kita hitung sebelumnya," ujar Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip Jumat, 11 September 2026.


Menurut Purbaya, pemerintah belum memiliki rencana untuk menambah kuota subsidi energi meski harga minyak global meningkat. Pemerintah masih akan mencermati perkembangan harga minyak sebelum menentukan kebijakan berikutnya.

"Belum (ada rencana menambah kuota subsidi). Kita harus pantau terus perkembangannya. Jangan sampai naik lebih tinggi lagi," kata Purbaya.

Ia menjelaskan, asumsi fiskal sebelumnya telah menggunakan patokan harga minyak sekitar 100 dolar AS per barel dengan target defisit APBN sebesar 2,85 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Dengan asumsi pada waktu itu kan 2,85 persen itu asumsi 100 dolar AS per barel. Walaupun diturunkan sedikit, kan rata-rata sekarang masih di bawah 90 Dolar AS kalau tidak salah harga minyak dunianya yang kita bayar untuk asumsi APBN," kata Purbaya.

Purbaya menilai kenaikan harga minyak saat ini belum menjadi alasan untuk mengkhawatirkan kondisi APBN secara berlebihan. Pemerintah, kata dia, memiliki pengalaman menghadapi periode harga minyak tinggi.

"Jadi jangan terlalu khawatir. Kita akan atur anggaran kita tetap berkesinambungan dengan defisit tetap ditekan di bawah 3 persen," kata Purbaya.

Ia menambahkan, posisi fiskal hingga saat ini masih relatif terkendali. Defisit APBN sampai Juli-Agustus tercatat belum mencapai 1 persen dari PDB.

"Sekarang saja defisitnya baru 0,91 persen. Juli-Agustus 0,95 lah, enggak naik banyak," kata Purbaya.

Di sisi lain, Purbaya memastikan kenaikan harga minyak dunia belum akan langsung menggerus daya beli sebagian besar masyarakat. Hal itu lantaran pemerintah masih mempertahankan subsidi untuk BBM tertentu.

"Masyarakat umum daya belinya nggak terganggu. Yang umum yang pakai Pertalite masih disubsidi," tandas Purbaya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya