Berita

Pelayanan kesehatan di KRI dr. Soeharso-990 untuk korban terdampak gempa NTT. (Foto: Dok. BNPB)

Nusantara

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

MINGGU, 23 AGUSTUS 2026 | 21:39 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Dampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kian memprihatinkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah warga yang terpaksa bertahan di posko pengungsian membengkak hingga mencapai 161.084 jiwa hingga Minggu sore, 23 Agustus 2026.
 
Plt Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Berton Pandjaitan menyebutkan, Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan konsentrasi pengungsi terbesar.

"Data pengungsi bertambah menjadi 161.084 jiwa. Tiga kabupaten dengan pengungsi tertinggi yakni Kabupaten Manggarai sebanyak 46.519 jiwa, Nagekeo 34.256 jiwa, dan Manggarai Timur 31.372 jiwa," papar Berton.


Ancaman ISPA hingga Rabies

Seiring membludaknya jumlah pengungsi di tenda-tenda darurat, masalah kesehatan mulai mengintai para penyintas. Laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mendominasi daftar penyakit di lokasi pengungsian.

"Kejadian penyakit tertinggi yang dilaporkan adalah ISPA sebanyak 3.721 kasus. Selain itu, ditemukan 15 kasus gigitan hewan penular rabies yang terdeteksi di Kabupaten Nagekeo dan Manggarai Timur," beber Berton.

Untuk menangani krisis kesehatan ini, sebanyak 11.106 tenaga kesehatan (nakes) telah diterjunkan ke lokasi pascabencana. Tim medis tersebut terdiri dari 134 dokter, 5.306 perawat, 3.974 bidan, serta 1.647 nakes pendukung lainnya.

Meski demikian, BNPB mengaku masih kekurangan tenaga medis spesialis di lapangan.

"Kami masih membutuhkan tambahan 133 nakes, di antaranya 63 dokter umum, spesialis bedah, ortopedi, bedah saraf, spesialis anak, spesialis penyakit dalam, hingga tenaga apoteker," tambahnya.

Faskes Hancur, Tenda Darurat Didirikan

Berton menyayangkan banyak fasilitas kesehatan (faskes) yang ikut terjangkit dampak gempa sehingga pelayanan medis terhambat.

"Total puskesmas terdampak sebanyak 169 unit. Rinciannya, 101 beroperasi penuh, 49 beroperasi sebagian, dan 19 puskesmas belum bisa beroperasi sama sekali akibat kerusakan bangunan yang didominasi rusak sedang," terangnya.

Menyikapi faskes yang lumpuh, BNPB langsung mendirikan tenda-tenda darurat berukuran 6x12 meter yang disulap menjadi puskesmas dan rumah sakit lapangan.

"Di Kabupaten Sikka kita dirikan 8 tenda puskesmas sementara. Sementara di Kabupaten Manggarai dipasang 12 tenda, di mana 4 tenda di antaranya difungsikan sebagai rumah sakit umum darurat," tutup Berton.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya