Berita

TNI Angkatan Laut. (Foto: Istimewa)

Politik

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

SABTU, 08 AGUSTUS 2026 | 06:27 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dari perspektif organisasi, penunjukan KSAL Laksamana Muhammad Ali sebagai Panglima TNI akan mengembalikan keseimbangan antarmatra yang selama ini menjadi salah satu tradisi tidak tertulis dalam regenerasi kepemimpinan TNI. 

"Jika ditarik sejak era Marsekal Hadi Tjahjanto, distribusi kepemimpinan antarmatra menunjukkan ketimpangan,"  kata Pengamat Politik dan Militer Universitas Nasional (UNAS) Selamat Ginting, dikutip Sabtu 8 Agustus 2026.

Hadi Tjahjanto dari Angkatan Udara memimpin sekitar empat tahun (2017-2021). Penggantinya, Jenderal Andika Perkasa dari Angkatan Darat, hanya sekitar satu tahun. 


Setelah itu Laksamana Yudo Margono dari Angkatan Laut juga hanya sekitar satu tahun. Kini Jenderal Agus Subiyanto dari Angkatan Darat telah memimpin hampir tiga tahun.

Dengan demikian, dalam kurun tersebut Angkatan Udara memperoleh sekitar empat tahun kepemimpinan, Angkatan Darat sekitar empat tahun, sedangkan Angkatan Laut baru sekitar satu tahun. 

Dari sisi keseimbangan organisasi, terdapat alasan yang cukup kuat agar giliran kepemimpinan kembali diberikan kepada matra laut.

Hal ini penting bukan semata-mata soal pemerataan jabatan, melainkan menjaga rasa memiliki (sense of ownership) seluruh matra terhadap institusi TNI.

Soliditas organisasi dibangun bukan hanya melalui doktrin dan latihan, tetapi juga melalui persepsi bahwa setiap matra memperoleh kesempatan yang adil untuk memimpin.

Sebagian kalangan mungkin berpendapat Presiden Prabowo Subianto akan lebih nyaman dipimpin oleh Panglima dari Angkatan Darat mengingat latar belakangnya sebagai prajurit Angkatan Darat, lulusan Akmil 1974. 

"Pertimbangan itu sah sebagai hak prerogatif Presiden," kata Ginting.

Namun justru karena berasal dari matra darat, memilih Panglima dari Angkatan Laut dapat menjadi pesan politik bahwa Presiden Prabowo berdiri di atas seluruh matra secara setara.

Apabila pada 2027 atau 2028 Presiden Prabowo kembali menghendaki Panglima dari Angkatan Darat menjelang Pemilu 2029, kesempatan itu masih terbuka. 

"Karena itu, momentum sekarang merupakan waktu yang tepat untuk memberikan kesempatan kepada Angkatan Laut," pungkas Ginting.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Intelijen AS: Iran Bakal Perpanjang Perang untuk Goyang Trump di Pemilu Sela

Minggu, 06 September 2026 | 16:27

Pengunjung Lampung Financial Festival 2026 Antusias Jajal Layanan Digital BNI

Minggu, 06 September 2026 | 16:06

Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan Malaysia Airlines ke Jakarta Dibatalkan

Minggu, 06 September 2026 | 15:51

Debu Vulkanik Tebal Selimuti Bandar Lampung

Minggu, 06 September 2026 | 15:36

Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe Iran dalam Waktu Dekat

Minggu, 06 September 2026 | 15:25

Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran Berpeluang Ditolak MK

Minggu, 06 September 2026 | 14:49

Denmark Tegaskan Dukungan Terhadap Otonomi Sahara Maroko

Minggu, 06 September 2026 | 14:18

BNPB Gencarkan OMC Redam Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau di Jakarta

Minggu, 06 September 2026 | 14:12

Pemantauan Kualitas Udara Diperketat Antisipasi Dampak Sebaran Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 | 14:06

Produk Impor Masuk RI Wajib Halal

Minggu, 06 September 2026 | 14:01

Selengkapnya