Berita

Ilustrasi (Gambar: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Rampungkan Program ESOP, BMRI Salurkan 91,75 Juta Saham Buyback ke Karyawan

KAMIS, 09 JULI 2026 | 14:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) resmi menuntaskan proses pengalihan seluruh saham hasil pembelian kembali (buyback). 

Sebanyak 91,75 juta lembar saham kini telah dialihkan secara penuh kepada para pegawainya melalui program kepemilikan saham karyawan atau Employee Stock Ownership Program (ESOP).

Dalam keterbukaan informasi  pada Kamis 9 Juli 2026, disebutkan bahwa saham-saham tersebut dilepas dengan patokan harga Rp4.130 per lembar. 


Dari transaksi ini, total nilai pengalihan saham buyback emiten perbankan berpelat merah tersebut menembus Rp378,92 miliar.

Dalam keterangannya, Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menegaskan bahwa langkah ini merupakan pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham oleh Perusahaan Terbuka, sekaligus menjalankan amanat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang disepakati pada 25 Maret 2025 lalu.

"Perseroan telah melaksanakan pengalihan atas seluruh saham hasil pembelian kembali saham," terang manajemen BMRI dalam laporan resminya.

Berdasarkan rekapitulasi per 30 Juni 2026, BMRI tercatat memiliki kewajiban melepas 91,75 juta lembar saham hasil buyback, yang sebelumnya dibeli kembali dengan modal rata-rata Rp4.816 per saham. Periode buyback saham BMRI sendiri telah usai pada 25 Maret 2026.

Proses pendistribusian saham ke karyawan ini dieksekusi secara bertahap dalam kurun waktu beberapa hari pada akhir Juni 2026, yaitu:

24 Juni 2026: Pengalihan gelombang pertama sebanyak 73,36 juta lembar saham
25 Juni 2026: Pengalihan sebanyak 281,1 ribu lembar saham
26 Juni 2026: Pengalihan sebanyak 532,6 ribu lembar saham
29 Juni 2026: Penuntasan sisa saham (clearing) sebanyak 17,57 juta lembar.

Dengan penutupan transaksi pada 29 Juni tersebut, Bank Mandiri resmi mengalihkan seluruh saham buyback tanpa menyisakan satu lembar pun di kantong perseroan.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya